728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 28 Februari 2017

    Trump Kian Melonjak, Dukun Pun Bertindak

    Hari senin saya yang suram, tiba-tiba berubah menjadi cerah ketika saya baru saja membaca berita yang lucu dan ‘agak’ konyol dari negeri seberang Paman Sam sana. Apalagi jika bukan tentang Yang Mulia Donald Trump. Tapi kini subjek penentang Trump lebih menarik dari biasanya. Mereka adalah kaum minoritas di negaranya, tapi menjadi mayoritas di Indonesia. Mereka adalah mitos di negeri superpower itu, tapi menjadi prioritas di negeri kita. Mereka ini adalah, ‘Dukun’.

    Ya, Dukun. Baru tahu saya di Amerika ada dukun. Bahkan mereka membentuk perkumpulan pula. Memiliki jaringan dengan dukun dari derah lain, terstruktur, senyap, sporadis, dan masif. Dukun di Amerika disebut sebagai penyihir, tapi sebenarnya sama saja dengan dukun di negara kita. Nah, teman- teman, dari suara .com. Senin, 27 Februari diberitakan bahwa Donald Trump yang kerapkali membuat kebijakan maupun sikap kontroversial, ternyata semakin membuat banyak pihak jengah, tak terkecuali komunitas dukun atau penyihir.

    Para penyihir seperti yang dilansir AFP, bahkan sampai mengirimkan santet kepada Trump, agar yang bersangkutan jatuh dari kekuasaanya di Gedung Putih. Tak tanggung-tanggun, santet itu dikirimkan secara bersama-sama oleh dukun dari berbagai penjuru dunia.

    Penulis sekaligus pelaku sihir Michael Hughes mengungkakan, penyihir dari banyak negara setuju bersatu untuk menggulingkan Trump karena sang presiden dianggap berbahaya bagi manusia. persatuan penyihir itu sendiri digalang melalui media sosial Facebook.

    “Ritual santet yang kami kirimkan kepada Trump sudah dimulai, Jumat (25/2/2017). Kami akan terus melakukannya setiap bulan sabit tampak di langit, hingga Trump dipecat. Ritual selanjutnya akan digelar 26 Maret,” terang Hughes. Ia mengatakan, setiap penyihir memunyai mantera sendiri-sendiri yang ditujukan kepada Trump. Tak sedikit yang mengirimkan “guna-guna” melalui jaringan internet.

    Hughes sendiri tak segan-segan memerinci tata cara ritual santet yang dilakukan. Dia mengakui menggunakan lilin berukuran besar, foto Trump, dan kartu tarot. Setelahnya, ia mengukir nama Trump di lilin, merapal mantera, dan membakar foto sang presiden dalam nyala lilin. “Kamu dipecat!” begitulah puncak mantera yang dirapal Hughes, sembari membakar foto Trump di api lilin.

    Hughes menuturkan, mantera yang dirapal adalah doa kapad Dewi Wicca agar segara menghentikan aksi serta kebijaka keji Trump.

    “Seperti inilah upaya kami untuk menggagalkan seluruh rencana jahat Trump terhadap rakyat AS dan juga negara-negara lain. Dewi Wicca pasti mengabulkan mantera kami, karena Dia juga pasti mengetahui makhluk macam apa Trump itu,” tandasnya.

    Nah, selesai membaca berita ini saya jadi senyum-senyum sendiri menahan geli, dan tawa sekaligus ikut trenyuh karena membayangkan setiap malam bulan sabit Trump akan muntah beling dan besi akibat santet-santet para dukun tersebut. Bhahaha. Satu yang membuat saya salut adalah akan eksistensi para dukun tersebut. Di negara kita, dukun adalah kaum prioritas, maksutnya amat dibutuhkan, tapi tidak memiliki ikatan kuat antara sesama dukun. Seringkali antar dukun di Indonesia saling berseteru demi memperlihatkan siapa diantara mereka yang lebih kuat.

    Sementara di luar negeri, seperti yang kita baca sebelumnya, dukun bahkan memiliki persatuan. Mereka dapat bersatu bahkan dengan dukun lain di berbagai negara dalam menegakkan kebenaran dengan mengalahkan Trump. Saya tidak dapat membayangkan jika bagaimana rasanya menjadi Trump yang dikirimi santet segitu banyaknya oleh berbagai dukun di berbagai negara.

    Seharusnya dukun di Indonesia mencontoh dukun yang ada di Amerika. Seharusnya para dukun di Indonesia membuat partai tersendiri sehingga antar dukun dapat bersatu. Ketika mereka bersatu, saya yakin mereka tidak akan tekalahkan. Ada yang macam-macam, tinggal santet saja. Bhahaha.

    Dukun di luar negeri, saya rasa adalah dukun dengan peradaban tinggi. Bahkan mereka bisa mengirimkan santet lewat internet loh. Ketika dukun kita masih uthuk-uthuk menggunakan daun kelor, dan kemenyan, dukun di luar negeri sudah menggunakan teknologi.

    Tapi terlepas dari itu semua, memang kesamaan musuh bersama dan tingginya tekanan dan rasa jengah yang dialami oleh suatu kaum akan menghasilkan suatu sinergi dengan porsi dan cara masing-masing demi tercapainya tujuan bersama. Apa yang dilakukan oleh para dukun di Amerika menunjukkan bahwa mereka sadar bahwa negara seharunya memang harus demokratis dan pluralis. Mereka memiliki kesadaran bersama bahwa apa yang diperbuat oleh Trump adalah salah. Dengan demikian, mereka bergerak, berusaha menurunkan Trump dengan cara mereka.

    Mesipun terlihat konyol dan irrasional, tapi apa yang mereka lakukan adalah karena kepedulian mereka terhadap AS. Jika menurut teori, hal ini dinamakan Teori Gerakan Sosial. Saya berasumsi, jika pada akhirnya gerakan para dukun ini nantinya berhasil, maka mereka akan berhasil mematahkan paradigma bahwa apa yang dilakukan dukun adalah takhayul belaka. Mereka akan membuat gebrakan baru bahwa dalam dunia perpolitikan, peran dukun juga berpengaruh terhadap stabilitas negara. Jika mereka berhasil, mereka bukan hanya akan menyelamatkan AS, tapi mereka akan menjadi tonggak revolusi oleh berbagai dukun di seluruh dunia bahkan di Indonesia untuk tidak perlu malu-malu dan takut untuk menunjukkan bahwa mereka adalah dukun. Hmm, menarik bukan.

    Salam, Pecandu Kopi




    Penulis : Rohmat Tri Santoso    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Trump Kian Melonjak, Dukun Pun Bertindak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top