728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 31 Maret 2017

    313 Tidak Bermuatan Politik? #JanganPaksaKami313 dan #313KerjaAje Menggema

    Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath menampik bahwa aksi 313 bermuatan politik. Dia bersembunyi dibalik undang-undang kebebasan berpendapat dan berbalik mengatakan bahwa justru yang melarang 313 kental dengan muatan politik. Benarkah demikian?

    Forum Umat Islam (FUI) menampik aksi 313 bermuatan politis. FUI mengklaim aksi itu hak menyatakan pendapat.

        “Saya enggak ngerti, kenapa disebut bermuatan politis,” kata Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath di Aula Masjid Baitur Rahman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 30 Maret 2017. Menurutnya, aksi menyampaikan pendapat dijamin undang-undang. Apalagi, isu yang diangkat FUI dalam aksi 313 dianggap sepele. “Saya juga bisa bilang, yang melarang aksi 313 sangat kental politisnya,” ujarnya.Kamis 30 Maret 2017.

    Saya juga enggak ngerti, gimana sebuah pemaksaan kehendak dengan kemasan aksi menuntut seseorang yang sedang dalam masa pilkada sebagai aksi tidak ada muatan politik? Bingung saya juga. Dikabarkan tuntutan aksi 313 salah satunya adalah turunkan Ahok dari Gubernur karena ia terdakwa. Ahok sendiri kan sedang mengikuti proses Pilkada, orang otomatis akan menduga bahwa aksi tersebut bermuatan politis.

    Apalagai baru minggu yang lalu orang yang sama juga mengatakan bahwa aksi tersebut untuk mendukung Gubernur muslim. Seperti yang lansir oleh CNN.

        “Aksi besok tidak bubar di istana. Kami akan pulang bareng dan menuju titik yang dituju untuk Salat Maghrib. Ini dalam rangka kesatuan umat Islam bela Islam, Alquran dan memenangkan gubernur muslim Jakarta,” ujar Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al Khathtath kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/3).

    Diawal bilang untuk memenangkan Gubernur muslim, ya pasti Anies – Sandi lah. Lalu sekarang berubah, bukan politik katanya. Aneh sekali yah, sebagai ulama kok ngomongnya plin-plan?


    Lagi pula orang yang sama kerap muncul dekat dengan Anies – Sandi. Ikut berfoto bersama, dan seperinya juga berpidato saat deklarasi dukungan terhadap Anies -Sandi.

    Lalu bagaimana tanggapan kubu Anies -Sandi?

        “Secara umum warga punya hak konstitusional untuk bereskpresi yang penting semua dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan tindakan itu aja,” kata Anies di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (28/3/2017).

        “Untuk semua kegiatan bukan hanya yang akan datang semua kegiatan mari kita jalankan dengan ketertiban dan kedamaian dan insya Allah kita bawa Jakarta dengan sejuk dan damai,” kata Anies.

    Anies mengimbau aksi tersebut sebaiknya dilakukan dengan tertib. Para peserta aksi menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tidak mengganggu warga lainnya.

    Agaknya sulit sekali memisahkan unsur politik pada aksi 313 ini. Sama seperti aksi-aksi sebelumnya yang juga sulit untuk dipisahkan dari unsur politik. Aksi seperti ini dapat diduga juga sebagai upaya intimidasi pihak-pihak tertentu agar orang enggan memilih Ahok terutama etnis Tionghoa. Saat ini beredar foto seseorang berjaket hitam dengan tulisan dipunggung yang mirip dengan jargon sebuah ormas, sedang menempelkan stiker bertuliskan ‘Pribumi’ di sebuah mobil. Juga muncul foto-foto spanduk bermuatan sara di media sosial.

    Menarik juga melihat sikap Anies – Sandi yang seperti diam saja dan hanya berbicara normatif saja. Apalagi aksi ini dilakukan setelah acara debat kemarin. Saya jadi ingat bagaimana Anies saat debat mengatakan bahwa ia telah membuat surat pernyataan untuk jangan saling mengancam dan pemerintahaan yang merangkul semua pihak.

    Jumlah peserta kali ini menurut sebuah sumber lebih sedikit dari aksi sebelumnya, massa aksi 313 telah berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta sejak Kamis malam, 30 Maret 2017. Sekitar pukul 04.30 WIB mereka melakukan salat Subuh berjemaah. Para peserta datang dari Jabodetabek dan Jawa Barat. Disebutkan, ada sekitar 5.000 jumlah massa yang kini tengah berada di Istiqlal, Jumat, 31 Maret 2017. Namun, jika dibandingkan dengan aksi 212 dan aksi 411, menurut pengakuan pengurus masjid Istiqlal, jumlah peserta aksi disebutkan jauh lebih sedikit.

    Nampaknya masyarakat sudah mulai sadar bahwa aksi-aksi seperti ini bukan murni aksi membela agama, tapi bermuatan politik sehingga masyarakat enggan untuk kembali terlibat aksi sejenis. Istilahnya gak mau ketipu dua kali. Apalagi sidang kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok masih berjalan dan menghadirkan ahli-ahli agama dan bahasa serta pidana yang meringankan Ahok. Sehingga membuka mata publik bahwa ini semua bermuatan politik.

    Penolakan terhadap aksi 313 ini pun sempat menjadi trending topik di twitter

    hastag #JanganPaksaKami313 sebagai bentuk protes, menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

    Berikut beberapa komentar netizen.

    “#JanganPaksaKami313 Kalian gunakan Islam sebagai alat kekuasaan, siapa sebenarnya yang menista Islam?” kata @AsmaraRaihan, Selasa (28/3/2017).

    “#JanganPaksaKami313 Ulama yang baik adalah yang menuntun umatnya menuju kedamaian,” tulis @MCeplik.

    “#JanganPaksaKami313 Saat demo mencaci maki, tapi ngakunya Islam, Sehat?” papar @ApriliaYuniarti.

    Sementara saat ini #313KerjaAje sedang trending juga di Twitter.
    mengaku membela isalm tapi tujuanya untuk kepentingan politik #313KerjaAje tulis @LunaSusanto
    @AnggaraBangsa mencuitkan Ormas radikal cuma bisa ngancurin Jakarta, jangan mau dibohongin lebel syariah  #313KerjaAje
    @LunaSusanto menuliskan yg belain dia rata” orang bodoh semua yg gk tau namanya kebenaran #313KerjaAj


    Penulis : Gusti Yusuf    Sumber : Seword .com


    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: 313 Tidak Bermuatan Politik? #JanganPaksaKami313 dan #313KerjaAje Menggema Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top