728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 Februari 2017

    Plt. Gubernur DKI Akhirnya Sadar Diri

    Menjelang hari terakhir menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta, akhirnya Soni Sumarsono sadar diri setelah hampir  4 bulan menjabat. Soni Sumarsono akan keluar dari balai kota dan Ahok akan kembali kesana. Pernyataan ini dia sampaikan Kamis kemarin (9/02/2017). Dengan jelas dia menyampaikan “Gaya Pak Ahok yang kerja keras patut dicontoh dan itu bagus, dan dia sangat kritis dalam hitung-hitungan. Saya enggak sanggup ikut gaya dia dalam berhitung. Terus terang saya lemah hitung-hitungan,” (sumber http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/09/20233611/sumarsono.saya.enggak.sanggup.ikut.gaya.ahok.dalam.berhitung). Satu pernyataan yang perlu dimaknai.

    Sewaktu ditunjuk menjabat, publik sempat berharap dia dapat melanjutkan pekerjaan bagus yang Ahok sudah kerjakan. Namun sejak mulai menjabat, publik mulai geram dengan kerjaan dia sebagai Plt. Gubernur. Bahkan Ahok sendiri menganggap dia bukan Plt. lagi, tapi sudah seperti Gubernur (baca https://m.tempo.co/read/news/2016/12/23/083830174/sindir-sumarsono-ahok-kuasanya-sudah-seperti-gubernur). Anggaran yang sudah Ahok susun sesuai visi-misinya justru dibongkar di tangan Sumarsono. Aroma kompromi pun terasa dilakukan bersama dengan DPRD DKI Jakarta. Publik pun terkaget dengan pemberitaan gaji supir DPRD yang mengundang banyak pertanyaan. Belum lagi kegiatan rapat yang dilakukan diatas kereta. Tak pelak publik melihat anggaran DKI Jakarta terbelanjakan dengan tidak efisien.

    Permasalahan lain yang disoroti publik akan kinerjanya adalah masalah kebersihan Ibukota. Sewaktu Ahok masih di Balai Kota, nampak bahwa sungai-sungai bisa dibersihkan dan semakin bersih, tetapi sejak Ahok Cuti, kebersihan sungai justru semakin berkurang. Ini menjadi tugas berat Sumarsono yang tidak ditunaikan dengan maksimal.

    Namun kemarahan publik akan Sumarsono adalah keberaniannya membongkar APBD yang disusun sewaktu Ahok menjabat. Dengan alasan memperbaiki komunikasi dengan DPRD, justru aroma kompromi yang terasa jelas. Entah karena tidak mau ribut atau ada motif lain, tentu hal ini sangat kontra dengan Ahok. Meski anggaran Pemda DKI sangat besar, tapi ketika Ahok menjabat, anggaran sangat dikuasai dengan baik dan dapat dikontrol. Tidak bisa sepeserpun disalahgunakan, kira-kira itulah prinsip Ahok karena dia tahu bahwa anggaran itu adalah uang rakyat yang harus benar-benar dikelola dengan baik dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat dengan dampak yang bisa dirasakan.

    Apa maksud pengakuan Sumarsono?

    Penyataan ini jelas mengakui bahwa dirinya tidak bisa mengikuti atau menyamai Ahok. Dia menyatakan bahwa Ahok itu pekerja keras dan sangat kritis dalam hitung-hitungan. Ini adalah pengakuan bahwa di akhir jabatannya dia sadar bahwa Ahok itu memang luar biasa hebatnya. Padahal secara secara karir, Sumarsono juga hebat karena dia sendiri juga pejabat Esselon I Kemendagri.

    Namun perlu kita tahu apa maksud penyataan ini. Apakah pernyataan ini dia maksudkan secara jujur setelah dia merasakan kerasnya jadi Gubernur DKI Jakarta dan dia tidak bisa bekerja seperti Ahok?  Atau justru dia punya kepentingan lain yang harus ditutupi? Ini pertanyaan penting.

    Ahok memang telah terbukti hasil kerjanya. Orang yang tinggal di Jakarta atau orang yang pernah datang sebelum dan sesudah Ahok menjabat sebagai Gubernur, pasti dapat melihat perbedaan yang nyata. Secara kinerja Ahok memang rajanya. Ditangannya pekerjaan yang sulitnya luar biasa justru bisa dikerjakan, misalnya waduk Pluit, Kalijodo, pembenahan Transjakarta, pelayanan publik dan sebagainya. Begitu juga dengan anggaran. Ahok mati-matin membela uang rakyat. Bahkan sampai dia harus berantam dengan DPRD dan hampir mau diimpeacment. Itu semua telah terbukti, tetapi dalam hal etiket Ahok dinilai publik mempunyai kelemahan.

    Pertanyaan kedua juga penting. Ini tidak menutup kemungkinan kebenarannya, tetapi mari itu kita simpan saja. Sebab bila itu benar adanya, maka pasti dia akan menuai badai.

    Sebenarnya publik akan mengerti bila Soni Sumarsono dari awal sadar bahwa dia hanyalah seorang Plt Gubernur. Publik juga mengerti bahwa kepemimpinan Ahok memang sangat langka dan sulit ditandingi. Namun pernyataan Sumarsono ini bagus dan dapat diterima publik. Pengakuan dan apresiasi atas keberhasilan orang lain perlu dilakukan sebagai bagian dari budaya bangsa menghargai mereka yang berjasa.

    Salam Indonesia Jangan Diam

    Penulis :  Junaidi Sinaga  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Plt. Gubernur DKI Akhirnya Sadar Diri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top