728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 Maret 2017

    Arab Saudi dan China: Dua Sahabat Karib

    Minggu depan Raja Salman bin Abdulaziz dan rombongan  akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China. Bagaimana hubungan antara Arab Saudi dengan China? Beginilah kurang lebih keadaannya.

    Diawali dengan pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Arab Saudi dan China di Oman pada tahun 1985, kedua negara kemudian menjalin hubungan diplomatik resmi pada tahun 1990. Hubungan diplomatik pun disusul dengan hubungan ekonomi.

    Pada tahun 1999 Presiden Jiang Zemin datang ke Riyadh untuk menandatangani kesepakatan kerja sama minyak strategis. Peristiwa ini menjadi tonggak hubungan ekonomi kedua negara yang semakin erat. Pada tahun 2004, Sinopec, BUMN minyak RRT, meneken kesepakatan untuk mengeksplorasi gas di Rub’ al Khali di Arab Saudi.

    Mempunyai dana yang besar berkat minyak, Arab Saudi adalah investor besar di China, mungkin seperti Jepang di Indonesia puluhan tahun yang lalu. Arab Saudi dan China sama-sama berkepentingan untuk jual beli minyak.  Pada tahun 2004, Aramco menanamkan modal hampir $1 miliar untuk membangun pabrik petrokimia di Provinsi Fujian, untuk mengolah 8 juta ton minyak mentah dari Arab Saudi.

    Pada bulan Januari 2006, untuk pertama kalinya kepala negara Arab Saudi, yaitu Raja Abdullah, berkunjung ke China. Selama di China, Raja Abdullah menandatangani lima kesepakatan, menyangkut kerjasama bidang energi. Tiga bulan kemudian President Hu Jintao membalas berkunjung ke China. Presiden Hu adalah kepala negara kedua yang mendapat kehormatan menyampaikan pidato di Dewan Legislatif Arab Saudi. Mungkin yang pertama adalah Presiden Soekarno, entahlah.

    Pada tahun 2009, perusahaan kereta api China memenangkan tender $1.8 miliar untuk membangun monorail di Mekah untuk memperlancar perjalanan jemaah haji.

    Bagi Arab Saudi, China adalah negara mitra dagang yang utama. Data tahun 2014 menunjukkan bahwa China adalah negara tujuan ekspor terbesar Arab Saudi ($44.2 miliar), disusul Jepang ($42.5 miliar), Amerika Serikat ($41.8 miliar), Korea Selatan ($33.1 miliar) dan India ($30 miliar). China juga negara importir terbesar Arab Saudi ($20.5 miliar), disusul Amerika Serikat ($15.4 miliar), India ($13 miliar), Jerman ($11.5 miliar) dan Korea Selatan ($8.29 miliar).


    Tidak hanya hubungan dagang dan investasi, kedua negara juga mempunyai hubungan erat dalam bidang sosial. Ketika terjadi gempa bumi di Sichuan tahun 2008, Arab Saudi memberi bantuan sangat besar untuk China, berupa segepok uang senilai € 40 juta, dan bahan mentah senilai € 8juta.

    Di pihak lain, perusahaan China di Arab Saudi memberi beasiswa kepada mahasiswa Arab Saudi untuk belajar ke China, mungkin mereka tahu kalau ada ungkapan: Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China.
    ***
    Kunjungan Raja Salman ke China minggu depan akan semakin mempererat hubungan diplomatik, ekonomi dan sosial ke dua negara. Dua bangsa dengan keyakinan yang berbeda ini bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan sangat erat. Bagaimana di negeri Indonesia tercinta ini?
    –o0o–

    Referensi: en.wikipedia.org, atlas.media.mit.edu
    Foto: www.arabnews.com, thedailyblog.co.nz



    Penulis : Wardanto  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Arab Saudi dan China: Dua Sahabat Karib Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top