728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 Maret 2017

    Anies “Ditampar” Djarot, Diajak Tengok Jakarta Smart City Lounge

    Siapa yang tidak kenal dengan Djarot, pria berkumis yang digandrungi emak-emak tetangga. Kumisnya itu ga tahan boo. Djarot Saiful Hidayat, pasangan Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua mulai menunjukkan giginya (baca: taringnya). Djarot mulai banyak diekspos oleh media. Pada putaran pertama Ahok lebih banyak di ekspos oleh media, pada putaran kedua gantian donk Djarot yang diekspos, biar adil gitu lho. Dan ternyata Djarot memiliki nilai jual yang tinggi lho, yang diharapkan dapat menambah suara untuk bertarung dengan si mAnies & si superkaya.

    Sebagai wakil Gubernur, Djarot mempunyai keteladanan yang patut dicontoh oleh masyarakat. Djarot mempunyai kepribadian yang jujur, santun, sabar dan pemaaf. Sesuai dengan nasihat ayahnya, Djarot menyampaikan bahwa ia sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran. Apalagi sebagai wakil Gubernur, sudahlah tentu amanah yang diemban harus dijalankan dengan baik dan jujur tentunya. Ingatlah bahwa manusia mati akan meninggalkan nama, so .. jagalah nama baikmu.

    Kalau pada kampanye putaran pertama Ahok sudah menjadi sasaran tembak kaum bumi datar, dari isu reklamasi lah, isu penistaan agama lah, dan isu kotor lainnya, pada kampanye putaran kedua ini, Djarot mulai jadi sasaran tembak juga. Kasian ya mereka, Ahok ditembak ga kena, eh nembaknya Djarot. Kasian deh lu.

    Pembawaan Djarot yang berkumis ini sangat tenang dan tanpa emosi sama sekali menunjukkan kualitas pemimpin yang bijaksana. Tidak seperti si superkaya yang sombongnya minta ampun. Baru mempunyai kekayaan 3T aja sombongnya keterlaluan. Saya yang ga punya apa-apa saja tidak sombong. Huh!

    Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat langsung mengucap istigfar saat calon gubernur DKI nomor pemilihan tiga Anies Baswedan menyebutkan bahwa Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta belum menerapkan open governance. Djarot mengklaim, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menerapkan keterbukaan data.

    “Astagfirullah al adzim, sudah dari dulu, kami open banget, bahkan open data supaya bisa diketahui,” kata Djarot di kawasan Klender, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017).

    Apa sih yang dimaksud oleh si mAnies mengenai open governance? Kok bisanya cuman beretorika melulu sih. Sebelum ngomong baiknya cek dan ricek dulu nies, jangan jadi orang tuh asbun doank.

    Djarot mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah menjalankan berbagai system  yang mendukung keterbukaan data. Mulai dari e-budgeting, e-musrenbang, dan lain-lain. Namun, hanya pihak tertentu yang dapat melihat e-budgeting, termasuk merubah anggaran. Pihak-pihak tersebut adalah Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Bappeda DKI, dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta. Semua anggaran yang telah disahkan DPRD DKI Jakarta dan Kementrian Dalam Negeri dapat dilihat di Jakarta.go.id.

    “Tamparan” Djarot ke Anies

    Anies sebelumnya mengungkapkan keinginannya untuk mengimplementasikan sistem open governance, atau mengikutsertakan masyarakat dalam pembangunan. Keinginan itu juga dia sampaikan saat mengikuti debat cagub-cawagub DKI Jakarta putaran pertama.

    “Pertanyaan tadi kenapa di Jakarta belum (diterapkan open governance), saya rasa soal kemauan (Pemprov DKI). Kalau infrastrukturnya sudah ada. Di tempat lain sudah pake lho,” ujar Anies usai menghadiri pertemuan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/17).

    Dengan open governance, Anies membayangkan ke depannya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta hingga ke ti tingkat kelurahan akan diketahui warga. Dia berjanji akan mempermudah akses agar warga dapat mengawasi kinerja Pemprov DKI.

    Melihat tingkah laku Anies ini sungguh lucu, tiap kali melihat berita tentang si mantan yang satu ini membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Cobalah untuk membuka matamu pak mantan yang saya hormati, janganlah hanya ngecap doank. Please ..

    Di kesempatan lain, Djarot berencana mengajak Anies melihat-lihat “Jakarta Smart City Lounge” yang berada di lantai 3 Balai Kota DKI Jakarta. Di sana, warga dapat melihat kota Jakarta dalam satu ruangan.

    “Mungkin Pak Anies baru tahu, makanya sekali waktu mungkin Pak Anies perlulah diundang ke Balai Kota agar bisa lihat Jakarta Smart City. Bagaimana proses e-budgeting kita, e-planning kita, e-musrenbang kita. Itu bisa diketahui semua orang dengan menggunakan teknologi informasi dan aplikasi,” kata Djarot.

    GUBRAK!!! Apa kan saya bilang. Program-program kaum bumi datar tuch cuman CTRL C – CTRL V doank (kopi paste kalau dalam bahasa Indonesia). Atau ga hanya pake ++ saja. Emang paket hemat apa pake ++. Kalau orang normal sih sebenarnya udah berasa ditampar tuch. Kalau ga normal sih, yah ga tau deh.

    Akhir kata, saya hanya mengharapkan bagi warga yang masih waras, dapatlah memilah-milih mana pemimpin  yang baik dan tidak baik. Mana pemimpin  yang benar-benar bekerja ataupun hanya beretorika ga jelas. Semuanya akan terjawab nanti setelah pencoblosan.

    Begitulah kura-kura.


    Penulis : Frank  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies “Ditampar” Djarot, Diajak Tengok Jakarta Smart City Lounge Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top