728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 Maret 2017

    Babak “Final” Debat Kejujuran Vs Kemunafikan, Live Ekslusif 19.30 WIB

    Kondisi  politik  Pilkada DKI 2017 yang semakin menyesatkan kedalam isu primordial dengan mengusung etnis, suku dan agama kedalam arena politik semakin gencar menghina akal sehat. Kontestasi harusnya berdasarkan tolak ukur rasionalitas, program kerja, visi, misi dan kredibilitas serta karakter dari calon pemimpin yang bersaing.

    Bagaimana pasangan calon nomor urut tiga, Anies-Sandi yang didukung oleh partai berbasis masa Islam (PKS) dan Gerindra yang sangat melekat dengan tuduhan terhadap inisiator pengusung isu primordial tersebut. Gelombang yang tercipta dari lontaran sederhana sang calon pemimpin yang tak mampu membedakan dan membatasi isu-isu berdampak tumbuhnya primordial tersebut turut andil menciptakan gelombang dahsyat perpecahan dimasyarakat, terbukti dengan semakin “liarnya” kafir mengkafirkan, isu menghina ulama dan menolak mensholatkan jenasah hanya karena berbeda pandangan politik dan hak menentukan sikap berpihak.

    Singkatnya waktu dari Pilkada DKI putaran kedua akan banyak mendapatkan tantangan kematangan program, kejujuran visi dan misi serta karakter yang sesungguhnya dari berbagai pihak tidak hanya dari pasangan calon. Stakeholder pesta demokrasi akan diuji dari perjalanan politik ini, didalamnya juga terdapat penyelenggara, saat waktu yang singkat dan besarnya ambisi untuk memperoleh kekuasaan akan dihadapkan oleh “buas”nya aksi masa, teror, intimidasi dan fitnah seharusnya potensi tersebut mampu dikelola agar menciptakan etika perpolitikan yang mempunyai nilai estetika dan logika yang baik.

    Debat politik adalah salah satu wadah untuk dapat meminimalkan distorsi pesta demokrasi dimana diharapkan adanya sosialisasi program yang mampu meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat secara utuh bukan hanya sebagian saja, harapan palsu yang dibuat oleh pasangan calon yang mengusung isu primordial dapat dipastikan akan diberikan kepada masyarakatnya kelak.

    Debat yang akan diselenggarakan oleh salah satu TV Swasta yakni, Metro TV direncanakan diselenggarakan pada Senin, 27 Maret 2017 dengan tema “Babak Final Pilkada Jakarta” live, pada pukul 19.30 WIB, dimana debat dalam Mata Najwa malam tersebut  bakal dibagi tujuh segmen. Masing-masing segmen bakal mendalami satu fokus bahasan, dimana di setiap segmen, Najwa Shihab bakal membukanya dengan satu pertanyaan. Setiap kandidat bakal diberi porsi waktu satu setengah menit buat menjawab.

    Setelah itu, jawaban keduanya bakal didalami. Bisa dengan pertanyaan tambahan dari Najwa Shihab, atau, Ahok dan Anies bakal merespon jawaban satu sama lain, dimana porsi untuk keduanya bakal diberikan berimbang. Fokus bahasan didalami dengan rentang waktu yang dirasa cukup. Kira-kira 12 menit,(data)

    Semakin banyak aktifitas yang mampu meredam aktifitas “buas” dengan isu primordial tersebut semakin baik, debat yang diselenggarakan metro TV, adalah merupakan debat yang diselenggarakan diluar agenda KPUD DKI sebagai penyelenggara. Debat resmi Pilkada DKI direncanakan akan diselenggarakan pada 12 April 2017, tempat penyelenggaraan belum ditetapkan (informasinya)

    Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan elemen teknis debat pilkada DKI putaran kedua belum ditentukan. “Tanggal sudah diputuskan, tapi yang lain-lain sedang dalam proses pembahasan,” ujarnya , ungkapan yang terkesan tidak profesionalnya panita penyelenggara, dimana pesta demokrasi adalah hajat penting rakyat seharusnya dipercayakan kepada yang mempunyai kapasitas dan integritasi dan niat yang teruji baik agar dapat menciptakan aktiftas sehat ditengah sempitnya waktu pilkada putaran kedua tersebut.

    Debat sangat membantu dan masyarakat mendapatkan “tontonan” dimana acara debat yang baik akan dapat menguji calon pemimpinnya dalam hal  penggambaran kapastitas, kapabilitas, integritas dan karakternya.

    Ahok dengan karakter kejujuran, keberanian dan itegritasnya dan Djarot dengan kesantunan dan kentalnya pengalaman akan berhadapan dengan Anies yang mempunyai kemampuan narasi yang terbilang baik dan Sandiaga Uno dengan andalannya berbahasa symbol-simbol “Oke Oce” disetiap kesempatannya akan menjadi tontonan yang menarik dan berharga semoga pihak penyelenggara debat dapat “mengkuliti” segala indahnya kemasan dan segala tipuan kemunafikan yang ada.

    “Tontonan” ini diharapkan bukan saja akan membantu masyarakat pemilih untuk menentukan pilihannya namun juga dihadapkan agar dapat menginisiasi aktifitas lainnya yang harus dapat mengimbangi ulah para politikus-“tikus” rakus  perampok uang rakyat yang gencar terus menerus menggulirkan primordialisme yang menghina dan melecehkan akal sehat yang sudah terbentuk baik di masyarakat.

    Penulis : Dudi Akbar   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Babak “Final” Debat Kejujuran Vs Kemunafikan, Live Ekslusif 19.30 WIB Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top