728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 04 Maret 2017

    Ahok “Menampar” Anies dengan Undang Makan Pasukan Oranye di Balai Kota, Mereka Dianggap Keluarga

    Pada hari Kamis, 2 Maret 2017, pasukan oranye dan pasukan biru diundang oleh Pak Ahok untuk hadir ke Balai Kota. Mereka diberikan suguhan musik dangdut dan tontonan ringan. Pastinya raja Dangdut tidak hadir di sana meskipun ada musik dangdut hehehe.

    Para pasukan oranye dan pasukan biru mendapatkan hiburan di Balai Kota. Balai Kota yang dulunya adalah tempat rapat dan tempat formal, diubah sedemikian rupa oleh Pak Ahok menjadi lebih asli. Istilah balai memang terkenal sebagai tempat perkumpulan warga. Mereka dengan bebas berbincang-bincang di balai.

    Balai kota betul-betul jadi “balai kota”

    Balai kota selain menjadi tempat rapat, berunding, dan perkumpulan aparat pemerintah dan kegiatan kemasyarakatan lain, balai juga menjadi tempat berkumpulnya warga. Inilah yang sedang dihidupkan lagi oleh Pak Ahok. Tidak heran setiap pagi balai kota menjadi tempat warga mengadu kepada pemerintah, baik langsung kepada Pak Ahok, maupun dilayani oleh PNS yang selalu siap di sana.

    Bukan keinginan pasukan, melainkan keinginan Gubernur Basuki

    Demikian juga dengan kedatangan Pasukan Oranye dan pasukan biru di Balai Kota. Bahkan kedatangan ini bukan merupakan keinginan pasukan, melainkan keinginan Pak Ahok, yang saat ini menjabat sebagai gubernur aktif dan sah dari DKI Jakarta, bukan Fahrurozy hehehe.

    Dengan menggunakan seragam oranye dan biru, mereka memenuhi ruangan rapat di balai kota. Mereka diberikan kesempatan unjuk gigi di depan Pak Ahok dengan nyanyian-nyanyain yang dibuat, yel-yel yang ada, dan banyak aksi lainnya. Ini merupakan satu daya pikat tersendiri dari Ahok kepada warga DKI, khususnya mereka yang bekerja di bawah pemprov DKI.

    Agenda sebetulnya


    Sebenarnya Ahok juga ingin memberikan pengarahan kepada pasukan oranye mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, dan memberikan motivasi kepada mereka agar mau melayani warga Jakarta dengan baik.

    Pak Ahok mewakili warga Jakarta memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pasukan biru dan pasukan oranye. Ahok mengatakan bahwa warga Jakarta bangga kepada pasukan-pasukan berani mati ini demi kepentingan orang banyak. Kini rumah kami bersih. Terima kasih, pasukan!



    Pasukan ini lebih berharga daripada anggota-anggota DPR yang kerjanya hanya mencibir dan menghina Pak Ahok yang memanusiakan manusia. Ahok mengatakan bahwa jasa mereka tidak sebanding dengan gaji yang didapat. Meskipun tidak ada follow up tentang kenaikan gaji pasukan oranye, kalimat ini tentu menjadi kalimat yang sangat memotivasi pasukan oranye.

    Dennis dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)


    Ahok ingin menjadikan pasukan oranye lebih mengutamakan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Jangan sampai bahaya datang karena kelalaian. Dennis, seorang pegawai PPSU menjadi korban dari derasnya aliran arus sungai banjir. Maka Ahok mengundang mereka juga untuk mengingatkan akan pentingnya K3. Dalam pertemuan itu, Ahok berdoa agar anak Dennis diberikan perlindungan Tuhan. Dia tidak berdoa saja, dia memberikan solusi, bahkan istri Dennis diundang untuk hadir.
    “Saya yakin anak dalam kandungan, Tuhan akan berkati. Ketika orang ditakdirkan dia yatim, pasti Tuhan akan memelihara. Tidak mungkin Tuhan izinkan sesuatu yang terjadi, melebihi kemampuan kita,” ujar Ahok.
    Respon pasukan terhadap undangan Pak Ahok
    “Dulu dilihat PPSU dianggap sebelah mata, boro-boro mau jadi PPSU, (karena) kerjaan kayak begini (bersih-bersih jalan),” kata Szeimy.
    Ucapan terima kasih begitu banyak mengalir dari mulut-mulut PPSU, mereka tidak disuap. Mereka diberikan gaji yang layak untuk hidup di kota Jakarta. Meskipun bagi sebagian besar dari kita, gaji tersebut adalah gaji yang tergolong kecil.
    “Sekarang got-got di dalam bersih. Bukti nyata kerjanya ada. Di situ sudah jelas. Dengan apresiasi Pak Ahok, (kami) berterima kasih sudah dianggap,” kata Sigit.
    Undangan Makan dalam Tradisi Timur

    Mengakhiri sambutannya Pak Ahok mengajak mereka semua untuk makan malam bersama. Meja prasmanan lengkap dengan makanan yang masih hangat tersedia di tempat itu.

    Mengajak makan, merupakan satu bentuk apresiasi yang tinggi, khususnya di dalam tradisi Tionghoa. Mengajak makan bersama memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai keluarga. Artinya Pak Ahok menganggap petugas PPSU sebagai keluarga mereka.

    Mana tamparan kepada Anies?

    Selama ini Anies mengatakan bahwa Pak Ahok adalah orang yang arogan dan Jakarta butuh pemimpin baru. Kita melihat disini bahwa hal tersebut dengan mudah ditepis Pak Ahok. Pak Ahok adalah pemimpin yang dicintai oleh pekerjanya dan warganya, tidak seperti Anies yang dikasihi oleh atasan-atasan dan sekelompok orang yang memiliki kepentingan saja.

    Adakah Gubernur yang pernah mengajak makan bersama bawahannya, selain masa kampanye?
    Jawab dong yang saya tanyakan?


      Penulis : Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok “Menampar” Anies dengan Undang Makan Pasukan Oranye di Balai Kota, Mereka Dianggap Keluarga Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top