728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 Maret 2017

    Aher Bantu Kampanyekan Jurus Atasi Banjir, Ahok Merinding

    Kesediaan Gubernur Jawa Barat yang juga kader PKS untuk ikut kampanye  Cagub/Cawagub  Anies-Sandi mestilah diwaspadai oleh tim Cagub/Cawagub Basuki-Djarot. Alasannya jelas, Ahmad Heryawan alias Aher sangat menguasai jurus mengatasi banjir di daerahnya. Lihat saja bagaimana Sungai Ciarum ditaklukkan sehingga hanya pada musim penghujan saja beberapa daerah rendah di Dayeuh Kolot –Banjaran – Baleendah, dan sekitarnya dilanda banjir. Ya hanya pada musim hujan saja!

    Ini pasti berbeda jauh dengan Basuki yang terus ribut soal gorong-gorong yang tersumpal kulit kabel, terus bawel pada kinerja pasukan oranye, dan bahkan berhitung soal berapa jam air biasanya menggenang/membanjiri satu kawasan hingga surut. Seolah-olah pada musim kemarau pun Jakarta tak lepas dari ancaman banjir.

    Jakarta harus mawas diri sebab dahulu (zaman kolonial) di sana merupakan kawasan rendah, rawa-rawa, banyak aliran sungai. Bukan hanya terjangan air dari atas (hujan deras) dan kiriman arus air tanda cinta dari Bogor, namun juga cuaca tertentu yang mengirim ‘rob’ dari laut. Maka soal banjir di Jakarta, sekalipun pernah ditangani Gubernur berjulukan ‘serahkan pada ahlinya’ persoalan itu tidak segera dapat diatasi.

    Nah ini ‘serahkan pada ahlinya jilid dua’ bakal turun langsung mengkampanyekan cagub/cawagub yang antara lain diusung partainya.  Setelah dua periode ‘memajukan’ Jawa Barat, lalu berinisiatif mendorong sang isteri untuk tampil meraih jabatan Gubernur Jawa Barat pada periode 2018 – 2023,  Aher merasa cukup mumpuni untuk mengajak pemilih mencoblos Anies-Sandi karena ia ada dibelakang keduanya untuk mengatasi banjir Jakarta.

    Pengalaman sembilan tahun menghadapi masalah yang sama pasti tidak main-main. Mungkin saat ini usaha untuk menuntaskan persoalan banjir yang terkait dengan tak terkendalinya Sungai Citarum tampak belum cukup berhasil. Namun pasti kerja besar dan berbagai terobosan yang telah dilakukan akan dirasakan warga yang bermukim di kawasan langganan banjir kelak (entah kapan).  Penghijauan dan reboasasi sudah memadai. Pengerukan dan pelurusan aliran sungai pun sudah. Membudayakan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan telah lama terlaksana. Apalagi?

    Jangan pesimistis dulu dengan mengolok-olok:  “mengatasi banjir di dataran tinggi saja memble bagaimana mau menyiasati banjir di dataran rendah”.  Itu hanya soal waktu. Dalam hal apapun kita harus optimistis. Kalau media agak berlebihan mengeksploatir sisi negative banjir harap maklumlah. Mereka ‘kan mencari rezeki sebagian besar dari peristiwa musibah, cerita sedih, mala-petaka dan sebangsanya. Jadi tetaplah optimistis. . .!

    Pasti Pak Aher juga optimistis seperti ketika ia bersaing dan kemudian memenangkan rivalitas yang dikira orang tak seimbang menghadapi petahana Dani Setiawan dan Agum Gumelar  dalam Pilgub Jabar 9 tahun lalu.   Entah jurus apa yang digunakan Pak Aher waktu itu. Tapi nyatanya berhasil, dan nyatanya (mengikuti salah satu iklan Cak Lontong) ‘nyegerin’.

    Entah bagaimana tanggapan Basuki bila tahu usaha keras Pak Aher untuk menggapai amanah Jabar satu waktu itu. Satu hal yang dikampanyekan pastilah bagaimana mengatasi banjir di kawasan Bandung Selatan. Saya tidak yakin Basuki Tjahaja  Purnama alias Ahok akan tenang-tenang saja menyikapi hal itu, tidak sedikit pun punya perasaan merinding.  Namun katakanlah memang begitu kejadiannya, saya tidak heran.

    Satu hal yang pasti siapapun gubernurnya nanti, Jakarta membutuhkan sosok yang sanggup menanggulangi banjir yang rutin dan rajin menyambangi  banyak lokasi di sana. Siapapun yang memenangi Pilkada Cagub/Cawagub DKI Jakarta kelak tetapi tidak mampu menuntaskan persoalan banjir sebaiknya. . . . . . ya, sebaiknya jangan berkampanye lagi dengan menyinggung-nyinggung soal banjir.

    Sebelum amanah itu tiba berkampanyelah baik-baik untuk meyakinkan para pemilih Jakarta tentang cara mengatasi masalah banjir:  ‘serahkan pada ahlinya, dan akulah ahlinya. . . . .’. Pilih aku, dan bukan yang lain.  Selamat ikut berkampanye memenangkan Anies-Sandi, Pak Aher. Bikinlah Ahok merinding, jangan justru meringis guling-guling!

    Begitu saja. Mungkin omong-kosong di atas sekadar ironi. Tapi memang banjir di Bandung masih menjadi persoalan serius yang entah kapan teratasi, dan banjir di Jakarta setali tiga uang. Tidak gampang, dan tidak mudah. Berapa kali ganti gubernur, berapa kali ganti program. Berapa lama waktu berjalan, berapa banyak korban. Berapa besar biaya sudah dikucurkan, dan berapa banyak anggaran yang diselewengkan serta dikorupsi. Hasilnya sama: banjir bergeming!

    Untuk para korban banjir di Bandung  Selatan maupun Jakarta harap bersabar. Suatu ketika nanti pasti datang seorang gubernur  yang bukan hanya ‘ahlinya’ dalam ber-retorika, tapi terutama ahlinya dalam tindakan nyata mengatasi banjir. Mudah-mudahan!***

    Penulis :  Sugiyanto Hadi  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Aher Bantu Kampanyekan Jurus Atasi Banjir, Ahok Merinding Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top