728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 19 Februari 2017

    Seperti Sudah Jadi Tabiat Melanggar Peraturan, Anies Datangi TPS Pencoblosan Ulang

    Jakarta, Warta.co - Entah bagaimana lagi saya menggambarkan dan menguak bagaimana sebenarnya sosok Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Tanpa perlu capek mencari hal-hal negatif dan berbahaya yang ada dalam dirinya yang bisa membahayakan kepemimpinan dan nasib Jakarta 5 tahun ke depan. Anies sendiri dengan natural mempertontonkan hal tersebut kepada kita. Anies sepertinya suka sekali melanggar peraturan.

    Jika kita ingat, Anies pernah melanggar perintah Presiden saat akan mengadakan reshuffle dengan tidak ada di Jakarta dan melakukan kunjungan dalam kegiatan pembukaan jumpa, bhakti dan gembira (Jumbara) Nasional VIII Palang Merah Remaja (PMR) di Bukit Perkemahan Balocci Tonasa I, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Selasa (26/7). Padahal, 2 menteri lain, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. yang diundang membatalkan acara tersebut karena ada instruksi dari Presiden.

    Nah, baru-baru ini yang sedang ramai, Anies terus saja memperjuangkan program rumah tanpa DP padahal sudah diperingatkan oleh Bank Indonesia. Dasar orangnya pintar berkata-kata dan ngeles, Anies malah mencari celah peraturan untuk mengadakan program tersebut, tanpa peduli masalah kesanggupan warga membayar cicilannya, lahan untuk membangun rumahnya, dan kesanggupan Bank DKI sebagai penjaminnya.

    Belum selesai masalah rumah tanpa DP, sekarang Anies malah melakukan pelanggaran lagi. Pelanggaran kali ini dilakukannya tentu saja tanpa merasa bersalah dan dengan penuh keyakinan. Ya, Anies sepertinya merasa tidak ada masalah kalau dia hadir dalam acara pencoblosan ulang di TPS 29, Kalibata Pulo, RT 07/RW 05, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakata Selatan.

    Apakah memang Anies berpikir bahwa pencoblosan ulang tidak apa-apa didatangi paslon, atau memang sudah jadi tabiatnya melanggar peraturan?? Masa tidak tahu kalau paslon tidak boleh hadir dalam pencoblosan kecuali di tempat dia mencoblos??

    Dalam peraturannya, hari pemungutan suara dilarang berkostum ataupun memasang simbol-simbol kontestan pasangan calon (paslon). Larangan tersebut berlaku baik di dalam maupun di luar tempat pemungutan suara (TPS).

    “Hari pemungutan suara tidak boleh ada kegiatan maupun simbol-simbol pasangan calon, juga alat-alat peraga kampanye di sekitar TPS, apa lagi di dalam TPS,” kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta untuk bidang Hukum dan Penindakan, Muhammad Jufri di Jakarta, Minggu (12/2/2017).

    Apakah hari pemungutan suara ulang tidak termasuk di dalamnya?? Pasti masuklah. Namanya juga pemungutan suara. Kegiatan dan simbol-simbol apapun dilarang karena bisa mempengaruhi pemilih. Ini bukan atribut atau kegiatan atau simbol-simbol yang dihadirkan, malah orangnya sendiri yang hadir.

    Entahlah mau bilang apalagi. Seperti susah rasanya melihat Anies yang santun ini berlaku santun dan tidak melanggar peraturan. Seperti tidak nyambung antara sebutan santun dengan kelakuan dan tindakannya. Orang terpelajara tetapi kelakuan seperti orang tidak terpelajar.

    Anies datang menggunakan kemeja putih dengan peci hitam di kepalanya sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (19/2/2017). Sejak datang Anies disambut oleh lagu-lagu dukungan untuknya dari warga Kalibata Pulo, Kalibata, Jakarta Selatan.

    “Ini Kampung Pulo, ini kampung kite, kita semua selalu setia dukung nomor 3,” teriak warga Kalibata Pulo, menyambut kedatangan Anies.

    “Kami memastikan bahwa aspirasi ini tidak tercederai, dan kemarin di tempat ini ada 76 persen lebih yang memilih pasangan calon nomor 3 dan kita tidak ingin ada permasalahan. Kita percayakan kepada KPU di sini juga ada ketua KPUD juga hadir dan saya percaya Insya Allah akan berjalan lancar,” ungkapnya.

    Hasilnya?? Tidak usah heranlah kalau menangnya semakin banyak. Kedatangan Anies adalah salah satu faktor penentunya. Sesuatu yang tidak patut dalam kehidupan berdemokrasi yang sedang menuju kedewasaan ini. Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh suara terbanyak dengan 385 suara, sebelumnya Anies-Sandi memperoleh 345 suara. Hebat bukan??

    Tugas saya hanya menginformasikan ini kepada warga DKI. Pilihan tetaplah warga DKI yang mengeksekusinya. Pemimpin yang suka melanggar peraturan, biasanya pemimpin yang tidak tahu aturan. Malas membaca dan mengingat peraturan tersebut. Tidak mau bertanya dan meyakinkan diri bahwa yang dilakukannya tidak salah.

    Semua sudah terpapar dengan jelas. Warga Jakarta tinggal memilih dua paslon. Meski masih lama pencoblosan putaran kedua, tetapi setidaknya kita semakin tahu siapakah paslon yang paling ngebet jadi kepala daerah. Biasanya sih yang paling banyak keluarin modal. Namanya pebisnis, mana maulah tidak untung. Semoga anda paham siapa yang saya maksud.

    Salam Tabiat.

    Penulis : Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Seperti Sudah Jadi Tabiat Melanggar Peraturan, Anies Datangi TPS Pencoblosan Ulang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top