728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Maret 2017

    Begini Beda Sambutan Warga Bali Untuk Raja Salman Dan FPI


    Kedatangan Raja Salman ke Indonesia sudah diketahui banyak pihak, dan Bali yang sudah mendunia menjadi tempat liburan Raja Salman. Ribuan warga Bali juga tidak kalah antusias dalam menyambut kedatangan sang Raja ke Pulau Dewata. Ribuan warga Bali menyambut Sang Raja dengan berdiri di pinggir jalan dari kawasan Bandara Internasional Ngurah Rai hingga Nusa Dua.

    “Ini sangat istimewa Raja Arab Saudi memilih Bali untuk berlibur. Saya ingin melihat dari jarak dekat,” kata seorang warga bernama Gede Sumadia. Bagi mereka khususnya Bali, kedatangan seorang Raja dan tokoh berpengaruh dari Arab Saudi ini terbilang luar biasa dan istimewa. Memang Bali sangat terkenal dan sudah banyak tokoh, orang penting dan selebritis mengunjungi tempat ini. Tapi kunjungan Raja Salman beserta rombongan sekitar 1500 orang dengan pengamanan yang luar biasa terasa berbeda dari yang lain.

    Warga juga bersorak gembira saat iring-iringan mobil lewat. Raja Salman yang diketahui menumpang mobil pada urutan ke lima dari iring-iringan mobil sempat membuka jendela dan melambaikan tangan kepada ribuan warga yang telah menunggu. Bukankah itu sebuah sambutan yang luar biasa, meskipun beda agama dan Bali condong ke kebudayaan Hindu, tidak menyurutkan antusiasme warga untuk melihat langsung Sang Raja.

    Kedatangan Sang Raja juga disambut oleh Gubernur Bali, Menteri Pariwisata, Kapolda Bali dan beberapa tokoh lintas agama. Kemudian juga ada sambutan dalam bentuk tarian khas Bali yaitu tari Pendet yang ditampilkan oleh 50 anak-anak diiringi penabuh Gamelan Bali. Raja yang seorang muslim disambut dengan baik oleh tuan rumah. Sebenarnya wajar, karena Bali memang terkenal toleran dan merupakan tempat wisata kelas Dunia di mana toleransi adalah harga mati. Tanpa toleransi, pariwisata Bali tidak akan seperti sekarang, dan ini sudah saya buktikan dengan kunjungan ke sana beberapa kali untuk liburan.

    Nah, bagaimana dengan sambutan warga Bali terhadap FPI atau ormas radikal lainnya? Sepertinya semua orang sudah tahu bahwa tidak ada tempat untuk FPI di Bali karena bukan rahasia umum lagi bagaimana kelakuan ormas yang satu ini. Lucunya mereka seperti tidak sadar dengan penilaian orang lain.

    Sekitar sebulan lalu, puluhan ribu warga Bali dari berbagai elemen lintas agama (Shandi Murti, Patriot Garuda Nusantara, GMKI, NU dan Anshor) dan juga anggota ormas besar (Laskar Bali, Baladika Bali dan Pemuda Bali Bersatu) turun ke jalan di kawasan Renon, Denpasar menentang keras adanya ormas FPI di Bali. Mereka juga menolak keras adanya ormas radikal lainnya di Bali.


     
    Dari sini saja sudah bisa dinilai bagaimana citra FPI dan petingginya di Bali. Bahkan salah satu anggotanya, Munarman sedang terkena kasus dugaan fitnah terhadap Pecalang di Bali. Ya iya lah, siapa yang tidak marah jika difitnah seperti itu? Munarman dinilai menyebar fitnah dengan menuding pecalang Bali melempari umat Islam di Bali saat sedang melakukan sholat di beberapa masjid di Bali. Belum lagi Rizieq yang sering membuat kontroversi dan sedang tersandung beberapa kasus lain dan dilaporkan hingga belasan kali, tentunya membuat nama FPI menjadi sangat buruk.

    Kekhawatiran warga Bali tentunya ada alasan logis. Bali sangat tergantung dengan pariwisata, yang artinya sangat tergantung dengan uang yang dikeluarkan dan dibelanjakan turis domestik maupun mancanegara. Keamanan dan kenyamanan adalah salah satu faktor utama bagi keberlangsungan pariwisata. Siapa yang mau datang dan berlibur ke tempat yang tidak nyaman? Saya pun ogah meski dikasih gratis.

    Sepak terjang FPI dan Rizieq yang banyak ulah dan sudah dicap negatif tentunya membuat mereka bereaksi keras. Coba lihat apa yang terjadi di Jakarta? Coba tanya pada warga di sana, nyamankah demo terus hingga mengganggu ketertiban bahkan sempat mencekam saat aksi 411? Bagaimana kalau terbalik, di mana Jakarta dan Bali tukar tempat? Satu demo besar yang berakhir ricuh saja sudah cukup bikin media asing menyorot dan menjelek-jelekkan Bali. Pemerintah negara lain pasti akan mengeluarkan Travel Advice atau bahkan Travel Warning agar warganya tidak bepergian ke sana? Siapa yang rugi? Turis pasti takut datang dan risih, dikit-dikit demo, dikit-dikit anarkis. Pariwisata adalah denyut nadi dan lapak makan bagi warga Bali. Kalau lapak sudah terganggu, siapa pun pasti akan melawan.

    Kesimpulannya. mengapa kedatangan Raja Salman begitu disambut meriah dan warga begitu antusias? Mudah saja, karena Raja adalah tokoh penting, tentunya mendapat sorotan media luar. Bali mendapat berkah dengan sorotan dan publikasi gratis dari media, atau dengan kata lain promosi iklan tanpa bayar. Ini berdampak baik bagi citra pariwisata Bali di mata dunia. Tahun 2016 saja Bali sudah dikunjungi hampir 5 juta turis asing, belum lagi turis domestik yang jauh lebih banyak. Dan hingga saat ini Bali masih menjadi penyumbang turis terbanyak di seluruh Indonesia. Bayangkan berapa pendapatan Bali dari pariwisata?

    Jika ingin dibedakan, kedatangan Raja Salman membuat Bali makin terkenal dan mendapat berkah dan diharapkan kunjungan turis terutama dari Timur Tengah makin meningkat. Kalau Rizieq? Rasanya tidak mungkin bisa, malah ada kemungkinan sebaliknya.
    Bagaimana menurut Anda?

     Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Begini Beda Sambutan Warga Bali Untuk Raja Salman Dan FPI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top