728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Maret 2017

    (Analisis) Politik Akherat: Dari Ayat Pindah ke Mayat

    Design politik DKI makin hari makin jorok. Bukan begitu, Sobat? Pada perhelatan demokrasi Pilkada DKI putaran pertama, kita semua melihat, Ahok unggul, bahkan di sarang demagog relijius yang mati-matian memusuhinya.

    Sebagian bergumam, “dari politik ayat pindah ke politik mayat” ini tak sederhana. Siapa yang benar-benar yakin dan bangga mendiskreditkan sebuah jenazah hanya karena pilihan politiknya? Cara satu-satunya adalah mengikuti track yang sudah disediakan sejak awal.

    Mengapa saya katakan “sejak awal”? Ya  dari awal mereka bersama dan punya pola yang sama. Pola yang sarat muatan “ukhrawi” (baca: bersifat ke akherat-akherat-an). Mengeksploitasi keimanan seseorang untuk menguasai panggung politik.

    Sama dengan Saudi Arabia, persis! Iming-iming menaikkan quota haji dari 168.800 (di 2016) menjadi 221.000 (di 2017). Saat ini estafet “politik akherat” dilanjutkan dengan mengancam mayat. Iming-iming pertambahan quota haji dengan iming-iming dishalatkannya jenazah, yang secara “kebetulan” terjadi berdekatan.

    Lalu kita katakan ini “natural”? hanya sekedar karena kebencian? hanya karena dendam? atau hanya karena menjaga marwah sebuah Agama? Sobat, silahkan berpikir dan tentukan sendiri. Dari mana ideologi ini kita dapat? dari mana ajaran yang begitu keji ini kita peroleh?

    Yang jadi soal: masih banyak dari kita yang meyakini politik akherat ala Saudi menguntungkan kita. Mulai logis, sobat! Bila quota haji ditambahkan, siapa yang untung? Sobat bisa jawab sendiri. Dan bila jenazah sobat tak dimandikan, siapa yang rugi? sobat tak rugi bila jenazahnya tak dimandikan, bahkan Allah menjanjikan azab yang pedih bagi siapapun yang tak menghormati jenazah sesama muslimin.

    Dari situ saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa yang benar-benar bahagia karena politik akherat ini adalah mereka yang sejak awal berada dalam mata rantai politik US dan Saudi — yang saat ini berafiliasi dengan beberapa negara Arab dan berniat mendirikan “koalisi Sunni” (mereka menamakannya seperti itu). Tujuannya untuk merajai Perang Dunia III.

    Dan siapa saja yang terlibat dalam politik akherat ini (di Indonesia)? Sobat bisa mulai menyimak twit beberapa ustad yang mendukung segala agresi terhadap mayat pendukung musuh mereka. Dan sobat juga bisa mulai membaca argumen sektarian dari para ustad yang seakan tutup mata dengan fenomena ini. Terutama, paslon yang (secara langsung) diuntungkan dengan fenomena ini dan tak langsung mengecamnya, sampai ada korban. Walaupun kemarin Anies meminta agar segala ancaman yang menolak memandikan jenazah pendukung Ahok diturunkan.

    Saya ingat ucapan Paman saya beberapa bulan sebelum ia meninggal “hampir di setiap moment dalam politik, banyak politisi hadir sebagai pahlawan atas kehancuran yang ia ciptakan sendiri”.

    Terakhir, “follow the money“, siapa saja yang mendukung pendanaan paslon nomor 3 beserta segala aksi-aksi yang bermuatan politik akherat itu? Rumornya, “Hari Tanoe otw masuk Islam”. Tapi itu belum bisa dibuktikan sampai tiba waktunya nanti. Dan untuk info ini saya juga tak bisa sebutkan sumbernya, bukan karena tidak ada, tapi karena ini hanya prasangka pribadi saya setelah obrolan yang cukup lama dengan salah seorang yang “mengaku” relawan HT dan dari sumber-sumber yang beredar di internet terkait kedekatan HT dengan “Islam”.

    Sebagai penutup, perlu sobat ingat lagi bahwa bila benar semua elemen yang terkait berada di atas ceruk politik US dan Saudi, sangat bisa kita yakini bahwa its all about Suriah! Sobat bisa baca disini tentang kerjasama Saudi dan Qatar untuk menghancurkan Suriah –> http://parstoday.com/id/news/iran-i28933-arab_saudi_dan_qatar_terlibat_kejahatan_perang_di_suriah

    Jangan juga sobat lupakan “Qatar Charity” LSM yang sudah diresmikan di Indonesia mulai tahun 2006. LSM ini memang non governmental, tapi membawa nama “Qatar” dengan dana yang sangat luar biasa, tidak mungkin tanpa relasi politik yang erat dengan negara terkait. Saya tak ingin sobat beranggapan bahwa saya sedang cerita ngalor-ngidul tanpa ujung. Segera saya tutup artikel ini.

    Bila beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan foto mesra yang menggambarkan kedekatan antara paslon nomor 3 dengan Hari Tanoe which is dia seorang pengusaha kaya raya.

    poskotanews.com

    Kemarin, Sandi mendatangi AQL (Arrahman Quranic Learning) untuk menggalang dana kampanyenya. AQL adalah organisasi yang dipimpin oleh Bachtiar Nasir. Dan saya langsung curiga, ada apa dengan AQL? Ternyataberdirinya AQL ini juga berkat support dana dari Qatar Charity. –> http://aqlislamiccenter.com/2013/09/28/aql-islamic-center-bangun-pesantren-anak-jalanan/

    Please remember, follow the money!
     
     
    *Ilustrasi cerdas dari beritadunia(dot)net : Kebetulan harus Lewat Ahok, Jokowi menahan Indonesia agar tak tergabung dengan koalisi tolol buatan US (yang sejak awal menggunakan politik akherat).
     
    Begitulah kura-kura.
     
     
     Penulis : acin muhdor   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: (Analisis) Politik Akherat: Dari Ayat Pindah ke Mayat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top