728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 24 Maret 2017

    Dua Kali Terlambat, 2 Kali Pula Ahok Tampar Sandiaga, Anies Terdiam

    Orang yang lambat biasanya menggambarkan seseorang tersebut lamban dalam merespon setiap kejadian yang terjadi disekitarnya. Orang yang lambat juga biasanya cenderung akan ketinggalan informasi, dan tipe orang yang lamban sangat tidak cocok direkomendasikan menjadi pemimpin. Karena pada dasarnya, pemimpin diharuskan cepat dalam merespon dan mengambil setiap keputusan.

    Hampir sama dengan keterlambatan, tipe orang yang suka klaim juga tak kalah mengerikan. Biasanya orang yang suka klaim menggabarkan seseorang tersebut tidak kreatif, tidak memiliki skill yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat. Orang yang suka klaim juga tidak cocok untuk menjadi pemimpin.

    Begitupun yang terjadi di DKI sekarang ini, calon wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno adalah tipe orang yang suka terlambat dan tukang klaim. Terlambat disini, bukan mengenai masalah telat datang ke kantor atau sebagainya. Terlambat disini yang dilakukan Sandiaga adalah lambannya dia bertindak untuk mengeksekusi sebuah pemikiran menjadi kenyataan.

    Itu tak lepas mengenai klaim yang dilakukan oleh Sandiaga pada saat Ahok meresmikan Jakarta Creative Hub. Sandiaga mengklaim bahwasannya Jakarta Creative Hub adalah hasil produk OK OCE miliknya dan Ahok lagi-lagi dituduh mencontek paslon nomor tiga. Saya hanya geleng-geleng kepala melihat respon Sandiaga dengan sifat klaimnya ini, dia harusnya belajar bahwasannya lebih sulit melakukan daripada hanya bicara.

    Di depan layar televisi, Anies-Sandi boleh begitu lancar menjelaskan tentang OK OCE yang mereka usung, tapi semua masih terasa mengambang dibenak masyarakat karena Anies maupun Sandi hanya menjelaskan “akan melakukan ini, kita akan melakukan itu.” Tanpa penjelasan lebih sepesifiknya. Jangankan rakyat, rumput saja pasti kebingungan.

    Itulah mungkin yang menjadi alasan kenapa Anies-Sandi kesulitan untuk menjalankan programnya secara nyata. Hal yang paling ditakutkan saat Anies-Sandi terpilih nanti adalah, warga DKI akan diubah menjadi warga yang suka mengklaim hak seseorang dan menjadi warga yang super lamban dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Bisa saja besok warga DKI diajarkan untuk mengklaim bahwasannya menara Eiffel adalah hasil produk OK OCE. Semoga saja tidak, bisa-bisa Indonesia malu.

    Kemudian, kasus terbaru mengenai Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang sudah dijalankan Ahok-Djarot ternyata mendapat klaim dari pihak tetangga. Anies-Sandiaga berkoar-koar mengatakan bahwa KJL ada di 23 rencana kerja kita, ucapan ini juga memiliki arti bahwasannya Anies-Sandi mengklaim hak cipta Ahok. Karena yang lebih dulu mengerjakannya adalah Ahok, sedangkan Anies-Sandi masih berupa tulisan-tulisan.

    Fenomena diatas menunjukkan bahwasannya, Anies-Sandiaga lambat dalam mengerjakan seseuatu, sehingga mereka seringkali ditikung oleh lawannya. Siapa cepat dia dapat, itu yang sering saya dengar waktu kecil, sehingga ketika besar saya berusaha untuk menjadi yang tercepat dari yang cepat, supaya saya mendapatkan sesuatu. Namun beda dengan Anies-Sandi, sudah terlambat seenak jidatnya pula ingin mengklaim bahwa Jakarta Creative Hub dan KJL adalah idenya. Situ sehat, Sir?

    Disinilah Ahok menampar Sandiaga Uno dua kali berturut-turut. Pertama, di Jakarta Creative Hub, Ahok menampar Sandiaga si tukang klaim dengan ucapan, “ini OK OCE seseungguhnya…” Perkataan Ahok ini memiliki makna yang sangat dalam, bahwasannya perlu pembuktian melakukan pembangunan secara fisik dari perencanaan yang sudah diatur dalam program yang ditulis. Karena rakyat butuh pembangunan secara nyata, bukan hanya dibangun lewat kata-kata. Negara maju didunia, mereka bisa maju karena pembangunannya, bukan karena pintar berkata-kata.

        Kemudian, Ahok kembali menampar Sandiaga di kasus KJL. Ahok membalas klaim Sandiaga Uno yang mengatakan KJL adalah produk OK OCE.
        “Mana ada sih program asli Ahok-Djarot. Semua kan program orang, kata pasangan nomor 3,” ujar Ahok sambil tertawa

    Saya pun ikut tertawalah pak Ahok, karena pada kenyataannya untuk menghadapi orang yang suka klaim kita perlu terlihat bodoh di depan mereka. Tapi apa yang diucapkan oleh pak Ahok adalah sebuah satir yang menampar keras Sandiaga Uno, sementara Anies sembunyi terdiam takut kena tampar juga. Semoga dengan ini, rakyat Indonesia boleh mengambil hikmahnya, yakni:

        Berusahalah bekerja secepat mungkin, jika tidak ingin ditikung lawan.
        Jangan mengklaim hak milik orang lain yang belum bisa dibuktikan
        Jadilah pribadi yang dewasa, jangan seperti anak-anak yang suka mengklaim permen temannya miliknya.

    Begitulah Kura-Kura

    Salam Seword,


    Penulis : Tiur Panondang 17    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dua Kali Terlambat, 2 Kali Pula Ahok Tampar Sandiaga, Anies Terdiam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top