728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Maret 2017

    Ahok-Djarot Walk Out, Ini Kata Anies…

    oh Anies Baswedan memang seorang yang sangat pintar bermain kata.

    Undangan yang disampaikan oleh KPU pada ke dua Paslon untuk menghadiri Rapat Pleno adalah jam 19:00. Ahok dan Djarot datang sebelum jam 19:00 dan mereka menunggu sampai satu jam, Rapat Pleno masih belum dimulai. Konferensi Pers pun digelar oleh Paslon 2 karena mereka memutuskan untuk meninggalkan ruang rapat dan tidak mau menunggu lebih lama lagi berhubung ada acara bertemu dengan Bapak Jokowi.

    Saya nonton berita “Kompas Malam” malam ini, ada yang aneh.

    Reporter Kompas TV bertanya, “…Pak Anies ini gimana ceritanya kok bisa terlambat Pak, apa alasannya?” Anies terlihat tidak suka dengan pertanyaan dia sungkan menjawab, “Menurut saya Kompas TV harus lebih objektif. Kompas TV tidak fair tadi mengabarkan bahwa Anies-Sandi terlambat, saya katakan itu tidak benar” Lalu dikejar pertanyaan berikutnya, “Bapak datang jam berapa konfirmasinya?” Anies menjawab ngeles, “Jadi anda ngga boleh seperti itu. Jangan dong. Sebagai media yang berusia panjang, kompas harus bisa objektif”. Sang Reporter masih mengejar karena dia masih belum mendapat jawaban atas pertanyaan.

    Dan apa yang Anies bilang? KIta bisa menebaknya. Anies bilang, “Kami datang sebelum 19:30. Kemudian diatur oleh KPU. Jangan menggiring opini. Kita didalam ruang tunggu diarahkan oleh KPU. Alhamdulillah kita mengikuti semuanya dengan tertib dan baik”.

    Si Reporter me-wraping up ucapan Anies, “Berarti jam 19:30 Pak Anies dan Pak Sandi sudah ada di ruang VIP. itu firmnya” Lucu, Anies gelagapan sambil terbata dia bilang, “Oh ya bahkan kita datang semua media ada kok. Jadi menurut saya ngga usah diplintir-plintir dah. Kompas ngga usah ikut-ikut mlintir”. Buset… malah balik nuduh. Jagoan kan dia?

    Sebelum ke masalah kedatangan dia yang terlambat, Anies sempat bilang, “… Dan kami melihat persentase itu lebih dari sekedar angka. Ini soal kepercayaan. Kami merasa terhormat dengan kepercayaan yang ada dan kami yakin keinginan warga Jakarta mayoritas adalah ganti Gubernur. Itulah keinginan warga Jakarta mayoritas. Kalau anda lihat kemaren angkanya maunya ganti Gubernur…. Kita akan berjuang untuk memenuhi harapan warga Jakarta”. Weleh…

    Akan ada debat lagi tidak ya? Saya penasaran program apa yang akan dipaparkan? Saya yakin program yang digadang di debat Pilkada putaran pertama kemaren semuanya pasti sudah total berubah. Bagaimana tidak, Program OK OCE yang katanya mau dihak patenkan kalah sama Creative room-nya Ahok. Program KPR nol rupiah, angkanya tidak ketemu sampai sekarang, program urban renewal secara anggaran tidak memungkinkan karena kemahalan dan Ahok pun pernah juga mencoba melakukan hal yang sama dan dibatalkan karena tidak sepadan antara input dan output. Terkait dengan peningkatan mutu birokrasi, program Open Governance dia juga gagal paham. Program peremajaan angkot dan kendaraan pribadi diatas Rp 3M, jujur yang satu ini saya tidak paham.

    Kembali ke masalah Rapat Pleno KPU, yang jadi pertanyaannya, kenapa KPU meminta Anies-Sandi untuk menunggu di ruang VIP sampai jam 20:00? Apakah ini disengaja agar acara Rapat Pleno menjadi milik mereka saja? Sampai akhirnya Paslon ke 2 memutuskan untuk “Walk Out” dan diberita dikatakan bahwa Paslon 2 tidak menghadiri rapat Pleno ini.

    Rapat Pleno akhirnya dimulai jam 20:30. Satu setengah jam molor  dari jadwal yang ditetapkan. Dan nampak kursi Paslon 2 kosong.

    Sepertinya Ada Cross Culture Disini.

    Kultur Ahok-Djarot yang sudah mengadopsi budaya “Tepat Waktu” bertabrakan dengan kultur Anies-Sandi yang masih merasa bangga akan budaya “Jam Karet” nya. Dan  apa yang diblow up kemudian adalah tentang “Misteri Kursi Kosong” dan ketidak hadiran Paslon 2. Sementara kalimat permintaan maaf atas keterlambatan datang ditempat tujuan tidak pernah menjadi berita dan bahkan masih berani bilang, “Kami datang tepat kok!”

    Djarot menjawab pertanyaan Wartawan dari dalam mobil bahwa dia sangat kecewa dan merasa sangat tidak dihargai baik oleh KPU maupun oleh Pasangan Calon 3 yang seperti sengaja datang terlambat.

    Kecurigaan saya bahwa keterlambatan ini memang disengaja untuk menggelitik Paslon 2 adalah tidak adanya kata maaf karena datang terlambat. Bahkan dengan congkak Paslon 3 mengaku datang tepat waktu.

    Bagaimana kalau sudah jadi Gubernur, Orang no.1 DKI Jakarta, kalau kebiasaan datang terlambat terus dipiara?

    Orang Eropa bilang, “When you respect someone, the first thing you must respect is his time!” Dan itu benar  adanya. So, Warga Jakarta, KALAU Tuhan memutuskan bahwa Anies yang akan memenangkan Pilkada dan menjadi Gubernur Jakarta, coba tolong diperhatikan, kalau dia sering molor, artinya dia tidak menghargai warga.

    Bagaimana mau menciptakan Bahagia warganya dan mengharapkan Gubernur yang mencintai warganya kalau menghargai saja tidak.

    Penulis : Erika Ebener   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok-Djarot Walk Out, Ini Kata Anies… Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top