728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Februari 2017

    SBY Mendukung Ahok? Kenapa Tidak? Berikut 4 Alasan Realistisnya

    Menilik perjalanan politik SBY, semakin hari semakin menarik saja. Ada saja yang menjadi perbincangan hangat di media-media mainstream nasional. Mulai dari curhatan lebaynya di twitter sampai sikap Partai Demokrat yang terus bimbang dalam bersikap seperti bimbangnya sang Ketua Umum.

    Dalam konteks Pilkada DKI putaran 2 kali ini, banyak yang menerk sikap politik SBY dan Demokrat yang mulai diperebutkan oleh dua kandidat yang akan bertanding. Anies Baswedan mempunyai kedekatan yang cukup baik dengan Demokrat dan SBY. Seperti kita tahu bersama bahwa Anies adalah kontestan dalam Konvensi Capres yang dilakukan Demokrat menjelang Pilpres 2014. Namun Anies gagal menjadi pemenang dalam kontes tersebut dan kalah dengan Dahlan Iskan. Pada akhirnya, konvensi tersebut tidak mampu mengantarkan Dahlan Iskan dalam kontestasi Pilpres 2014 karena suara Demokrat yang terjun bebas dalam Pemilu Legislatif.

    Demokrat tidak memiliki suara yang cukup untuk menembus presidential threshold dan juga tidak menemukan koalisi yang cocok untuk mengusung capres. Tapi memang begitulah Demokrat, sikapnya nanggung dan masih terkesan dengan romantisme masa lalu saat SBY berkuasa selama satu dekade. Demokrat masih merasa sebagai partai besar yang punya power dalam politik nasional. Dari konvensi tersebut, kedekatan Anies dan SBY mulai terbentuk. Hal ini jelas menjadi sinyal politik yang kuat bahwa SBY akan mengalihkan dukungannya pada pasangan Anies-Sandi di putaran kedua ini.

    Kemungkinan kedua adalah SBY akan berbelok mendukung Ahok yang notabene-nya adalah lawan utama AHY di putaran pertama. Sinyal tersebut mulai muncul ketika Ahok menyampaikan salam kepada SBY ketika ditelpon oleh Sylviana Murni sesaat setelah hari pencoblosan putaran pertama. Namun, spekulasi ini sepertinya sulit terjadi mengingat hubungan SBY dan Megawati (Ketua Umum PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama Ahok-Djarot) selama 10 tahun terakhir cenderung kurang baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Ahok jelas dalam posisi sulit karena dukungan SBY juga dirasa penting mengingat tambahan suara dari pihak AHY bisa membuatnya melenggang mengangkangi Anies di putaran kedua nanti.

    Saya memprediksi bahwa pada akhirnya Demokrat dan SBY akan memilih opsi kedua untuk mendukung Ahok-Djarot alih-alih mendukung Anies-Sandi. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kenapa saya memprediksikan seperti ini.

    Pertama, kasus-kasus korupsi era SBY mulai terungkap. Hal ini jelas akan semakin menjadikan Demokrat menjadi partai gurem jika benar-benar diungkap oleh pemerintahan sekarang. Dengan mengabaikan segala ego pribadi, SBY akan memberikan dukungan kepada Ahok-Djarot. Hal ini jelas bukan merupakan dukungan yang cuma-cuma. SBY dan Demokrat akan mengajukan barter dengan menghentikan pengungkapan kasus korupsi yang mulai nampak menggerogoti Demokrat. Dengan kompensasi ini, nama baik SBY dan Demokrat sedikit lebih aman dan bisa memperpanjang nafas mereka dalam kancah politik nasional.

    Kedua, Antasari Azhar. Seperti kita saksikan bersama bahwa Antasari Azhar mampu menghancurkan perolehan suara AHY sehari sebelum pencoblosan. Ocehan Antasari terbukti mujarab untuk membuat AHY harus berkemas lebih dini dari persaingan mendapakan kursi Gubernur DKI ini. Posisi Antasari Azhar juga sangat strategis untuk lebih menghantam SBY dalam kasus kriminalisasi kepadanya dan semakin memojokkan posisi SBY. Dengan mendukung Ahok, setidaknya SBY masih mampu menyelamatkan mukanya di depan rakyat karena hal ini bisa mengerem serangan-serangan yang akan dilakukan oleh Antasari Azhar yang merupakan pendukung dari Ahok.

    Ketiga, Mendukung Anies-Sandi berarti membenarkan dugaan terhadap politisasi FPI. Anies yang sekarang memang sangat dekat dengan FPI. Dengan mendukung Anies, jelas menguatkan dugaan bahwa SBY adalah dalang aksi-aksi yang dilakukan oleh FPI. Dengan mengalihkan dukungan kepada Ahok-Djarot, setidaknya hal ini akan mengurangi anggapan bahwa SBY adalah aktor politik dibalik aksi-aksi FPI. Tuduhan-tuduhan kepada SBY akan berangsur surut karena SBY tidak mengikuti langkah FPI yang mendukung Anies-Sandi.

    Keempat, Posisi Non-Blok bukan pilihan cerdas. Seperti kita tahu bahwa posisi SBY dan Demokrat dalam pemerintahan sekarang adalah penyeimbang, dimana tidak dalam posisi mendukung atau oposisi terhadap pemerintah. Namun, publik dapat menilai dengan mudah bahwa Demokrat cenderung berposisi sebagai oposisi yang terlihat dari sikap mereka yang keras terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan cenderung melancarkan berbagai kritik kepada Kabinet Kerja. Hal ini tentunya disadari oleh pihak SBY dan Demokrat, sehingga mendukung Ahok-Djarot jelas akan semakin menghindarkan mereka dari keterpurukan setidaknya untuk beberapa saat.

    Melihat sifat pargmatis SBY yang cenderung mementingkan citra baik dihdapan publik sepertinya mendukung Ahok-Djarot merupakan opsi yang realistis. Setidaknya, dengan memberikan dukungan tersebut, SBY dan Demokrat bisa memperbaiki keadaan mereka sekarang dan lebih siap menyongsong pilkada selanjutnya bahkan Pilpres 2019 mendatang.


    Penulis : Abu Mumtaz   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: SBY Mendukung Ahok? Kenapa Tidak? Berikut 4 Alasan Realistisnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top