728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    Anies, Kata Djarot, Kamu Itu Mantan Pembantu Presiden

    Oke, jujur aja, perkataan Anies waktu debat di Mata Najwa itu lucu banget. Karena ditanya tentang kebenaran persepsi kepemimpinan Anies yang santun, sehingga dianggap tidak berani pecat anak buah, eh jawabnya ngelantur. Katanya, bagaimana tidak mungkin memecat anak buah, kalau dia saja sedang berusaha untuk memberhentikan Ahok. Jangankan anak buahnya, gubernurnya saja mau diberhentikan. Hmm, tepuk tangan dulu yuk, apresiasi karena bisa-bisanya sempet ngebelokin topik buat ngejatuhin orang lain. Tapi nggak jadi deh, gagal soalnya, malah jadi senjata makan tuan.

    Komentar Anies ini memancing reaksi publik, baik oleh pendukung Anies-Sandi yang tentu saja akan mengelu-elukan pernyataan tersebut, dan pendukung  Ahok-Djarot yang tentu mengernyitkan keningnya sepersekian detik, sebelum dijawab dengan elegan oleh Ahok,

        “Karena saya pelayan warga Jakarta, jadi kalau (Anies) mau mecat saya, bukan sebagai calon gubernur tapi sebagai warga DKI,” kata Ahok.

    Setelah debat berakhir, Ahok mengaku sedih lantaran tadinya Anies berencana menjadikannya sebagai penasihat, ternyata mau betulan dipecat. Tetot, sayangnya, dari jawaban Ahok saat debat, pernyataan Anies jadi senjata makan tuan, ditambah lagi komentar dari Djarot, yang kalau kata orang, savage.

        “Kalau Pak Anies dulu bisa dipecat, karena Pak Anies pembantu presiden. Kalau presidennya enggak cocok sama pembantunya ya diberhentikan,” ujar Djarot saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (29/3/2017).

    Betul itu kata Djarot. Beda, lah, pelayan berstatus gubernur dengan berstatus menteri. Kalau gubernur, statusnya dikontrak, kecuali memang ada hal-hal yang menyebabkan dia untuk diberhentikan atau mengundurkan diri. Sementara menteri, kalau Presiden merasa kamu sebagai pembantunya, kurang bagus kerjanya, ya tunggu waktu aja sampai ditendang.

    Yang saya tidak habis pikir, apa yang ada di pikiran manusia bernama Anies Baswedan yang juga calon gubernur Jakarta, sampai bisa berkata seperti itu? Dipikirnya gubernur bisa diberhentikan segampang presiden menghentikan menteri, kali, ya.

    Djarot tidak yakin bahwa Anies bisa memecat Ahok, karena menurutnya, Ahok-Djarot adalah pelayan kontrak lima tahun, dan yang menentukan putus atau tidaknya kontrak hanya warga Jakarta.

        Sementara itu, Djarot yakin mayoritas warga Jakarta akan memilih dia dan Basuki pada pemungutan suara mendatang. Karena itu, ia tidak yakin Anies bisa “memecat” Ahok.

        “Karena kami kan pelayan warga. Jadi yang menentukan biarkan warga. Kenapa? karena misalnya kalau dia tidak puas dengan Basuki-Djarot, enggak puas ya putus kontrak. Kami ini kan pelayan kontrak yang jalani kontrak lima tahun,” kata Djarot.

    Memangnya Anies itu siapa ya, sampai pede betul mau memberhentikan Ahok? Salah tuh, Anies, yang cuma bisa berhentiin gubernur itu cuma warga yang memilih.

    Sama saja kalau nanti Anies kepilih dan kerjanya plintat plintut tidak jelas juntrungannya, warga sudah terlanjur kecele dan tidak bisa memberhentikan anda. Wong, kontraknya yang perbarui warga Jakarta juga. Istilah kata, kalau sudah terlanjur teken kontrak ya tidak bisa mundur.

    Pilihannya mau menunggu kontrak habis atau kalau menurut UU 32 tahun 2004, divonis pidana paling singkat 5 tahun, tindak pidana korupsi, terorisme, makar, atau tindak pidana terhadap keamanan negara.

    Kebayang, nggak, kalau sampai dilayani oleh pelayan yang belagu? Mau pecat pelayan lainnya, padahal dia sendiri mantan pelayan, dan yang berhak memecat cuma majikannya, dalam hal ini, warga Jakarta. Tanpa bermaksud merendahkan profesi, tapi, ketemu teman yang belagu saja tentu sebal setengah mati, apa lagi dilayani oleh gubernur alias pelayan warga yang belagu.

    Dari kata-kata Anies di debat Mata Najwa, menunjukkan ambisinya yang segunung untuk jadi gubernur Jakarta. Tidak masalah program kerja yang dikampanyekan tidak masuk akal, yang penting dipilih jadi pelayan dulu. Suka kebalik-balik memang Anies. Kalaulah gubernur bisa dipecat oleh cagub, apabila setelah terpilih ternyata program Anies-Sandi tidak jalan, suruh saja cagub Jakarta tahun 2022 untuk pecat mereka!

    Anies oh Anies… pantas saja kamu jadi mantan pembantu presiden kalau ternyata perilakumu begini…

    Penulis : Nandita  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies, Kata Djarot, Kamu Itu Mantan Pembantu Presiden Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top