728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 Februari 2017

    Sementara Kita Debat Menata Kota dari Banjir, Dubai Sebentar Lagi Membangun Kota di Mars

    Saya yang merupakan bagian dari rakyat biasa di Indonesia, kadang tertawa sendiri dengan kekonyolan kita. Maaf ya lagi-lagi saya akan menyinggung kota Jakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia. Setelah 71 kemerdekaan kita, tidak bisa dipungkiri kalau kita masih belum secara tuntas mengatasi masalah banjir. Terutama yang paling banyak disorot media adalah banjir di ibu kota, meski kondisinya jauh lebih baik dari beberapa tahun yang lalu. Hal ini sangat jauh berbeda dengan kondisi di luar negeri.

    Dilansir dari www.foxnews.com/science/2017/02/20/uaes-next-ambitious-project-is-to-build-city-on-mars.amp.html diberitakan bahwa bukan hal mustahil bagi Dubai untuk membangun kota di Planet Mars dengan nama “Mars 2117”. Hal ini didukung dengan kemajuan pesat yang dialami oleh negara tersebut. Dari bangunan Burj Khalifah setinggi 830 meter, kalau kita melihat ke bawah 30 tahun yang lalu semua daerah merupakan hamparan pasir. Berita ini didukung oleh serangkaian tweet dari perdana menteri UEA.

    Nah, sekarang bagaimana dengan nasib Indonesia tercinta? tanyakan pada rumput yang bergoyang he he. Menariknya saya masih ingat debat perdana calon kepala daerah DKI beberapa waktu silam yang menyinggung penataan kota. Jangan berpikir mereka akan membahas pembangunan gedung pencakar langit, apalagi tata kota di Planet Mars. Mereka masih mempeributkan masalah penggusuran bangunan di bantaran sungai.

    Bahkan, salah satu calon mengatakan penggusuran untuk mencegah banjir sangat tidak manusiawi. Solusinya yang diberikanpun sepertinya tidak bisa dijalankan. Hanya kandidat petahana yang berani tegas mengatakan pentingnya relokasi dari rumah di bantaran sungai ke rusun untuk mencegah banjir. Kalau dipikir-pikir masuk akal juga, bagaimana menormalisasi sungai menjadi 10 meter yang awalnya 5 meter tanpa menggusur?

    Padahal ini sudah tahun 2017 dan sudah seharusnya Indonesia dengan  kepulauan terbesar di dunia melakukan inovasi lain. Saya harap masalah penataan kota dari banjir tidak usah dijadikan alasan kemanusiaan dan sebagainya. Banyak tugas pemerintah di luar sana, bukankan Presiden juga menekankan pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris lagi. Pembangunan dari pinggiran dan tol laut misalnya yang sekarang sedang dan sudah diwujudkan.

    Apakah memiliki gedung-gedung pencakar langit hanya mimpi bagi negeri ini?. Apalagi kalau menyangkut reklamasi dan pembukaan lahan. Memang dalam membangun sesuatu dihadapkan dengan banyak tantangan di negara ini. Bukankah Dubai dan Singapura juga melakukan reklamasi? Mereka yang memiliki sumber daya alam minim tidak khawatir berlebihan dengan dampaknya. Bayangkan dengan perlawanan di Indonesia. Alasan perusakan lingkungan, khawatir keuntungan berpihak pada pengusaha dan cukong asing dan sebagainya selalu diputar seperti lagu klasik.

    Saya membanyangkan bagaimana kalau ada calon kandidat menawarkan relokasi ke Planet lain?. Mungkin sudah tidak mengarah fitnah keberpihakan pada cukong asing dan pengusaha lagi, tapi juga ada tender proyek siluman dengan alien.

    Sebenarnya Indonesia menjadi rawan akan banjir karena memang negara kita sebagian besar perairan. Jawa sebagai pulau yang paling banyak dihuni populasi penduduk menjadi pusat kepadatan. Ketika saya berada di luar negeri, rusun atau apartemen menjadi pilihan tempat tinggal di kawasan padat penduduk, terutama kota besar. Bahkan, penduduk asli setempat tidak khawatir tinggal di rusun keluarga dengan sewa mahal. Mereka sangat tertib aturan dan ini menjadi kemudahan bagi pemerintahnya. Berbeda dengan kondisi Indonesia, di mana banyak ketertiban dilanggar. Jalan trotoar dijadikan tempat dagangan, rambu-rambu lalu lintas diserobot, dan sebagainya.

    Saya tetap berpikiran optimis kedepannya negara ini tidak pusing menata kota dari banjir. Saya harap kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi mendukung pemerintah menanggulangi banjir. Di luar negeri model jalanannya juga memungkinkan untuk menyerap air dengan cepat ketika terjadi hujan. Dengan catatan daerah sungai bersih dari hunian dan sebagainya.

    Sudah saatnya Indonesia menatap masa depan yang lebih baik. Sudah saatnya kita mentaati peraturan yang berlaku kalau ingin menjadi negara maju. Setelah masalah banjir selesai, bukan tidak mungkin kita bisa menyerap wisatawan dengan tata kota yang indah seperti di Dubai. Kalau dalam waktu 30 tahun mereka bisa menyulap hamparan pasir menjadi kota dengan gedung-gedung pencakar langit. Bukan mustahil dalam waktu 20 tahun Indonesia bisa melakukan hal serupa, karena teknologi semakin lama semakin berkembang. Kalau Dubai merencanakan proyek Mars di tahun 2117, kita bisa lebih lama lagi bermimpi setidaknya tahun 2200.

    Salam Indonesia Maju!


    Penulis : Niha   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sementara Kita Debat Menata Kota dari Banjir, Dubai Sebentar Lagi Membangun Kota di Mars Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top