728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 Februari 2017

    Pembelaan Buat Ahok Setelah Ahok Minta Maaf

    Hari ini Ahok mengklarifikasi kejadian di persidangan yang dihadapinya dan juga sekaligus meminta maaf kepada Ketum MUI KH Ma’ruf Amin. Semoga pernyataan Ahok ini bisa mendinginkan suasana yang berhasil dikompori oleh oknum-oknum tertentu. Ahok tidak banyak membela diri.  Biarlah tulisan ini menjadi pembelaan buat Ahok

    Benarkah Ahok berkata kasar?

    Saya tidak bisa menemukan video persidangan kedelapan tersebut. Karena memang Hakim memutuskan agar tidak boleh ada rekaman dan siaran langsung di persidangan. Saya yakin orang yang menuntut Ahok minta maaf karena Ahok telah berkata kasar juga tidak menonton sidang secara langsung. Dan juga tidak menonton videonya yang memang tidak ada. Lalu kalau kita tidak menonton langsung, dan juga tidak menonton rekaman videonya, darimana kita menyimpulkan Ahok telah berkata kasar? Saya yakin Ahok tidak memakai kata-kata kebun binatang atau kata-kata tidak sopan lainnya di persidangan. Karena kalau demikian, pastinya sudah heboh diberitakan wartawan.

    Yang bisa saya temukan hanya satu berita berjudul : “Suara Ahok Bergetar Ketika Bantah Satu Per Satu Kesaksian Ketua MUI” di Kompas.com. Apakah suara bergetar itu identik dengan berkata kasar? Saya juga yakin Ahok tidak sampai bersikap tidak sopan sampai menbentak-bentak. Karena kalau demikian, pastinya hakim persidangan akan menegur dan menganggapnya sebagai penghinaan terhadap persidangan.

    Lalu darimana munculnya anggapan Ahok berkata kasar terhadap Ma’ruf Amin? Saya jamin karena hasil karya para pengacau tukang adu domba yang lihai dan pintar memainkan psikologi masyarakat Indonesia. Ma’ruf Amin sebagai orang yang sepuh sekaligus petinggi dari NU adalah orang yang dihormati. Ditambah kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang tidak bisa berpikir kritis dan selalu berburuk sangka. Yang namanya tabayyun hanya teori yang indah. Mudah mengobarkan isu seakan-akan Ahok menghina beliau. Tidak kurang dari Aa Gym ikut mengobarkan isu tersebut.



    Salahkah  melakukan proses hukum?

    Kata-kata Ahok ini dikutip banyak media, “Dan saya berterima kasih, saudara saksi ngotot depan hakim bahwa saksi tidak berbohong, kami akan proses secara hukum saksi.”  Kata-kata ini pulalah yang membuat banyak pihak menyimpulkan Ahok dan tim kuasa hukumnya akan menuntut Ma’ruf Amin.

    Baik pihak penuntut dan pihak terdakwa mempunyai kesempatan yang sama dalam persidangan. Kalau tidak demikian, dimana keadilan? Pihak terdakwa berhak, bahkan wajib, membuktikan melalui proses hukum jika ada keterangan saksi yang dirasa tidak sesuai dan berlawanan dengan bukti yang mereka miliki. Apakah ini kemudian merupakan sikap tidak sopan? Apakah ini bisa dianggap sebagai penghinaan kepada saksi yang kebetulan adalah ulama yang dihormati? Ahok dan tim kuasa hukumnya sudah menyatakan tidak berniat menuntut Ma’ruf Amin. Proses hukum tidak selalu harus berupa tuntutan. Namun tim kuasa hukum Ahok tetap punya kewajiban untuk menunjukkan bukti yang mereka miliki melalui proses hukum yang sesuai.

    Waktu duduk di SMA, saya suka bermain basket. Kadang-kadang kalau pemain pria tidak cukup, ada tim yang memasukkan pemain perempuan. Kalau dilihat sekilas, rugi ya memasukkan pemain perempuan. Larinya kurang cepat. Lompat pun kurang tinggi. Tapi kenyataannya, tidak jarang pemain perempuan ini malah jadi andalan. Pemain pria yang lain biasanya sungkan bermain kasar dengan pemain perempuan ini. Mau nyenggol pun sungkan. Mau ditahan, takut menyentuh bagian tertentu dan dianggap bersikap tidak sopan. Jadinya pemain perempuan ini kemudian bebas lenggang kangkung memasuki daerah lawan dan memasukkan bola.

    Ahok sudah menyatakan bahwa dia menghormati para ulama, apalagi ulama NU. Tapi  hendaknya kita mengerti proses persidangan itu bukan basa-basi sehari-hari. Di luar sidang, kita wajib cium tangan karena beliau lebih tua. Tapi dalam persidangan, apakah dituntut untuk cium tangan dulu, membungkuk dulu, menunjuk menggunakan jempol sebagai tanda hormat? Seingat saya, ada tujuh juta orang yang menuntut Ahok diproses hukum. Mengapa sekarang ketika Ahok dan tim kuasa hukumnya memproses secara hukum, mereka juga yang protes? Bukankah itu namanya standar ganda?

    Ketua MUI dan Ra’Is ‘Aam PBNU tak terpisahkan?


    KH Ma’ruf Amin hadir dalam kapasitas beliau sebagai Ketua MUI yang telah mengeluarkan pandangan dan sikap keagamaan terhadap perkataan Ahok. Tim kuasa hukum Ahok wajib mendalami bahwa pandangan dan sikap keagamaan itu murni dan tidak dipengaruhi pihak tertentu. Sedikit googling tentang Ma’ruf Amin akan menemukan artikel di Wikipedia : “KH.Ma’ruf Amin (lahir di Tangerang, Banten, 11 Maret 1943; umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan politikus Indonesia yang menjabat menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 10 April 2007 dan dilantik kembali untuk periode kedua pada 25 Januari 2010.”  Beliau adalah seorang ulama dan juga seorang politikus (setidaknya menurut Wikipedia) yang punya kedekatan dengan mantan Presiden yang anaknya sedang menjadi lawan Ahok di Pilkada. Apakah salah untuk menyelidiki motif beliau dan juga alasan dikeluarkannya pandangan dan sikap keagamaan MUI?

    Syukurlah, KH Ma’ruf Amin pun juga telah memberikan maaf kepada Ahok. No hard feeling, katanya. Hehehe… Jadi biarlah insiden ini jadi catatan, betapa rapuhnya persatuan kita. Betapa mudahnya kita diadu-domba dan dipermainkan. Biarlah insiden ini jadi mengingatkan kita untuk lebih kritis dan selalu tabayyun.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pembelaan Buat Ahok Setelah Ahok Minta Maaf Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top