728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Februari 2017

    Veronica Tan Menangis? Jangan Sampai Jakarta Ikut Menangis, Catatan Sebelum Hari Pencoblosan

    Hari ini sudah tiga artikel saya yang tayang di Seword, luar biasa. Never in my wildest dream, saya pernah membayangkan menulis artikel yang panjangnya minimal 500 kata sebanyak ini dalam waktu satu hari saja. Mungkin ini biasa saja bagi kebanyakan penulis di sini. Tapi saya bukan penulis. Saya ini iseng-iseng nulis, eh kebetulan diberi akses nulis disini, memang uedan Seword ini, hahaha…

    Setelah hat trick tiga kali, saya pikir sudahlah cukup. Malu juga kebanyakan nyetor, kayak orang kebelet, hehehe… Tapi hati saya tetap tidak tenang. Sesuatu yang aneh, belakangan ini, tepatnya 1.5 bulan ke belakang ini, saya menemukan tempat pelampiasan di kala hati saya galau, yaitu menulis, dan menulis. Jadi bisa dilihat, semakin banyak setoran, semakin galau saya hari itu, hahaha!

    Tapi kenapa? Ada apa? Rasanya tidak ada kejadian luar biasa hari ini, dan kemarin. Setelah saya cari-cari, sepertinya bukan hari ini, bukan kemarin, tapi besok. Ya, besok adalah hari pencoblosan Pilkada Jakarta. Dan hati saya tidak bisa tenang. Saya takut jika Ahok kalah! Dalam hati saya tahu, jikasejak awal semua paslon bermain jujur, tidak mungkin paslon penantang Ahok ada kesempatan untuk menang. Karena itulah cara licik digunakan. Dan saya tidak bisa memprediksi hasil akhir dari sesuatu yang sudah dikotori dengan permainan licik. Karena itulah saya galau…

    Banyak orang yang memuji betapa pak Ahok adalah seorang yang pemberani. Buya Syafii Maarif, seorang ulama besar bahkan pernah mengatakan bahwa Ahok adalah sosok pemimpin petarung yang mungkin sudah putus urat takutnya. Saya setuju, tapi ada sosok lain yang menurut saya jauh lebih berani daripada pak Ahok, ya benar… Istrinya tercinta, Veronica Tan. Hari ini saya tiba-tiba teringat dengan ibu Veronica Tan, wanita tegar pendamping pak Ahok ini memang luar biasa. Dari pertama kali melihat penampilan beliau yang sederhana, minim make up dengan tatanan rambut yang seadanya, tak tahan saya pun langsung jatuh hati.

    Tidak pernah terbayangkan di benak saya, bagaimana perasaan seorang wanita, seorang istri yang melihat suaminya di demo tiga jilid oleh tujuh juta orang, dicaci, dimaki, diancam, dan banyak lagi. Demo menentang Ahok bahkan sudah ada sejak awal lagi pak Ahok memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dunia kotor yang sebelum kemunculan Jokowi dan Ahok, tidak pernah menarik minat saya. Dunia yang dalam pemikiran saya penuh dengan tipu muslihat, saling menjegal dan sarang koruptor. Saya terus terang agak jijik berbicara politik sebelum kemunculan mereka.

    Veronica Tan dikenal sebagai sosok yang biasa tampil tenang, minim ekspresi, bahkan terkesan dingin. Bahkan saat debat Pilgub, Veronica nampak sangat tenang. Sangat kontras dengan ekspresi istri Cagub sebelah, Annisa Pohan yang begitu ekspresif melompat-lompat sambil menunjukkan jari telunjuk ke atas saat memberi semangat untuk suaminya Agus Yudhoyono. Tidak ada yang salah disini, cuma beda style saja.

    Tentu para pemirsa, termasuk saya, tidak pernah membayangkan ibu Veronica menangis. Hmmm… Kira-kira hal seperti apa yang bisa membuat emosi seorang Veronica Tan bisa muncul? Ternyata hal tersebut dijawab oleh pak Ahok sendiri. Dalam sebuah video yang beredar di Youtube, Ahok menceritakan suatu peristiwa dimana istrinya tersebut dibuat menangis olehnya. Berikut sebagian kalimat yang terdapat dalam video singkat  berdurasi hanya 1.07 menit ini:

    Audiens bertanya, “Terus bagaimana keluarga Pak?”

    Ahok menjawab, “Keluarga saya juga pasrah. Kalaupun harus menjalankan tugas, akhirnya harus mati duluan, ya mungkin akan menangis. Tapi kita percaya, kita akan ketemu lagi nanti, ya sudah, gak usah dipikirin.”

    Ahok bercerita, suatu ketika Ia dan istrinya sedang mengobrol, tiba-tiba terlontar sebuah pertanyaan dari Veronika.

    “Kalau saya mati duluan, kamu kawin lagi gak?

    Ahok melanjutkan “Berdasarkan prinsip orang ‘to the point’, ngomong duluan baru mikir, jadi saya bilang: Saya kawin lagi! Langsung nangis.” ungkap Ahok disambut gelak tawa audiens. Padahal Ahok mengaku hanya guyon, tapi ternyata ditanggapi serius. Ini videonya :

    Sangat sederhana sekali. Guyonan Pak Ahok ditanggapi serius oleh istrinya. Menurut saya, bukan hanya guyonan itu yang membuat ibu Veronica menangis. Tapi tumpukan berbagai perasaan yang terpendam lama, sedih, khawatir, galau, semua mengendap menjadi satu dan ibarat bom, akhirnya meledak juga. Wanita mana yang tidak sakit hatinya melihat suaminya dinistakan sedemikian rupa oleh orang lain, padahal pak Ahok sudah begitu tulus bekerja demi keadilan sosial semua orang.

    Semoga esok sewaktu pencoblosan, warga Jakarta dapat benar-benar memilih sesuai dengan kenyataan di lapangan (survey mengatakan 70% warga Jakarta puas dengan kerja Gubernur Ahok) tanpa termakan oleh isu gorengan dan sentimen agama yang kencang digembar-gemborkan oleh paslon lain.

    Gubernur sebaik Ahok ibarat batu permata, coba dihancurkan, tidak dapat hancur, coba dibuang ke lumpur hitam pun tidak akan mengurangi kecantikan dan nilai nya. Jangan sampai Jakarta menangis kecewa kemudian, karena salah pilih.

    A good Governor is so hard to find, do not loose him!


    Penulis : Yaya Sumber : Seword .com

    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Veronica Tan Menangis? Jangan Sampai Jakarta Ikut Menangis, Catatan Sebelum Hari Pencoblosan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top