728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 Februari 2017

    Sedih! Ahok Diadili Lagi di Luar Ruang Sidang

    Dewi Keadilan digambarkan sebagai sosok yang matanya ditutupi kain sehingga tidak bisa melihat, sedangkan tangan kirinya memegang timbangan dan tangan kanannya memegang pedang. Hakim Lucas Garnett dalam film Philadelpia menjelaskan alasan mengapa mata Dewi Keadilan ditutup, “Di ruang sidang ini, keadilan adalah buta dalam hal ras, kepercayaan, warna kulit, agama dan perilaku seksual.”

    Kemudian seorang bernama Miller berkata, “Tapi kita hidup tidak di ruang sidang ini, Yang Mulia.”

    Percakapan antara Hakim dengan pengacara Miller tersebut tersebut sedang menggambakan apa yang terjadi pada dunia pengadilan dan kehidupan nyata di Indonesia.

    Basuki Tjahaja Purnama, seorang tersangka telah menyatakan permintaan maaf kepada Kiai Ma’ruf Amin, seorang saksi yang bisa mengantarnya ke Penjara. Ahok harus minta maaf atas sikapnya yang kurang sopan selama jalannnya persidangan di Auditorium Kementan, kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Ahok juga dianggap akan melaporkan Kiai Ma’ruf Amin atas kesaksiannya selama sidang.

    Ahok kemudian meminta maaf melalui surat yang ditandatanganinya dan melalui ucapan yang direkam kemudian diupload ke youtube.

    Mengapa seorang tersangka yang sudah menanggung beban berat harus meminta maaf pada saksi ?

    Sebab, setelah kekurangsopanan Ahok terhadap Kiai Ma’ruf Amin, ada sekelompok orang mewakili GP Ansor dan Nahdliyin yang tiba-tiba bereaksi keras (meskipun bisa jadi tidak semua warga NU bereaksi keras), mereka meminta Ahok untuk meminta maaf kepada Kiai Ma’ruf Amin yang sangat dihormati warga NU.

    Saya tidak tahu bagaimana perasaan Ahok, yang jelas beliau dengan ikhlas telah meminta maaf kepada Kiai Ma’ ruf Amin. Belum cukup sampai di situ, Ahok bahkan berencana untuk sowan langsung kepada Kiai Ma’ruf Amin.

    Bahkan tokoh-tokoh Islam lain seperti Yenny Wahid juga mengharap Ahok untuk menjaga etika (etiket ?) jika tetap ingin menjadi tokoh. Maksud Ibu Yenny mungkin bukan etika tapi etiket. Sebab, etika berbicara tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Sementara etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

    Saya setuju dengan Ibu Yenny, sebab bangsa Indonesia ini terkenal dengan sopan santun dan keluhuran etiketnya, dan tentu saja memiliki ketinggian etika sehingga bisa membedakan mana salah dan mana benar.

    Untuk itu Ahok memang perlu belajar sopan santun dan tata krama agar kejujuran dan integritasnya bisa terbungkus dengan sempurna melalui sopan santun. Lha wong, kejahatan dan keculasan saja bisa dibungkus dengan sopan santun, apalagi kejujuran.

    Selain Ibu Yenny, banyak juga tokoh yang juga tiba-tiba mengadili Ahok di luar sidang atas kekurangsopan selama persidangan. Ini tentu merupakan sebuah pengadilan informal yang tidak adil terhadap Ahok. Sebagai seorang tersangka yang tentu saja menanggung beban mental cukup berat, para hakim di luar sidang tersebut hanya memikirkan sosok saksi tanpa berusaha memikirkan sosok tersangka. Padahal tekanan yang dihadapai Ahok tentu lebih berat dibanding saksi, Ahok terus menerus mendapat tekanan sejak beliau melakukan “penistaan agama”.

    Akan tetapi, bagi Ahok semua diskriminasi dan tekanan tersebut tidak dianggap penting. Hari ini tersiar kabar bahwa Ahok akan sowan untuk sekali lagi minta maaf kepada Kiai yang juga ketua MUI. Ahok akan meminta maaf kepada seorang tokoh besar yang pernah mengeluarkan fatwa bahwa dia telah menodai agama Islam. Atas dasar fatwa itulah, sekitar tujuh juta orang berkumpul bahkan menggelar Salat Jumat di Monas dengan tujuan memenjarakan Ahok.

    Dan hari ini Ahok berencana untuk meminta maaf, sowan terhadap Kiai tersebut ?

    Ini apalagi yang terjadi ? Akhlak apa lagi yang hendak engkau tunjukkan Koh Ahok ? Engkau bunuh semua egomu, engkau tekan perasaanmu untuk meminta maaf sekali lagi dengan sowan langsung. Hal yang sangat susah dilakukan oleh seorang tokoh besar bangsa ini, yang memilih curhat di twitter, konferensi pers karena merasa dizalimi tokoh lainnya.

    Kerelaan Ahok sowan pada Kiai Maruf amin membuat saya mendadak teringat salah satu ayat dalam agama Kristen yang dianut oleh Ahok, “siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (maaf jika ada salah kutip).

    Selain itu, tanpa bisa saya cegah, memori saya langsung mengajak saya membandingkan apa yang terjadi pada Koh Ahok dengan kejadian yang dialami, tokoh panutan umat Islam, Kanjeng Nabi Muhammad. Suatu hari, beliau bingung karena tidak ada orang yang meludahi beliau. Biasanya ada seorang yahudi yang tiap hari meludahi beliau ketika lewat di sebuah jalan. Ternyata orang yahudi tersebut sedang sakit. Mendengar itu, Kanjeng Nabi menjadi sedih kemudian beliau mendatangi orang yang sakit tersebut dan menyuapinya.

    Semoga, permintaan maaf Ahok secara langsung terhadap Kiai Ma’ruf Amin memberikan sedikit kesejukan pada panasnya situasi politik tanah air.


    Penulis : Arif Budi Darmawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sedih! Ahok Diadili Lagi di Luar Ruang Sidang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top