728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 30 Maret 2017

    Akhirnya Diakui Aksi 313 Untuk Menangkan Gubernur Muslim

    Judul ini bukan kesimpulan saya sendiri. Judul ini diambil dari pernyataan Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al Khathtath, yang dimuat di CNN. “Aksi besok tidak bubar di istana. Kami akan pulang bareng dan menuju titik yang dituju untuk Salat Maghrib. Ini dalam rangka kesatuan umat Islam bela Islam, Alquran dan memenangkan gubernur muslim Jakarta,” itulah pernyataan Sang Sekjen yang dikutip CNN.

    Sekarang Calon Gubernur DKI hanya ada dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. Dari dua calon itu kita semua sudah tahu siapa Calon Gubernur yang mereka mau menangkan. Dan calon yang mereka menangkan adalah calon yang selalu mengelak membawa-bawa isu agama untuk kepentingan politiknya.

    FUI mengibaratkan aksi demo 313 ini seperti Perang Badar yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dan seperti aksi-aksi 3 angka sebelum-sebelumnya mereka juga mengklaim peserta berjumlah ratusan ribu tidak hanya akan datang dari Jakarta, tetapi juga dari luar Jakarta bahkan luar Jawa. Ini sebetulnya mau Pemilihan Gubernur DKI Jakarta atau Pemilihan Presiden RI kok sampai orang luar Jakarta dilibatkan segala ikutan aksi?

    Tuntutannya apa? Tuntutan aksi 313 tak berbeda dari aksi-aksi sebelumnya yakni meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera ditahan atas kasus dugaan penodaan agama. Aksi juga meminta pemerintah segera memberhentikan sementara Ahok dari jabatan gubernur DKI lantaran saat ini berstatus sebagai terdakwa. Namun mereka menolak aksi ini dianggap sebagai aksi politis.

    Lucu ya logikanya. Sebentar saya jadi pengen ngakak dan garuk-garuk kepala membacanya. Jadi mereka mengelak aksinya disebut politis, tetapi mereka terang menyebut aksi tersebut untuk memenangkan gubernur Muslim. Pemilihan Gubernur bukan kegiatan politiskah? Pembelaan yang sangat konyol seperti halnya yang dilakukan oleh Anies Baswedan yang membantah menyudutkan Ahok soal polemik Al-Maidah namun di acara Mata Najwa Debat Final Pilkada DKI Jakarta kemarin, Ia berulang kali membawa-bawa kasus Ahok tersebut ke arena debat. Bahkan aksi ‘pengamanan’ TPS yang dilakukan simpatisannya pada 19 April 2017 saja sudah dinamakan Tamasya Al Maidah. Jika ada peribahasa like father like son untuk menjelaskan kelakuan ayah dan anak yang serupa, maka mungkin hal ini bisa dikatakan kualitas pendukung juga menyiratkan kualitas Cagub yang didukung. Betul?

    Sidang Ahok sudah berjalan lama. Tuntutan mereka agar Ahok diadili sudah dilakukan. Mereka ini kok lama-lama seperti anak rewel yang mau semua keinginannya harus dikabulkan. Ahok saja belum terbukti bersalah, bagaimana mungkin Ia harus dicopot dari jabatan Gubernur DKI Jakarta? Kalau mereka ingin menegakkan hukum, baiknya menyuruh Sandiaga Uno yang mendapat panggilan polisi namun bolak-balik mangkir dan malah minta kasus hukumnya ditunda hingga Pilkada selesai.

    Mengerahkan massa, mendatangkan kelompok orang dari luar kota, menggelar aksi tentulah kita akan berbicara tentang dana. Baik untuk transportasi, logistik spanduk, konsumsi, akomodasi, dll. Siapakah yang membayar itu semua? Mereka urunan? Kok rasanya tidak mungkin. Masih ingat peserta aksi 212 yang tidak dapat pulang sendiri karena tidak ada uang sehingga akhirnya dibantu pemulangannya oleh Kementerian Perhubungan? Kalau mereka berangkat dengan kesadaran sendiri tentu mereka sudah mempersiapkan semuanya, termasuk kepulangan, dengan baik. Justru karena mereka yakin ada yang akan ‘mengurus’ makanya mereka menerapkan prinsip yang penting berangkat demo.

    Saya kagum loh dengan yang ‘mengurus’ dan ‘mensupport‘ para peserta demonstrasi ini. GNPF MUI pernah menyatakan bahwa ada ‘subsidi’ dana sebesar 100 Milyar yang digunakan untuk aksi November lalu. Fantastis! Dan entah berapa Milyar lagi yang akan keluar untuk aksi 313 ini. Daripada dibuat demo dan bikin negara harus keluar anggaran 70 Milyar lebih untuk pengamanan kenapa sih dananya nggak dibuat untuk hal yang lebih jelas manfaatnya? Misalkan membiayai pendidikan anak-anak sehingga nantinya ada yang bisa menjadi pemimpin yang mumpuni seperti Ahok namun agamanya Islam. Memangnya dengan demo-demo seperti ini bisa memberikan contoh bagaimana seharusnya orang berjuang untuk sesuatu yang lebih baik? Sadar atau tidak, generasi muda yang ikut dan melihat aksi seperti ini akan berpikir “ah pokoknya bisa kerahkan massa dan bikin ribut dengan teriakkan isu sana-sini maka akan bisa mendapatkan kepentingan dan keinginan saya“.

    Penulis :  Rahmatika   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Akhirnya Diakui Aksi 313 Untuk Menangkan Gubernur Muslim Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top