728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Februari 2017

    Wow, Jonru Ginting Skakmat Ahok!?

    Hari ini, Selasa 14 Februari 2017, Jonru Ginting menulis agumentasi yang menurutnya men-skakmat Ahok. Mari kita kupas kalimat-kalimatnya.

    Jonru menulis “Ini logika saja ya Bro: Katanya Ahok itu anti korupsi, ditakuti oleh para koruptor. Baiklah, argumen ini kita tampung dulu. Lalu kita tengok partai mana saja yang mendukung Ahok: PDIP, Nasdem, Hanura, Golkar, dst… Itu kan hampir semuanya partai sarang koruptor.” Apa maksud Jonru dengan “sarang koruptor”? Apa tolak ukurnya? Ada lebih dari satu koruptor tertangkap? Benar bahwa partai-partai yang disebutkan tadi anggotanya pernah melakukan korupsi. Tapi bukankah partai-partai pendukung calon lain, anggotanya juga pernah melakukan korupsi? Dan juga tertangkap lebih dari satu anggota? Sebut saja Demokrat, Gerindra, PKS, PPP, PAN, dll. Dan yang lebih parah, kader Demokrat dan PPP melakukan korupsi ketika jadi menteri. Luar biasa. Jadi sampai di sini menurut saya belum ada relevansi antara partai-partai yang anggotanya pernah melakukan korupsi dengan pribadi Ahok.

    Jonru menulis “JIka Ahok emang benar-benar ditakuti oleh para koruptor, SECARA LOGIKA mana mungkin partai-partai sarang koruptor BERANI mendukung dia. Sebab Ahok akan segera menghabisi mereka semua. Bunuh diri dong namanya, kalo ada partai sarang koruptor yang berani mendukung pemimpin yang tegas dan berani membasmi korupsi.” Ada dua tanggapan saya soal ini: (1) Bisa jadi memang tidak semua kader dari partai-parai pendukung Ahok setuju atas keputusan partai memilih dukung Ahok. Di awal-awal ketika partai memberi dukungan pada Ahok, kita melihat ada beberapa kader partai yang menolak, baik dari PDIP, Golkar, dan Hanura, namun karena itu sudah keputusan ketua partai, mereka terpaksa ikut (kecuali yang memilih keluar). (2) Kita tahu sebelum adanya kasus dugaan penistaan agama, bahkan hingga saat ini, Ahok masih sangat populer dan memiliki eletabilitas tinggi, maka salah satu alasan partai mau mendukung Ahok adalah untuk mengembalikan citra partai di mata masyarakat, karena publik menilai Ahok pro rakyat.

    Jonru menulis “Hehehehe… MASUK AKAL KAN? Dan yang lebih masuk akal lagi adalah: Siapa temanmu mencerminkan siapa dirimu. Jika temanmu adalah partai sarang koruptor, maka dirimu adalah…. (silahkan dilanjut sendiri).” Menurut saya argumentasi Jonru ini cacat logika. Seperti disebutkan di atas, tidak satupun partai kadernya bebas korupsi, termasuk partai-partai pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan. Maka berdasarkan logika Jonru ini, semua cagub DKI adalah koruptor karena berteman dengan partai koruptor. Nah lho?

    Jonru menulis “Klu Hari Ini: Sumber Waras, Tidak Ditemukan Niat Jahat 🙂” Kasus Sumber Waras itu sudah dibedah habis-habisan, sudah sangat banyak penulis yang menganalisisnya, dan menyimpulkan tidak ada kerugian negara di situ. Berani taruh, Jonru takkan berani debat habis-habisan soal Sumber Waras.

    Jonru menulis “Jadi Ente Masih Hobi Berkhayal, ‘Ahok Anti Korupsi, Ahok Tegas dan Berani dalam Membasmi Korupsi?'” Bahwa kader partai-partai pendukung pernah melakukan korupsi, tidak lantas Ahok juga pelaku korupsi. Jangan pakai logika generalisasi begitu. Sebab berdasarkan logika Jonru ini, berarti menurut Jonru Pak Prabowo juga (titik-titik) dong, karena waktu pilpres kemarin didukung Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP (partai-partai yang kadernya juga pernah melakukan korupsi)? Nah lho?

    Jonru menulis “Oh ya, Dulu dia pernah berkata, ‘Saya tidak takut kehilangan jabatan.’ Kalo benar-benar tidak takut, ya silahkan berhenti jadi Gubernur DKI. Ente kan udah jadi terdakwa. Masa gak malu masih menjabat aja?” Ada dua tanggapan saya soal ini: (1) Berhenti? Maksudnya mengundurkan diri? Begini Mas Jonru, ketika ada keputusan dari MA bahwa Ahok harus diberhentikan sementara, saya percaya Ahok dengan lapang dada akan menerima. Tapi yang pasti ia tidak akan mengundurkan diri. Mengapa? Sebab aturan mengatakan kalau seorang pejabat jadi terdakwa dengan kriteria tertentu, ia harus diberhentikan sementara, namun ketika persidangan memutuskan ia tidak bersalah, jabatannya akan dikembalikan. Namun kalau mengundurkan diri, andaikata di pengadilan diputuskan tidak bersalah, ia tetap tidak dapat menjabat lagi karena sudah mengundurkan diri. Sederhananya, biarlah keputusan itu dari atas, bukan dari bawah. (2) Bukti nyata bahwa Ahok tidak takut kehilangan jabatan demi menegakkan aturan, adalah ketika ia berani menertibkan kawasan liar di masa mendekati pilkada. Seorang yang lebih sayang jabatan tidak akan berani melakukan itu.

    Jonru menulis “Hehehe…SkakMat Untukmu!” Ah, yang benar Bang Jonru? Hehehe.

    Demikian bedah logika Jonru Ginting kali ini.


    Penulis : Rey Nald  Sumber ; Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Wow, Jonru Ginting Skakmat Ahok!? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top