728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Februari 2017

    Pertanyaan Kampungan: Agama Kamu Apa?

    Maaf, Agama Anda Apa Ya?

    Sekarang ini pertanyaan seperti itu sedang booming! Tapi Essensinya apa sih?
    Sejak Rizieq Shihab menggaungkan soal Agama di tengah-tengah perpolitikan Indonesia, di media sosial, kalau kalian cukup aktif mengikuti dinamika politik Indonesia, banyak diskusi-diskusi politik yang berawal atau berujung dengan pertanyaan soal “apa agama anda?” Seperti sudah menjadi pertanyaan standar Kaum Onta.

    Jujur, secara pribadi, saya tidak suka ditanya apa agama saya. Apa urusan mereka? Agama itu termasuk ruang privacy, jangankan orang lain, keluarga sendiripun ga ada urusan dengan agama saya. Apalagi sampai menghakimi saya seorang Islam KTP (Keturunan Tanpa Pengorbanan), wuiih nanti dulu!
    Pertanyaan yang terlihat gampang dan sederhana ini sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang MAMPU mengkotak-kotakkan massa. Mampu memecah belah sebuah bangsa. Coba saja lihat Indonesia sekarang. Gara-gara pertanyaan seperti itu, diantara umat Muslim Indonesia sendiri, rakyat merasa terpecah dua.
    Di Eropa sana, jangan coba-coba kalian bertanya soal Agama mereka. Kalian akan dianggap sangat tidak sopan dan tidak beretika karena sudah melampaui ruang privacy mereka.

    Maaf, Anda Bayar Pajak Tidak?

    Mereka yang meributkan agama dan berkoar merasa orang Indonesia, coba ditanya, apa mereka taat bayar pajak tidak? Karena Agama itu bukan ciri-ciri suatu bangsa. Apalagi Islam. Islam adalah Agama yang mendunia, ga ada urusan sama Negara walaupun Dasar Negara Indonesia diciptakan berlandaskan Agama.
    Okeylah, mereka lebih senang berpakaian sehari-hari seperti layaknya masyarakat negara Islam, tapi kalau mau ngaku orang Indonesia, ya bayar pajak pada negara yang diakuinya.

    Dulu mungkin banyak orang berpikir, “Buat apa bayar pajak, toh uang pajak dikorupsi juga!”. Memang tidak salah sih kalau rakyat berpikir demikian. Tapi sekarang bukan lagi era Orde Baru atau era SBY yang penggunaan uang pajak tidak dimaksimalkan untuk rakyat.
    Pajak itu hukumnya wajib buat setiap bangsa suatu Negara di dunia. Bahkan untuk warga yang terkena PTKP (Pendapatan Tidak Kena Pajak) sekalipun. Mereka tetap harus punya NPWP (Nomor Peserta Wajib Pajak) dan mengisi Laporan Tahunan Pendapatan yang kemudian ditetapkan berdasarkan Undang-Undang bahwa mereka adalah termasuk golongan rakyat yang tidak terkena pajak.

    Coba tanyakan itu pada yang kemaren mimpin unjuk rasa bela agama, yang pake mobil Rubicon dan mobil mewah lainnya, apa mereka sudah menjadi Wajib Pajak? Atau para Pemasok Dana, apa mereka sudah bayar pajak pada Negara? Kayaknya tidak terdengar deh mereka ikut Program Pengampunan Pajak.

    Bergaung teriakan mereka “NKRI Harga Mati” apa artinya buat mereka? Sedikit-sedikit bicara soal Konstitusi, soal Peraturan, soal Undang-Undang, bahkan soal uang kertas baru Indonesia yang sama sekali bukan urusan mereka. Tapi tidak ada satupun berita yang membicarakan tentang pembayaran pajak mereka pada Negara.

     Rasis itu Kampungan !

    Sebelumnya harus dipahami perbedaan kata “kampungan’ dengan “orang kampung”. Kata Kampungan adalah istilah, sebuah kiasan yang menggambarkan seseorang dengan pikiran dan sikap yang masih primitif atau norak tanpa melihat dia tinggal dan hidup dimana. Mau dia tinggal di kota kalau punya sikap yang primitif, kita selalu bilang, “Dia kampungan!”. Sementara orang kampung adalah orang-orang yang tinggal dikampung dan banyak orang yang tinggal dikampung punya pemikiran yang maju dan moderat. Saya menjelaskan ini agar tidak ada yang merasa tersinggung dengan istilah yang sudah kita pakai dan dibakukan dalam tata bahasa Indonesia.

    Jadi, saya pakai istilah “kampungan” disini buat mereka yang masih berpikiran untuk menelisik agama orang lain. Ingat kasus seorang journalist yang dicegat oleh anggota FPI dan kemudian dilecehkan karena dia seorang Nasrani? Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi!

    Jadi kawan, sekarang ini kalau ada orang yang baru ketemu yang masih bertanya soal apa agamamu ditengah-tengah pembicaraan atau diskusi, berarti orang itu kampungan! Dan kalian boleh iseng menjawab, “Iya, saya bayar kartu NPWP dan bayar pajak, kalau kamu gimana?”. Dan sah kok hukumnya kalau kalian memperlihatkan reaksi tidak suka atas pertanyaan. Rasis itu kampungan. Donald Trump biar kaya raya dan seorang Presiden juga tetep aja kampungan.

    Ingat, Agama itu hanya untuk diri sendiri. Sementara pajak itu untuk orang banyak. Dan kalau kamu mengaku orang Indonesia, jangan kamu gaungkan apa agamamu, tapi perlihatkan kartu NPWP mu, bukan begitu Ibu Sri Mulyani?

    Penulis :  Erika Ebener   Sumber : Seword .com

    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pertanyaan Kampungan: Agama Kamu Apa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top