728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 20 Maret 2017

    Daftar Rekor Ter-“Ajaib” dalam Konteks Politik Indonesia

    Apapun bentuknya, setiap manusia di dunia pasti butuh pengakuan. Tidak heran apabila ada individu atau secara berkelompok berlomba-lomba melakukan berbagai macam hal guna beroleh pengakuan.  Beruntung ada sesama insan yang tergerak untuk memberi pengakuan atas jerih payah tersebut. Dalam skala internasional, salah satu yang sudah sangat terkenal adalah The Guinness Book of Records. Sedang skala nasional, hadir  Museum Rekor Dunia Indonesia.

    The Guinness Book of Records

    The Guinness Book of Records adalah buku rujukan yang diterbitkan setiap tahun oleh Perusahaan Bir Hitam Guinness.  Isi buku ini adalah kumpulan rekor dunia yang berkaitan dengan prestasi manusia. The Guinness Book of Records juga mencatat yang “ter” dan “paling” di dunia yang sudah mendapat pengakuan secara internasional.  Misalnya, manusia “ter” atau “paling” tinggi dan “ter” atau “paling” rendah di dunia, dan lain sebagainya. Hebatnya, The Guinness Book of Records sendiri tercatat sebagai pemegang rekor dunia seri buku berhak cipta yang “ter” atau “paling” laku di dunia.

    Apakah ada putera-puteri Indonesia yang tercatat di The Guinness Book of Records? Sudah pasti ada, walau tidak banyak. Antara lain: Rudi Hartono sang maestro bulutangkis dengan prestasi 8 kali juara All England; Bocah Kuta, Bali, bernama Dominic Brian yang memegang rekor mengingat 76 deret angka hanya dalam waktu 60 Menit;  Kunto Hartono yang berhasil menabuh drum  selama ± 72 jam tanpa henti; 2.861 penyelam secara serentak menyelam selama ±  31 menit di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, dalam rangka HUT ke-64 NKRI.

    Museum Rekor Dunia Indonesia

    Tidak mau ketinggalan dengan The Guinness Book of Records, seorang putera Indonesia bernama Jaya Suprana menggagas dan lalu mendirikan Museum Rekor Indonesia pada tanggal 27 Januari 1990. Pendirian dan pelaksanaan kegiatan Museum Rekor Indonesia sepenuhnya berasal dari dukungan kelompok usaha Jamu JAGO. Saat peresmian galeri di kawasan wisata Candi Borobudur tanggal 14 Agustus 2005, Museum Rekor Indonesia berganti nama menjadi Museum Rekor Dunia Indonesia.

    Seperti diketahui, Museum Rekor Dunia Indonesia adalah museum tempat mencatatkan data-data prestasi superlatif yang terjadi di Indonesia. Selain sebagai museum, Museum Rekor Dunia Indonesia juga merupakan lembaga swadaya masyarakat yang menghimpun data dan menganugerahkan penghargaan terhadap prestasi superlatif dari karsa dan karya anak bangsa. Sudah ada begitu banyak prestasi yang tercatat serta beroleh anugerah penghargaan  dari Museum Rekor Dunia Indonesia. Salah satu yang terbaru adalah pemecahan rekor terbang paralayang secara bersama terbanyak di dunia. Pada bulan Oktober 2016 yang lalu, di atas Pantai Pandawa, Bali, sebanyak 110 pilot paralayang berhasil terbang secara bersama-sama. Terciptalah rekor dunia yang kemudian tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia.

    Daftar Rekor Ter-“Ajaib” Dalam Konteks Politik Indonesia  adalah catatan-catatan tentang berbagai peristiwa ter-“ajaib” yang muncul di Indonesia. Tentunya sangat berbeda dengan Museum Rekor Dunia Indonesia yang sudah masuk dalam kategori museum. Semua anak bangsa yang mau hidup dalam kewarasan dan tetap berpijak di bumi bulat dengan senang hati dipersilahkan menambahkan catatan-catatan di Daftar Rekor Ter-“Ajaib” Dalam Konteks Politik Indonesia. Perlu disampaikan juga, ke depannya tidak terbersit sedikitpun menjadikan Daftar Rekor Ter-“Ajaib” Dalam Konteks Politik Indonesia sebagai pesaing Museum Rekor Dunia Indonesia. Tujuannya hanya satu, yaitu MELAWAN penyakit lupa alias amnesia.  Penyakit berbahaya yang sangat sering menyerang masyarakat Indonesia, khususnya para elite dan pengikutnya.

    Berikut 5 rekor ter-”ajaib” yang sudah tercatat di dalam Daftar Rekor Ter-“Ajaib” Dalam Konteks Politik Indonesia, yaitu:

    Ganyang Orang Anti KKN.

