728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 Maret 2017

    Bukti Twitter ! Anies Bohong Soal Buzzer di Medsos

    Pilkada DKI semakin menarik dan tentunya panas, segala macam teknik komunikasi hingga ilmu psikologi masa versi 5.0 juga sudah dipakai. Medsos saat ini, jelas banyak digandrungi entah di negara maju atau di Indonesia yang notabene beli datanya masih mahal. Tapi apa daya supaya eksis harus dibeli juga.

    Fenomena Pilkada DKI Jakarta ini seakan menjadi sebuah wajah demokrasi baru Indonesia, tapi sayangnya sudah mulai menggunakan isu dan cara-cara yang tidak mewaraskan malah terkesan sadis dan merendahkan agama itu sendiri. Makanya sekarang ini muncul kosa kata baru semacam kaum titi-titik, dunia datar, dunia bulat, hingga mayat orang matipun ikut diseret di pilkada.

    Anies yang sudah bertransformasi menjadi public enemy bagi kaum bumi bulat, atau pahlawan bagi kaum bumi datar, telah benar-benar berubah 180 derajat hanya dalam waktu 6 bulan saja. Pilkada ini sudah menekan syaraf kewarasan dan sudah berhasil menotok matinya hati nurani. Eh maaf apakah sudah haji ? kalau untuk ini hanya sebuah pertanyaan kepo saja kok.

    Jelas kalau saat ini peran medsos dalam pilkada seperti pasukan ninja yang tahu-tahu muncul tanpa diundang, sedangkan bagi kelompok tertentu pesta demokrasi di pilkada adalah ajang bisnis baru yang nilainya cukup fantastis. Bahkan ada sebuah isu untuk membuat trending sebuah isu cukup dengan paket hemat 9 juta saja sudah akan menjadi trending dalam waktu 3 jam. Wow . . .super sekali kerja ninja ini.

    Hari ini Anies kembali curcol kalau timnya merasa bahwa dalam pilkada ini mereka kalah jumlah dalam hal buzzer. Tanpa basa-basi bagaimana kalau kita melihat fakta ini.


    Bukti sudah mengatakan dengan jelas kalau Anies memiliki buzzer, lihatlah akun @PulauPantai, @komodo_ntb, @PolitikBuram, @JafarKurniawan, @Ceriamanik, @FebriGatra, @PurnamaRindu2, @Jaka_Samu, semua berjumlah 8 akun twitter dan semuanya melakukan posting dengan kalimat dan waktu posting yang sama.
    #SidangAhok #RPTRAAAhok apakah kami warga dki harus memilih pemimpin yg statusnya terdakwa, owh pastinya tidak. #AhokKejangKejang

    Bukti sudah mengatakan dengan jelas kalau Anies memiliki buzzer, lihatlah akun @PulauPantai, @komodo_ntb, @PolitikBuram, @JafarKurniawan, @Ceriamanik, @FebriGatra, @PurnamaRindu2, @Jaka_Samu, semua berjumlah 8 akun twitter dan semuanya melakukan posting dengan kalimat dan waktu posting yang sama.

    #SidangAhok #RPTRAAAhok apakah kami warga dki harus memilih pemimpin yg statusnya terdakwa, owh pastinya tidak. #AhokKejangKejang

    Bagaimana Anies ? apakah dirimu atau timmu dapat menjelaskan bukti ini ? Jelas saja masih bisa ngeles dengan mengatakan bahwa buzzer tersebut berasal dari tim lawan yang sedang berperan seolah-olah sebagai tim Anies. Semuanya memang mungkin tapi lihatlah pola hastag yang dimainkan #SidangAhok, #RPTRAAhok dan #AhokKejangKejang, tentunya apabila ditrace jejak di internet jelas akan menghasilkan pola untuk mengarahkan pada satu tema : menyerang Ahok.

    “Kami enggak pake buzzer, kami enggak bayar buzzer karena semua relawan,” kata Anies.

    Kalau soal buzzer dan relawan sepertinya kaum bumi datar harus tertawa kencang, apa tidak kasihan dengan Sandi yang sudah mewanti-wanti supaya tim pemenangannya hemat atau ngirit dalam memakai budget kampanye. Coba kalau dananya dari Anies apa sudah tidak “tangisan kere” dananya dipakai dengan tidak jelas, buat bikin spanduk “titik=titik” atau bayar tim buzzer.

    Bandingkan dengan Ahok yang dalam waktu beberapa hari saja sudah mampu mengumpulkan dana bermiliaran, kalau ini jelas sumbangan dari relawan. Definisi relawan di tim Ahok-Djarot adalah rela capai, mau repot, tidak dapat keuntungan financial dan yang jelas nombok duit. Eh masih ada satu lagi kadangkala makan hati karena dipelototin atau bisa-bisa dimusuhin teman atau keluarga.
    Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyimpulkan paslon Anies – Sandi lebih populer di kalangan pengguna media sosial dibandingkan paslon Ahok – Djarot. Anies-Sandi unggul di Facebook sebesar 47,58 % dan Instagram 49,99 %. Sementara Ahok – Djarot hanya unggul di Twitter sebesar 53,34 %.

    Hasil survey ini memberikan gambaran bahwa basis masa dari Anies-Sandi adalah kelompok masa konservatif, kaum yang masih mencari eksistensi diri. Sedangkan basis masa Ahok adalah kelompok dinamis rasional yang ingin bergerak cepat. (opini)

    “Pengguna media sosial yang aktif dan pasif dikuasai pasangan Anies. Facebook masih dikuasai Anies, Twitter dikuasai Ahok, dan Instagram dikuasai Anies,” kata peneliti LSI Denny JA Rully Akbar di kantornya, Selasa (21/3).

    Pola yang dipakai para pengguna medsos selalu memakai isu seperti :
    1. Mayoritas pengguna media sosial ingin Jakarta memiliki gubernur baru.
    2. Pengguna media sosial menilai Ahok telah menistakan agama.
    Isu terbesar dan selalu hangat, karena hampir setiap saat keluar dari wajan penggorengan di medsos adalah kasus penistaan agama diingatkan dengan #SidangAhok sedangkan kasus korupsi atau kalijodo selalu diingatkan dengan #RPTRAAAhok, terakhir publik untuk diingatkan selalu mengejek atau menghina Ahok dengan #AhokKejangKejang.

    Apakah seworders menyukai tampilan hippies atau sporty, Eh bukannya hippies itu identik dengan ganja ya !

    Bagaimana menurutmu ?

    Penulis : Trik Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bukti Twitter ! Anies Bohong Soal Buzzer di Medsos Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top