728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 17 Februari 2017

    Timses Ahok Wajib Antisipasi Ini

    Membaca salah satu berita media online, membuat saya sedikit khawatir. Di berita tersebut, Ketua KPU DKI Sumarno berkata “Jadi nanti DPT dan DPTb di putaran pertama ini akan menjadi DPT di putaran kedua, kita sudah punya datanya. Jadi nanti DPTb ini akan kita masukkan dalam DPT. Kalau sudah masuk dalam DPT kan artinya surat suara bagi mereka sudah terjamin disediakan.” Mengenai hal ini, menurut saya tidak ada masalah. Jadi yang kemarin telah melakukan pencoblosan dengan membawa E-KTP/Surat Keterangan Disdukcapil berserta Kartu Keluarga asli (dikategorikan sebagai Daftar Pemilih Tambahan – DPTb), pada Putaran Kedua nama mereka masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), oleh karena itu mereka nantinya tidak perlu lagi membawa E-KTP dan KK, melainkan mereka akan mendapat Undangan Pencoblosan (Formulir C6).

    Namun selanjutnya Sumarno berkata “Ya sekarang masih kita pertimbangkan apakah masih akan ada DPTb atau tidak, karena kan DPTb putaran pertama kita masukkan dalam DPT putaran kedua, jadi nanti untuk apakah masih kita adakan ruang untuk DPTb lagi ini masih belum kita putuskan.”(1) Nah ini yang mengkhawatirkan. Meskipun Sumarno mengatakan masih belum diputuskan apakah pada Putaran Kedua akan ada DPTb lagi, tapi menurut saya ini wajid diantisipasi oleh Timses Ahok.

    Kita tahu dari video-video yang beredar, pada Putaran Pertama kemarin banyak pendukung Ahok yang tidak bisa memilih. Kebanyakan dari mereka sepertinya pemilih dengan menggunakan E-KTP dan KK asli (tidak masuk DPT). Beruntung bagi mereka pengguna E-KTP dan KK asli yang sudah mencoblos, nama mereka masuk dalam DPTb (kita sebut DPTb 1) yang akan digabungkan dengan DPT Putaran Pertama (DPT 1), dan penggabungan ini akan menjadi DPT pada Putaran Kedua (sederhananya DPT 1 + DPTb 1 = DPT 2).

    Yang jadi pertanyaan, bagaimana dengan pengguna E-KTP dan KK asli yang kemarin belum sempat nyoblos? Tentu saja nama mereka tidak ada dalam DPTb 1 dan DPT 1. Oleh karena itu, kalau sampai pada Putaran Kedua nanti DPTb (kita sebut DPTb 2) ditiadakan, maka mereka yang Putaran Pertama kemarin tidak sempat mencoblos, pada Putaran Kedua juga tidak bisa mencoblos, alias akan kehilangan hak suara.

    Ini harus menjadi perhatian serius Timses Ahok. Partai-partai pendukung Ahok perlu duduk dan membicarakan hal ini secara jernih dengan KPU DKI. Jangan sampai ada yang dirugikan. Jangan sampai hak memilih warga hilang hanya karena ketidakprofesionalan KPU DKI pada Putaran Pertama kemarin, sebab kita tahu, banyak warga pengguna E-KTP dan KK asli tidak bisa memilih karena waktu mereka diulur-ulur dan dipimpong dari satu TPS ke TPS lain, dan jelas ini bukti ketidakprofesionalan KPU berserta jajaran dibawahnya. Kalau saja Putaran Pertama kemarin berjalan lancar, tentu para pengguna E-KTP dan KK asli ini nama mereka akan masuk DPT pada Putaran Kedua nanti.

    Meskipun begitu, bagi mereka pengguna E-KTP dan KK asli yang kemarin sempat mencoblos, perlu juga diingatkan untuk memastikan kembali apakah benar nama mereka sudah masuk DPT untuk Putaran Kedua nanti (DPT 2). Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara, (1) melihat papan pengumuman DPT di kantor kelurahan, dan (2) Mengecek nama Anda di website https://pilkada2017.kpu.go.id/pemilih/dpt/DKIJAKARTA. Menurut KPU DKI, pemutakhiran atau Rekapitulasi Daftar Pemilih ini akan dilakukan tanggal 5 Maret sampai dengan 19 April 2017.

    KPU DKI harus ingat, seorang warga biasa – apapun suku dan agamanya-  memiliki hak suara yang sama bahkan dengan Presiden sekalipun.


    Penulis : Rey Nald   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Timses Ahok Wajib Antisipasi Ini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top