728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Februari 2017

    SBY Pilih AHY Bijak atau Ceroboh?

    Bicara mengenai pilkada DKI Jakarta memang tak akan ada habisnya untuk sekarang ini, tensi pilkada ini semakin memanas saja. Terlalu banyak warna-warni yang terjadi di Jakarta hingga perhatian masyarakat Indonesia sedang tertuju padanya. Tapi yang menarik untuk saat ini banyak para ketum partai yang turun gunung untuk saling menarik perhatian agar para paslon yang diusung mereka menang sukses dan menduduki kursi Jakarta satu, seperti yang dilakukan Megawati, SBY dan Prabowo belakangan ini.

    Tapi dibanding Megawati dan Prabowo, SBY lebih menarik perhatian masyarakat untuk akhir-akhir ini, bagaimana tidak dengan adanya cuitan yang memiliki kesan menyinggung dan memperlihatkan sikap bapernya tersebut telah mengisyaratkan banyak hal ditambah namanya yang dikaitkan sebagai sebab dari turunnya fatwa oleh MUI terhadap penistaan agama yang dilakukan Ahok. Memang dimana-mana mantan selalu menarik perhatian dan cari sensasi.

    Yang menjadi pertanyaan apakah tepat keputusan SBY menarik AHY dari dunia kemiliteran dan memilihnya untuk maju pada pilgub DKI Jakarta? Para pembaca seword.com bebas menentukan jawaban akan hal itu.

     Tapi saya berpendapat bahwa keputusan SBY terlalu ceroboh dengan mengusung putranya untuk maju di pilgub DKI Jakarta kali ini, mengingat AHY masih belum matang dan mantap untuk dijadikan sebagai pemimpin daerah, hal ini terlihat jelas ketika AHY mengeluarkan statement yang sedikit nyeleneh dan kurang mengedukasi rakyatnya, misalnya dia akan memberi dana tunai bagi setiap RW sebanyak satu miliar, padahal akan sangat sulit memonitor uang sebanyak itu agar terkontrol dan jelas pengeluarannya kalau uang itu tunai. Atau mungkin AHY sengaja ingin menarik perhatian rakyat dan mengiming-imingi mereka dengan uang, mungkin karena pengen jadi gubernur. Tapi saya yakin rakyat Jakarta terlalu cerdas untuk dibodohi,  karena mereka akan lebih suka terhadap pemimpin yang terbukti dan mengedukasi rakyatnya.

    Dan pemimpin yang baik selain harus mengedukasi rakyatnya dia juga harus menyingkirkan segala macam kepentingan pribadi dan harus benar-benar mengutamakan kepentingan rakyatnya terlebih dahulu, karena dia dipilih oleh rakyat bukan untuk menjadi bos, tapi untuk menjadi pelayan dan untuk menjadi perantara dan pendengar aspirasi rakyatnya.

    Dan pemimpin sudah dan memang selayaknya harus memiliki kecakapan dalam berbicara, karena dari kecakapan berbicara akan banyak orang yang tertarik dan semakin percaya terhadapnya. Kita bisa lihat para pedagang misalnya, ketika dia menawarkan sebuah produk dia pasti dengan berbagai macam cara dan mengandalkan kecakapannya dalam berbicara agar menarik perhatian banyak orang meskipun dari semua ucapannya ada beberapa yang hanya bualan saja agar barang dagangannya laku terjual.

    Tapi tentu kita semua tidak mau pemimpin kita seperti pedagang yang hanya mengucapkan bualan dan kebohongan, kita ingin pemimpin yang tidak menggunakan kecakapan berbicaranya untuk membohongi rakyatnya, kita ingin pemimpin yang antara yang diucapkan dan realitas serta yang dikerjakan itu selaras.

    Dan memang saya lihat AHY masih belum memiliki kelayakan sama sekali untuk memimpin DKI Jakarta. Mungkin ini sebab SBY turun gunung, karena dia menyadari putranya masih belum mampu, melihat elektabilitas Ahok yang kian hari semakin meningkat, membuatnya panik dan kehabisan akal serta cara, dia turun gunung dengan anggapan dengan hal itu akan meningkatkan elektabilitas putranya, padahal….yaaa itulah.

    5 tahun kedepan terlalu berharga untuk disia-siakan, warga Jakarta harus benar-benar mengamati dan memilih pemimpin yang sepak terjangnya terbukti, karena masa depan Jakarta sendiri ada di tangan mereka.



    Begitulah mantan dan putranya.

    Penulis : Dodi Alemarian Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: SBY Pilih AHY Bijak atau Ceroboh? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top