728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Maret 2017

    Aneh Bin Ajaib, KPUD Tidak Tahu Ahok-Djarot Sudah Datang Rapat Pleno Penetapan

    Ketidakprofesionalan KPUD DKI kembali dipertanyakan. Setelah menjadi pergunjingan publik dengan mengubah aturan main di putaran kedua yang awalnya tidak ada kampanye menjadi ada kampanye terbuka, KPUD DKI kembali melakukan kesalahan yang menjadi bukti mereka tidak profesional. Kesalahan yang membuat acara rapat pleno penetapan pasangan cagub-cawagub untuk Pilkada DKI putaran kedua menjadi tidak kondusif.

    Rapat pleno penetapan pasangan cagub-cawagub untuk Pilkada DKI putaran kedua yang diadakan di Hotel Borobudur sedianya dimulai pukul 19.30 WIB. Namun, sampai dengan pukul 20.00 WIB tak ada tanda-tanda acara akan dimulai. Pasangan Ahok-Djarot akhirnya memutuskan untuk meninggalkan acara karena melenceng dari jadwal. Pasangan nomor urut dua ini keluar dari ruangan setelah satu jam menunggu dimulainya acara.

    Parahnya, KPUD DKI malah menyalahkan Ahok-Djarot yang salah ruangan. Karena salah ruangan maka Ahok-Djarot dikatakan belum hadir dan akhirnya saling menunggu. Meski mengakui bahwa hal ini adalah kesalahpahaman dan kekliruan KPUD DKI, menyalahkan Ahok-Djarot tetap saja dikemukakan.

    “Sebenarnya bukan keterlambatan, kita kan menunggu, kita nunggu supaya paslon itu semua hadir. Jadi kita, tadi saya datang, saya nanya, apakah sudah hadir semua, katanya ternyata belum,” kata Sumarno di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (4/3) malam.

    “Jadi tidak benar tadi dianggap bahwa kita menunggu paslon nomor urut 3. Nomor urut 3 juga sudah hadir. Tapi tadi kan pasangan calon Pak Ahok Djarot berada di ruangan lain yang bukan di ruangan yang disiapkan oleh KPU,” jelas Sumarno.

    KPUD DKI ini memang pantas diberi label KPUD aneh bin ajaib. Bayangkan saja, alasan tidak tahu Ahok-Djarot sudah datang dijadikan alasan untuk tidak memulai acara rapat pleno penetapan. Padahal Ahok-Djarot sudah datang sejak Pkl 19.00 wib. Tetapi acara tidak juga dimulai-mulai dan akhirnya melakukan Walk-out.

    Berdasarkan undangan yang disampaikan KPU DKI, rapat pleno dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Namun sampai sekitar pukul 20.00, tak ada tanda-tanda acara akan segera dimulai. Saat pukul 20.00, Djarot mengaku melihat Anies-Sandi maupun para komisioner KPU DKI masih makan malam di ruang tunggu.

    “Kami sudah datang jam 19.00. Tapi kita lihat mereka masih makan-makan dan belum dimulai,” ujar Djarot.

    Lalu apa sebenarnya yang membuat kejadian aneh bin ajaib ini terjadi?? Menurut pengamatan abal-abal saya, ada beberapa kemungkinan yang terjadi sehingga peristiwa ini bisa terjadi.

    1. KPUD DKI datang lebih lama dari Ahok-Djarot.

    Hal ini bisa kita lihat dari pernyataan Sumarno yang tidak tahu bahwa Ahok-Djarot sudah datang. kalau datang lebih cepat, seharusnya Sumarno tahu bahwa Ahok-Djarot sudah datang.

    “Saya kan nunggu di sana, enggak ada Pak Ahok kan, cuma ada Pak Anies dan Pak Sandi. Tiba-tiba beliau masuk dan menyatakan kenapa kok enggak dimulai saya sudah nunggu lama. Rupanya menunggunya di tempat lain. Kita kan enggak tahu,” ujarnya.

    Kalau Sumarno baru masuk dan hanya menemukan Anies dan Sandi, maka kemungkinan besar Sumarno datang terlambat. Tidak mungkin dia tidak tahu kalau memang Ahok dan Djarot sudah ada di tempat acara.

    2. Bukan Ahok-Djarot yang ditunggu melainkan Anies-Sandi.

    Pernyataan Sumarno bahwa mereka menunggu pasangan Ahok dan Djarot jelas tidak tepat. Karena Ahok-Djarot sudah tiba di tempat lebih dahulu daripada Ahok-Djarot. Alasan bahwa tidak ada staf yang memperhatikan terlalu mengada-ada.

    “Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi kehadiran calon,” ujarnya.

    Memang perlu berapa orang staf di KPUD DKI?? Apakah untuk mendeteksi pasangan Ahok-Djarot perlu staf khusus?? Kalau memang datang terlambat dan tidak tahu bahwa Ahok-Djarot sudah datang tidak perlu ngeles tidak menentu. Seperti lagu Ayu Tingting yang sibuk mencari alamat palsu.

    Jelas yang ditunggu adalah Sumarno dan pasangan Anies-Sandi. Ini bukannya mengaku salah, malah menyalahkan kekurangan staf untuk memperhatikan khusus kehadiran pasangan calon.

    Wajarlah memang kalau kubu Ahok-Djarot senewen dengan kelakuan KPUD DKI ini. Semua alasan yang dibuat terlalu mengada-ada. Keterlambatan jelas adalah karena KPUD DKI atau tepatnya Sumarno datang terlambat. Bukannya mengecek semua kesiapan malah asyik makan malam seperti tidak ada dosa.

    KPUD DKI harus terus diawasi oleh publik. Saya takut, KPUD DKI yang tidak profesional dan terindikasi memihak paslon yang sangat ngebet ingin kampanye akan melakukan kekeliruan dan ketidakadilan. Rakyat harus semakin aktif karena KPUD DKI sudah sulit dipercaya profesionalitasnya dan kenetralannya.

    Memang KPUD DKI ini aneh bin ajaib. Bisa tidak tahu Ahok-Djarot sudah datang. Lama-lama, tidak tahu juga kalau Pemilu sudah selesai dan Ahok-Djarot yang menang. Karena mereka menunggu kemenangan Anies-Sandi yang tidak kunjung tiba. Dasar aneh.

    Salam Aneh Bin Ajaib.


    Penulis :  Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Aneh Bin Ajaib, KPUD Tidak Tahu Ahok-Djarot Sudah Datang Rapat Pleno Penetapan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top