728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 Maret 2017

    Blunder Anies Mengajak Aher Sebagai Juru Kampanye

    Ada pepatah Jawa mengatakan “Wong Ora Iso ndelok githoke Dewe” (orang tidak bisa melihat tengkungnya sendiri) artinya orang tidak bisa melihat kesalahan sendiri dan selalu menyalahkan orang lain. Inilah yang terjadi saat ini pada pak Aher, beliau sering melontarkan kata-kata tentang Jakarta dan pimpinannya, tetapi tidak melihat kondisi daerah yang berada di bawah tanggung jawabnya.

    Pemberitaan tentang sikap Gubernur Jabar ini telah banyak beredar di media-media terlebih di internet, dan akibatnya banyak masyarakat yang tahu dan paham serta bisa menerka tentang karakter beliau. Jawa Barat sendiri merupakan provinsi yang sangat dekat dengan pusat pemerintahan negara yaitu Jakarta tetapi tingkat kemiskinan penduduknya tergolong cukup tinggi dibanding provinsi lain. Selain itu beberapa wilayah di Jawa barat sering terkena banjir terutama akhir-akhir ini.

    Berbeda dengan bencana longsor yang lebih dipengaruhi oleh faktor alam seperti tekstur tanah yang memang mudah longsor di tambah hantaman air hujan yang cukup tinggi, bencana banjir lebih dipengaruhi oleh faktor manusia, entah itu perusakan lingkungan, penebangan hutan secara liar, atau buruknya drainase serta kurang disiplinnya masyarakat dalam membuang sampah. Jadi dalam hal bencana khususnya banjir (yang kita persoalkan karena berhubungan dengan kelalaian manusia) di Jawa Barat tergolong masih perlu banyak yang harus diperbaikan, baik itu dari segi kedisiplinan membuang sampah, penebangan hutan, maupun perbaikan saluran air khususnya di bandung dan kota lainnya di Jawa Barat.

    Dengan banyaknya keadaan yang masih perlu diperbaiki di Jawa Barat ini, dapat mengindikasikan bagaimana kinerja pemimpinya selama ini. Saat ini masyarakat lebih banyak yang melek informasi, begitu pun masyarakat Jakarta, mereka tentu telah banyak mendengar seperti apa keadaan Jawa Barat saat ini.

    Beberapa pernyataan yang menyindir kepemimpinan Ahok di Jakarta oleh orang-orang besar di Jawa Barat beberapa waktu lalu sebenarnya justru berbalik arah ke si pembuat pernyataan oleh karena keadaan Jawa Barat yang jauh berada di bawah Jakarta dalam hal kemajuan daerah.

    Kondisi Jawa Barat yang akhir-akhir ini di landa banjir, tingkat kemiskinan yang tinggi, ditambah sikap intoleran beragama yang cukup mencolok, membuat nama Aher sebagai Gubernur di Jawa Barat memiliki citra yang kurang baik.

    Hal inilah yang saya sebut blunder bagi Anies jika menjadikan Aher sebagai juru kampanye, orang Jakarta akan berkata dalam hati (seperti yang biasa di lakukan dalam sinetron): “siapa loe? bicara dan kampanye di pilkada Jakarta, atur daerah mu dulu sono dengan bener, baru ngomong, kan Jakarta selama ini di atas daerah mu kemajuannya

    Masih untung ngomongnya dalam hati, jadi si juru kampanyenya gak denger, kalau ngomong langsung, kan bisa malu, mau ditaruh dimana mukanya.

    Memang tidak semua warga Jakarta ngomong dalam hati seperti itu, khususnya bagi yang terbawa isu agama. Tetapi bagi yang tidak terpengaruh oleh isu agama yang selama ini di lancarkan ke Ahok, yang berpikir lebih rasional dan tau akan kemajuan Jakarta serta merasakan dampak positif kepemimpinan Ahok selama ini, bisa dianggap angin lalu omongannya si juru kampanye itu, dan justru citranya akan mempengaruhi citra paslon yang di kampanyekan. Sedangkan citra paslon yang di kampanyekan juga belum begitu bagus.

    Jadi bisa terpilih dua kali di Jabar, bukan berarti memiliki keunggulan yang bisa di banggakan dan menjadi nilai lebih ketika membantu kampanye untuk salah satu paslon di Jakarta, justru malah bisa membawa dampak negatif.

    Penulis : Ageng M   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Blunder Anies Mengajak Aher Sebagai Juru Kampanye Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top