728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 01 Maret 2017

    Ahok Dilaporkan ACTA Hanya Karena Kata ‘Rencana Saya’. Maunya Apa Sih?

    ACTA kembali melaporkan Ahok ke Bawaslu DKI Jakarta karena ucapannya saat meninjau Velodrome beberapa hari lalu. Saya sebenarnya agak bingung dengan ACTA, apa sih maunya mereka? Mereka itu ibarat misil yang sudah ter-lock ke arah target bernama Ahok. Jadi ke mana pun Ahok pergi, selalu saja dibidik dan siap ditembak kapan pun. Target locked and fire. Target lock and fire.

    Wakil Ketua ACTA Munatshir Mustaman mengatakan pihaknya melaporkan Ahok atas kasus dugaan penggunaan kegiatan pemerintah untuk kepentingan calon gubernur DKI.

    “Kami menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor dugaan pelanggaran Pasal 71 ayat (3) UU nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),” kata Munathsir. “Indikasi mengajak orang untuk memilih semakin menguat karena kata-kata yang digunakan sangat personal yaitu dengan ‘rencana saya’ bukan ‘rencana kami’ atau rencana Pemprov DKI Jakarta.”

    Adapun kalimat Ahok yang dipermasalahkan mereka adalah berbunyi seperti berikut:

    “Rencana saya, semua stasiun atau depo LRT, MRT, di Lebak Bulus, termasuk yang di Pulogadung, Rawa Buaya, dan Kampung Rambutan, itu semua ada harga apartemen bersubsidi dan jual tapi dengan subsidi, sehingga orang-orang kelas menengah yang mampu beli rumah di pinggiran tapi tidak mampu beli rumah di Jakarta bisa tinggal di Apartemen ini dengan harga kos”.

    Lihat kembali kata yang digaris tebal. Wah, ini benar-benar lucu. Hanya karena masalah kata ‘saya’, ACTA melaporkan Ahok dengan alasan karena ada indikasi mengajak orang untuk memilih dirinya. Menurut saya, ini adalah laporan yang sudah sangat desperate alias putus asa. Apa pun dijadikan sasaran tembak terhadap Ahok. Dulu, ACTA berseberangan dengan Ahok karena masalah agama, tidak ada terkait Pilkada. Dan sekarang apa yang terjadi adalah ACTA mulai mengurusi kepentingan Pilkada. Makin lama makin tampak apa yang mereka lakukan terhadap Ahok.

    Sebelumnya ACTA terkenal suka menggugat lalu mencabut gugatan di lain waktu. Sejauh yang saya tahu, ada dua gugatan yang entah mengapa dibatalkan dan dicabut.

    Yang pertama adalah pada Desember 2016 lalu di mana Ahok digugat dan diminta ganti rugi sebesar 470 miliar serta menghukum tergugat dalam waktu paling lama 10 hari sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap, dengan memasang iklan satu halaman penuh di sembilan surat kabar nasional. Memangnya Ahok pemilik itu bank atau media?

    Tapi sekitar sebulan kemudian gugatan tersebut dicabut. Novel Bamukmin mengatakan ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi pencabutan gugatan itu. Dia menegaskan gugatan itu mulanya ditujukan untuk menuntut ganti rugi. Selain itu, pihaknya kecewa terhadap proses yang terjadi dalam penanganan gugatan senilai Rp 470 miliar itu. Dia menyayangkan putusan pengadilan dan penyelesaian yang dianggap memakan waktu panjang.

    Ini tidak seperti biasanya. Sejauh yang saya tahu, biasanya mereka suka ngotot jika sudah bersinggungan dengan kasus Ahok. Maju terus pantang mundur sebelum tujuan tercapai. Tapi kali ini mereka rela mundur teratur dan tidak jadi menggugat. Sepertinya mereka sadar hasil dari gugatan ini akan sia-sia saja, buang waktu dan tenaga sehingga mereka memilih mundur.

    Yang kedua adalah ketika ACTA mengajukan gugatan ke PTUN dan meminta hakim untuk mendesak Kemendagri mengeluarkan surat pemberhentian sementara Ahok karena statusnya yang sudah terdakwa.

    Tapi beberapa waktu kemudian ACTA kembali menarik gugatannya. Per tanggal 16 Februari 2017, ACTA telah mencabut gugatan PTUN kepada pemerintah soal pemberhentian sementara Ahok yang telah menjadi terdakwa.

    Alasan pencabutan gugatan adalah karena ACTA tidak ingin dijadikan kambing hitam atau alasan untuk menunda pemberhentian Ahok, yang seharusnya sejak 13 Desember lalu dilakukan. Kalau gugatan tidak dicabut, paling cepat putusan baru akan keluar empat atau lima bulan mendatang. Proses hukum sampai tahap berkekuatan hukum tetap akan memakan waktu yang sangat lama.

    Sekarang ucapan Ahok soal saat meninjau Velodrome pun dilaporkan. Kita lihat apakah mereka akan kembali ke pola lama di mana beberapa waktu kemudian mundur teratur dan membatalkan laporannya. Dan jika ini benar-benar terjadi, maka mereka menyerang tanpa benar-benar dipikirkan masak-masak. Kalau mau gugat, gugatlah yang benar, tak perlu pakai emosi atas dasar kebencian semata.

    Kalau begini caranya, mereka seperti menembak tapi dengan mata tertutup. Asal tembak dengan harapan terkena target, yang sayangnya hingga sekarang tidak kena-kena. Menggugat dan melaporkan seperti ini malah memperlihatkan bahwa mereka kekurangan amunisi yang tepat untuk seorang Ahok. Sehingga yang dilakukan adalah asal tembak saja.

    Asal tembak membabi buta begini, dikhawatirkan nanti, next lawakan Ahok pun dilaporkan dengan alasan Ahok telah menghibur orang-orang hingga tertawa dan ada indikasi orang-orang jadi menyukai Ahok dan memilihnya di putaran kedua. Kan lucu pemikiran seperti ini.

    Yang lebih parahnya, ditakutkan Ahok kentut dan mencret pun akan dilaporkan saking desperate-nya.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Dilaporkan ACTA Hanya Karena Kata ‘Rencana Saya’. Maunya Apa Sih? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top