728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 Maret 2017

    Anies Nyinyir Kartu Jakarta Lansia Milik Ahok, Takut Kalah Pamor? Ini Penjelasannya

    Setelah ada pasukan merah Anies mulai sering berkomentar negatif mengenai program-program Ahok-Djarot, sekarang yang jadi sasarannya adalah Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang digaungkan oleh Ahok-Djarot. Kartu ini  adalah kartu yang diberikan kepada lansia yang kurang mampu, artinya apabila ada anggota keluarganya memiliki Kartu Jakarta Pintar diusahakan dan disurvey sedemikian rupa nanti para warga lansia bisa mendapatkannya.

    Dari Pihak Anies-Sandi sendiri juga sedang menyiapkan program serupa untuk lansia, Nah sekarang pertanyaannya adalah, siapa contek siapa? Karena Anies sendiri nyinyir lewat forum warga bahwa program Ahok untuk lansia dari Ahok baru bergulir di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

    KJL Versi Ahok

    Kartu Jakarta Lansia milik Ahok kemungkinan memiliki basis data yang sama dengan penerima KJP atau Kartu Jakarta Pintar, dimana ada keluarga tidak mampu yang anak-anaknya sebagai penerima KJP dan memiliki orang tua lansia yang dimana keluarga tersebut tidak memiliki cukup penghasilan untuk merawat lansia sebagaimana tersebut diatas..

    Disebutkan ada banyak sekali lansia yang sebenarnya memiliki penghasilan tetapi ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka tiap bulan, ada sekitar 62 ribu yang terdiri dari 12 ribu berpenghasilan dibawah Rp 2 juta dan 50 ribu dengan penghasilan dibawah 3 juta. (sumber)

    Nah kartu Jakarta Lansia yang diluncurkan Ahok ini akan berbentuk kartu yang terintegrasi dengan sistem perbankan Bank DKI, karena dalam penggunaannya nanti memiliki skema yang sama dengan KJP yang sudah diluncurkan terlebih dahulu untuk dunia pendidikan, tetap dengan skema gesek non tunai, karena dengan sistem ini akan mudah dipantau penggunaannya tanpa ada lagi kecurangan-kecurangan yang akan terjadi di lapangan. Hal ini juga untuk mendidik warga agar melek teknologi perbankan dan juga mendidik warga agar tidak selalu hidup dalam kecurangan artinya dapat bantuan dan tepat penggunaannya..


    Tiap warga lansia akan menerima Rp 600 ribu dengan cara transfer melalui Bank DKI, dan para lansia akan mendapatkan kartu yang akan bisa dipergunakan nantinya. Sekali lagi skema gesek non tunai akan meminimalisir kecurangan itu entah dari oknum luar keluarga atau bahkan keluarganya sendiri. Belajar dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dimana pada saat itu banyak sekali praktek pemotongan bantuan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan solidaritas sesama.


    Ahok sudah pernah menerapkan hal ini tetapi masih dalam lingkup yang kecil sebagai evaluasi untuk bisa dipergunakan di masa kedepannya. Dan ini adalah momen yang pas untuk memperkenalkannya. Dari pengalaman Ahok mengenai Kartu Jakarta Lansia yang sudah diterapkan modelnya mengambil dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) bukan dari APBD, dan sudah diterapkan sejak tahun lalu. Dan masih ada lagi program yang memanjakan Lansia versi Ahok, Apa saja? Sebentar nanti dibahas di bawah sendiri.

    Bantuan Lansia Versi Anies

    Bantuan lansia yang dilansir Anies sebagaimana disebutkan ini adalah cara pemberian dana langsung kepada yang berhak, artinya bahwa setiap (semua) lansia yang memiliki KTP Jakarta akan mendapatkannya. Bantuan lansia versi Anies ini juga menyasar  mereka yang memiliki ekonomi lemah. Bantuan lansia ini terintegrasi dengan layanan kesehatan dan juga transportasi gratis yang tergabung dalam tunjangan lansia versi Anies-Sandi. (sumber)

    Bantuan lansia Anies ini memiliki nominal Rp 300 ribu tiap bulan tetapi akan cair dalam triwulan atau per semester dalam bentuk tunai. Penyaluran tetap dengan tranfer ke bank, disediakan petugas yang akan mengirimkan uang ke rumah masing-masing lansia penerima bantuan tunai tersebut.

    Lansia di periode Ahok-Djarot pasti akan banyak dimanjakan, kalau soal transportasi gratis saja sudah disediakan. Dimanjakan untuk bisa menikmati wisata gratis dan segala akomodasinya, disediakan rumah peristirahatan atau villa khusus lansia di daerah Tangerang (masih dalam perencanaan). Kalau untuk layanan kesehatan dan sosial, patut diingat bahwasannya DKI jakarta memiliki pasukan ungu.

     Pasukan ungu ini bertugas untuk merawat lansia yang terlantar untuk bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.
    Pasukan ungu itu terdiri dari dokter, perawat, kader dari Dinas Kesehatan, relawan Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI), dan petugas pelayanan pengawasan dan pengendalian sosial (P3S) Dinas Sosial. Anggota pasukan ungu akan mendapat gaji tiap bulannya sebesar nilai upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2016. (sumber)

    Kalau dipikir-pikir KJL dan Pasukan Ungu milik Ahok lebih berkualitas dan mendidik warga dengan kebaikan daripada milik Anies yang masih konvensional, rawan untuk diselewengkan dananya.
    Ya seperti itulah … tukang nyinyir

    Penulis :  Mike   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies Nyinyir Kartu Jakarta Lansia Milik Ahok, Takut Kalah Pamor? Ini Penjelasannya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top