728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Maret 2017

    Fahri Hamzah Dibuat Gusar Oleh KPK

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Agus Raharjo mundur dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Fahri, ada indikasi konflik kepentingan antara Agus Rahardjo yang dahulu menjabat Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengadaan Barang dan Jasa (LPPBJ) dengan Kementerian Dalam Negeri saat itu.

    Fahri menjelaskan soal audit BPK terkait proyek E-KTP itu tidak ada indikasi korupsi, alias bebas dari korupsi.

    “Setelah audit, BPK menyatakan kasus ini bersih. Tapi begitu setelah Agus jadi ketua KPK, lalu kasus ini dijadikan kasus korupsi. Sementara dalam keterangan yang kita dengar dari banyak pihak juga, Agus Rahardjo punya kepentingan terhadap pengusaha dan Agus termasuk membawa pengusaha ketemu mantan Mendagri Gamawan Fauzi,” tutur Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

    Fahri ngotot meminta Agus untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua KPK saat ini agar konflik kepentingan dapat dihindari selama pengusutan kasus e-KTP berjalan. Dia bahkan menyebut Agus ikut terlibat dalam kasus karena ikut melakukan lobi terhadap salah satu konsorsium milik BUMN.

    Fahri pun menuturkan, bahwa Agus Rahardjo sangat paham soal kasus e-KTP dari awal. Dengan keterlibatannya melobi salah satu konsorsium milik BUMN, ada indikasi konflik kepentingan dalam pengusutan kasus e-KTP dan memungkinkan adanya intervensi-intervensi.

    Ampunn Fahri, kok omongannya semakin hari semakin ngelantur saja. Setelah gagal mendesak pemerintahan untuk merivisi UU KPK yang arahnya melemahkan peran KPK. Kini giliran KPK sedang mengusut tuntas kasus megaproyek E-KTP, kok malah ketuanya disuruh mengundurkan diri. Takut sama KPK sih boleh saja, tapi ya jangan diperlihatkan banget gitu lho.

    Sangat kelihatan sekali, kalau Fahri dan anggota DPR tertentu sangat tidak suka dengan orang ataupun lembaga yang aktif memerangi korupsi. Hak angket selalu dia gunakan untuk menyingkirkan orang-orang tersebut. Orang-orang itu sebut saja Gubernur Non Aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang kita tahu orangnya sangat anti korupsi. Hak Angket diusulkan berkaitan dengan status terdakwa Pak Basuki. Kemudian saat ini, Hak Angket kembali diusulkan untuk menyelidiki pengusutan kasus korupsi e-KTP ini. Untung saja pemerintahan era Pak Jokowi ini cerdas-cerdas dan anti korupsi, sehingga ruang gerak para koruptor semakin sempit.

    Fahri mengusulkan hak angket, bermula dari keresahannya terhadap pengusutan korupsi e-KTP oleh KPK yang banyak menyeret teman-temannya di DPR periode lalu dan sebagian dari mereka terpilih kembali untuk periode 2014-2019.

    Alasan lain, dia tidak mau institusi DPR jadi rusak dan juga kerahasiaan-kerahasiaan pejabat, terutama yang ada di DPR bocor keluar.

    “Tolong dong kerahasiaan-kerahasiaan pejabat, juga institusi seperti di DPR ini jangan dirusak. Ini DPR lagi ingin tingkatkan kinerja, awasi pemerintahan, di-attack kayak gini akhirnya kacau,” kata Fahri, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/3/2017).

    Ungkapannya tersebut malah semakin menunjukan bahwa si Fahri kelihatan sedang gusar, DPR dari dulu  memang sudah rusak dan yang merusak juga bukan orang luar, tapi orang dalam sendiri, teman-temannya dia juga. Merekalah yang duduk di kursi terhormat DPR, mereka yang menguasai dan mereka sendiri yang merusak.

    Fahri juga berpendapat, kasus e-KTP ini juga menimbulkan kepusingan secara nasional. Ah, yang pusing dan ketakutan paling cuma mereka yang sudah nyuri uang negara. Sementara KPK memang juga pusing, tapi pusing yang wajar akibat tugas dan pekerjaannya.

    Bukan hanya Fahri kok yang pusing, kami sebagai rakyat pun ikut merasakan pusing, e-KTP belum juga jadi, sedangkan mau apa-apa sekarang harus ada E-KTP. Akibat korupsi massal itu, kami rakyat yang merasakan dampaknya, mau ngapa-ngapain jadi susah. Lah kok Fahri cuma mikirin temen-temennya, takut nama baiknya tercemar. Salah sendiri uang Negara diembat.

    Fahri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dari namanya saja sudah jelas ada kata “rakyat” kok ya nggak berpihak pada rakyat toh? Benar-benar memiliki sifat kesetia kawanan yang tinggi, pokoknya nggak perduli mau rakyat dirugikan apa tidak, yang penting teman-teman selamat.

    Semangat buat KPK, usut masalah ini dengan tuntas. Kami rakyat percaya pada KPK.


    Penulis :  Hadi  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Fahri Hamzah Dibuat Gusar Oleh KPK Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top