        KKN adalah virus yang sangat berbahaya bagi kemaslahatan orang banyak, termasuk rakyat Indonesia. Tidak heran apabila praksis KKN sangat dibenci di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Itu sebabnya kampanye Anti KKN terus berkumandang. KKN harus dibasmi tuntas. Salah satu tokoh anti KKN yang sangat fenomenal saat ini adalah Ahok-Djarot alias Paslon No. 2 di Pilkada DKI Jakarta.

    Ajaibnya, segelintir elite bangsa merasa gerah dan marah sehingga sangat membenci Ahok-Djarot. Patut diduga, bersama para pendukung setia, mereka “menghalalkan” segala cara  untuk “membinasakan” Ahok secara khusus.  Di sini letak ajaibnya: Orang yang anti KKN, seperti Ahok-Djarot, khususnya Ahok, harus diganyang alias dibasmi.


    Spanduk Super Heboh.
    Dari dulu sampai sekarang, banyak spanduk yang bertebaran di berbagai tempat umum.  Terlebih ketika menyambut hari raya keagamaan. Misal,  Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Waisak, Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Imlek, dan Hari Natal. Spanduk-spanduk yang berterbaran di tempat-tempat umum ini tidak menghebohkan. Sebab selain bersifat informatif, juga menyejukkan. Berbeda saat  Pilkada DKI Jakarta, khususnya memasuki Putaran Ke-2 pada tanggal 19 April 2017 yang akan datang. Muncul di banyak Masjid spanduk-spanduk bertuliskan: “MASJID INI TIDAK MENSHOLATKAN JENAZAH PENDUKUNG & PEMBELA PENISTA AGAMA.” Sangat menghebohkan sehingga sempat menjadi viral. Mirip orang-orangan sawah untuk menakuti burung. Hebatnya, spanduk ini terbukti efektif, yaitu saat Nenek Hindun wafat. Tidak ada yang mau mensholatkan. Alasannya, karena sang nenek menetapkan pilihan hatinya pada Paslon No. 2. Setelah menjadi viral, barulah pihak yang terkait dengan spanduk heboh tersebut berusaha mencari solusi. Super ajaib bukan spanduk super heboh ini?
    Dari Jokowi, Ahok, Sari Roti, Sesama Mereka Sendiri, hingga Mayat.
    Sepanjang sejarah Indonesia belum pernah hadir fenomena virus kebencian akut yang sudah mencapai stadium 4++. Plus-plus di sini berarti tidak hanya benci setengah mati tetapi juga matinya akal dan budi atau nurani. Berawal ketika Pakdhe menang di Pilpres 2014. Pendukung setia calon presiden yang kalah langsung menebar fitnah atau HOAX  tanpa henti sampai saat ini. Terus berlanjut ke Ahok. Video editan Buni Yani mampu menghipnotis 7 juta jiwa ke Monas untuk menebar kebencian. Ahok pun akhirnya harus menjalani persidangan penistaan agama. Virus ini tidak berhenti pada Pakdhe dan Ahok saja. Benda mati bernama “Sari Rotipun kena getahnya. Sangking hebatnya virus ini, “Sari Roti” yang tadinya halal berubah menjadi haram. Entah sekarang, apakah masih haram atau sudah halal secara diam-diam. Berhenti kah penyebaran virus kebencian ini?  Kali ini menyerang sesama pemeluk agama yang sama. Padahal masalahnya sepele. Hanya gara-gara tidak mencoblos Paslon No. 3. Pertemanan yang sudah terjalin sekian lama menjadi tidak berarti. Unfriend atau left menjadi fenomena umum di berbagai media sosial. Penyebaran virus kebencian ini semakin dahsyat. Kali ini yang ketiban apes adalah mayat. Mayat manusia! Bukan mannequin yang banyak di mall-mall. Asli “ajaib, seajaib ajaibnya!”
    Ke-Ngawur-an Salah satu Paslon Pilkada DKI Jakarta.
    Sepanjang sejarah pemilihan seorang pemimipin tertinggi di sebuah negara atau kota, konon baru di Indonesia yang mampu menyaingi Amerika. Terlepas pro-kontra yang muncul, Donald Trump tetap memajukan diri dalam pemilihan Presiden Amerika. Hasil akhir, semua mengetahui bahwa Donald Trump kini menjadi Presiden Amerika. Entah terinspirasi atau tidak, Anies-Sandi pun terkesan mengadopsi gaya berkata-kata Donald Trump walau dalam kemasan santun dan bijak. Bahkan lebih konyol! Dalam berbagai kesempatan, terlihat jelas ngawurnya Paslon No. 3 ini, khususnya Anies. Mulai dari depe 0% yang berganti ke depe Rp. 0,-; Bersekutu dengan Ormas yang anti keberagaman seperti FPI; dan lain sebagainya. Hebatnya, tanpa peduli pada akal dan nurani yang adalah anugerah TUHAN teramat penting, Anies tetap membusungkan dada untuk maju ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.
    Ever Onward No Retreat. GOD Bless NKRI tercinta!



    Penulis : Rohadi Sutisna Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Daftar Rekor Ter-“Ajaib” dalam Konteks Politik Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top