728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 Februari 2017

    Rizieq Ngotot Kasus Ahok Diusut, Tapi Kok Minta Kasusnya Sendiri Dihentikan?

    Rizieq sudah terkena banyak kasus dan dilaporkan hingga belasan kali pula. Saya tidak perlu ingatkan lagi kasus-kasus apa saja yang sedang menimpa Rizieq, search di Internet, ada banyak yang sudah memberitakan.

    Beberapa waktu lalu, Rizieq meminta kasus logo palu arit di lembarang uang Rupiah baru yang melibatkan dirinya segera dihentikan. Permintaan ini langsung direspon oleh Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan terheran-heran. Dia heran bagaimana ada permintaan kasus itu dihentikan. Bahkan dia meminta diajari cara mengetik surat penghentian kasus tersebut. Sebuah sentilan yang merupakan kode bahwa kasus ini akan tetap dilanjutkan.

    “Saya tidak mengerti gimana mengetiknya, penyidik ada, tanya penyidiknya langsung coba. Gimana cara menghentikannya, ajarkan saya,” kata Iriawan. Sebelumnya anggota tim advokasi GNPF, Kapitra Ampera mendesak polisi untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap sejumlah kasus yang dituduhkan pada Rizieq. Alasannya adalah dia menilai polisi tidak bisa menemukan unsur tindak pidana seperti yang dituduhkan.

    Setahu saya yang bisa menghentikan kasus ini adalah pihak yang melaporkan dengan cara mencabut gugatan? Kenapa tidak langsung saja mediasi dengan pihak pelapor? Lagipula rasanya aneh mendesak dikeluarkannya SP3, dengan dalih tidak menemukan unsur pidana. Yah, namanya juga sedang diselidiki kasusnya. Kalau memang nanti tidak terbukti ya pasti akan dibebaskan.

    Lagi-lagi saya teringat dengan Ahok yang sedang menjalani kasus dugaan penistaan agamanya. Apakah Ahok mewek-mewek minta kasusnya dihentikan, atau memaksa polisi menerbitkan SP3? Apakah Ahok susah dipanggil alias suka mangkir? Bandingkan dengan Rizieq yang belum apa-apa saja sudah mulai bereaksi seperti orang gelisah.

    Rizieq adalah salah satu yang paling lantang menyuarakan agar kasus Ahok segera diproses, bahkan tidak jarang melakukan penekanan. Pengerahan massa pun dilakukan hanya demi untuk Ahok. Ahok harus diproses, Ahok harus dipenjara, Ahok harus ditahan segera. Tahan penista agama. Penjarakan penista agama. Sekarang Ahok sedang diproses hukum dan sudah menjalani sidang 11 kali.

    Tapi lucunya kasus Rizieq malah minta dihentikan. Di mana logikanya? Di mana letak keadilannya? Adilkah meminta bahka memaksa kasus orang dipercepat, diusut hingga tuntas, tapi kasusnya sendiri minta dihentikan saja? Bukan hanya lucu, tapi juga bentuk keegoisan yang tidak pada tempatnya. Sudah jelas bahwa ini adalah bentuk kebencian semata terhadap Ahok. Ketika Rizieq terkena batunya, ia berusaha mengelak dengan berbagai cara.

    Saya rasa sulit untuk mengelak, karena ada banyak kasus yang sedang menimpanya akibat ulah sendiri. Jika ingin menerapkan konsep keadilan dalam hukum, atau istilahnya SBY equality before the law, maka Rizieq juga harus bersedia diproses dengan cara yang sama seperti Ahok. Dan apabila Rizieq ingin kasusnya dihentikan, maka Ahok juga harus dihentikan juga. Jika dia merasa kasusnya dikriminalisasi, kasus Ahok juga sebenarnya dikriminalisasi atau dipolitisasi. Seharusnya Rizieq minta tolong pada polisi agar mengeluarkan SP3 untuk kasus Ahok biar sama-sama adil.

    Beberapa pihak mengatakan ini adalah salah satu bentuk kriminalisasi ulama. Ini juga sulit dicerna oleh pikiran saya. Menurut Iriawan apa yang dilakukan kepolisian adalah berdasarkan laporan yang masuk bukan karena identitasnya yang dilaporkan berdasarkan ulama. Dia meminta semua pihak agar tidak mencampur aduk proses hukum dengan agama.

    “Kita nggak pernah, jangan dijustifikasi mengkriminalisasi ulama, nggak boleh loh. Saya agama Islam, saya tuh haji, saya punya pesantren juga, ulama guru saya. Ini kan perorangan, Rizieq Shihab, Munarman, Bachtiar Nasir itu perorangan bukan ulamanya,” kata Iriawan.

    Inilah yang saya maksud dengan agama yang dicampuradukkan dengan politik atau hukum, segalanya jadi tidak jelas dan dijadikan tameng. Jika ulama, terbukti melakukan tindak pidana, apakah sama sekali tidak boleh diproses dengan dalih seorang ulama? Kalau begini caranya, alasan ‘kriminalisasi ulama’ bisa berpotensi dimanfaatkan agar bisa kebal hukum. Justru ini akan menimbulkan ketidakadilan.

    Seorang ulama boleh melakukan apa pun, dan ketika tersandung kasus, maka hanya perlu mengingatkan bahwa ini adalah ‘kriminalisasi ulama’ sehingga proses penyidikan pun dihentikan. Inilah yang terjadi jika agama dicampur dengan hukum, saling berbenturan sehingga beginilah jadinya. Satunya menggunakan hukum, satunya lagi memakai agama. Tidak sinkron jadinya. Tidak akan klop.

    Usaha pengelakan Rizieq ini akan terasa sulit, karena begitu keluar dari satu kasus, maka kasus lain sudah menunggunya. Seperti pepatah keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya. Ini semua adalah akibat dari perbuatan sendiri, dan seperti kata Iriawan, ini tidak ada hubungannya dengan status ulama, melainkan nama perorangan. Jadi tidak usah dicampur-campur karena akan bikin bingung. Cukup hadapi saja kasus ini dengan gentleman seperti Ahok. Meminta kasusnya dihentikan malah akan membuat orang jadi yakin kasus Ahok dipolitisasi.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq Ngotot Kasus Ahok Diusut, Tapi Kok Minta Kasusnya Sendiri Dihentikan? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top