728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 Februari 2017

    Setelah “Menjual Diri” ke Prabowo Kini Anies “Merapat” ke Cendana


    Putaran kedua Pilkada DKI 2017 sudah didepan mata, setiap paslon merumuskan strategy baru untuk dapat memenangkan kompetisi politik, kini paslon nomor urut tiga (Anies-Sandi) gencar mencari dukungan politik. Politik adalah seni untuk memperoleh dukungan guna mendapatkan kekuasaan, terkesan wajar saat Anies memutuskan untuk berpindah haluan dan merapat ke Prabowo yang dahulu adalah “lawan”nya, kini Anies terkesan hendak merapat ke Cendana guna memperolah dukungan suara.

    Teringat saat beberapa waktu lalu saat suara masuk dalam perhitungan quick count sudah cukup merepresentasikan kemenangan, lalu para paslon segera melakukan langkah-langkah untuk mencari dukungan ke partai-partai yang dahulu mendukung paslon nomor urut satu (Agus-Silvi), hal yang wajar dalam politik dimana tidak ada kawan atau lawan abadi, yang ada kepentingan abadi.

    Teringat bagaimana bu Mega tetap konsisten untuk tetap tidak merapat ke SBY, bukan sebagai bentuk dendam politik namun disebabkan lebih kepada garis politik yang berbeda. Ibu Megawati yang Nasionalis kerakyatan sementara SBY dengan politik pewaris nilai-nilai orde baru yang mengedepankan politik dinasti, dua garis politik yang tidak dapat disatukan…secara personal bisa saja ada kekecewaan diantara mereka namun mereka tidak bersama-sama dalam politik disebabkan bukan mengenai pribadi namun lebih kepada cita-cita dan tujuan yang berbeda. Dan ini adalah bagian dari pembelajaran etika politik yang mungkin hendak disampaikan,

    Kita berkawan saat tujuan kita sama, saat tujuan kita berbeda kita akan berseberangan…dan garis politik pasti akan membatasinya, jika semata hanya ingin mendapatkan dukungan suara dengan cara “menjual diri” kepada pihak lawan….kita mengenal dengan “petualang politik”.

        “Berdasarkan rekapitulasi, paslon nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 937.955 suara atau sekitar 17,05 persen.

        Paslon nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat  memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen.

        Terakhir, paslon nomor pemilihan tiga memperoleh 2.197.333 suara atau 39,95 persen. Total suara sah tiga paslon tersebut sebesar 5.499.865 suara. Sementara suara tidak sah sebesar 64.448 suara.” (kompas.com)

    Hasil suara yang sangat kompetitif antara paslon nomor urut dua Ahok-Djarot dengan paslon nomor urut tiga akan menjadi ujian bagi para paslon untuk menunjukkan karakter sesungguhnya mereka sebagai calon pemimpin.

    Paslon nomor urut dua Ahok-Djarot pun memerlukan dukungan dari segala lapisan dan golongan, tapi pernahkah terbesit untuk Ahok “berpelukan” , bermesraan lalu ngopi bareng….dengan Lulung yang pastinya juga mempunyai masa pendukung…tentu tidak, mengapa sebab garis politik mereka dan tujuannya berbeda…Ahok anti korupsi sementara DPRD DKI sedang terlanda aneka kasus-kasus korupsi yang kini sedang berjalan.

    Ketika dengan jelas-jelas hanya untuk memperoleh dukungan, lalu berkawan dan berpelukkan erat oleh siapa saja ini menjadi bukti karakter politik setiap “pemainnya”……diawal eksistensi nya di dunia politik Anies bersahabat dengan Jokowi, kini berkawan dengan lawannya saat 2014 yang hingga kini masih melakukan polarisasi politik yang sama bertujuan untuk memenangkan Pilpres 2019…lalu kini Anies merapat ke Cendana, yang merupakan symbol orde baru yang menjadi salah satu contributor yang mewarisi budaya korupsi yang menjadi “penyakit”  di bumi Indonesia saat ini……..apa pesan yang hendak disampaikan oleh Anies dengan melakukan pola gerak politik semacam ini..?

    Saat berkawan dengan siapa saja asalkan berhasil memperoleh kekuasaan…saat nanti mendapatkan kekuasaan dan memimpin, apakah dapat mewujudkan jargon yang selama ini digaungkan “Maju kotanya bahagia warganya”…..warga yang mana yang akan bahagia??

    Saat berkawan dengan para politisi dan partai yang menghidup-hidupkan fanatisme Agama dan cenderung ingin menciptakan ideologi selain pancasila dan identik dengan gerakan radikal islam yang intoleran, dan Cendana sebagai salah satu contributor yang mewarisi budaya korupsi ……kepemimpinan dan arah organisasi apa yang hendak Anies akan bangun ketika nanti menjadi Gubernur DKI?.



    Penulis : Dudi Akbar   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Setelah “Menjual Diri” ke Prabowo Kini Anies “Merapat” ke Cendana Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top