728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 17 Februari 2017

    Partai Munafik: Benci China-Kafir, Tapi Paslonnya Kok Didukung oleh China-Kafir?

    Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sepertinya memang bisa didaulat sebagai partai bermuka dua, alias munafik. Kelompok mereka gencar menggempur Ahok dengan isu primordialisme. Masjid mereka kuasai, mulai dari masjid sekolah, kampus, perumahan, sampai kampung. Dai dan khotib nya sengaja dicarikan kontrakan dekat masjid, agar tiap selesai sholat 5 waktu bisa memberi kultum, dan lagi-lagi kultum nya masuk ke ranah politik. Saat ceramah dan khutbah masjid yang durasinya lebih panjang juga tak lupa dimanfaatkan. Jadi memang benar kata Gus Mus yang menyindir kelakuan ‘ajaib’mereka ini : “Gusti Allah kok diajak kampanye?

    Kemunafikan ini terkuak, ketika Anies-Sandy mendatangi DPP Perindo, mereka minta dukungan Hary Tanoesoedibjo, padahal sebelumnya PKS yang mengusung Anies-Sandy sangat galak pada pengusaha etnis Tionghoa ini. Saat itu Hary Tanoe mendatangi beberapa pesantren untuk memberi sumbangan dari yayasannya miliknya, Yayaan Peduli Pesantren (YPP). Salah satu pesantren yang didatangi adalah Nahdlatul Wathan di NTB dan Al Falah di Kalimantan Selatan. Sebelumnya Hary Tanoe juga pernah mendatangi pesantren milik Kyai Said Aqil, At Tsaqofah yang terletak di Ciganjur, Jakarta. Tapi kedatangannya tidak ada muatan politis sama sekali, dia hanya berbagi ilmu dan pengalaman (http://www.nu.or.id/post/read/67655/menjawab-tuduhan-kiai-said-mendukung-hary-tanoe).

    Namun para munafikun ini memblow-up berita. Mereka melancarkan fitnah kejam bahwa Kyai Said memberi dukungan pada Hary Tanoe dan menulis berita bahwa beliau telah menjual NU dan Pesantren untuk mendukung pendiri Partai Perindo ini. Mereka lalu membuat opini seolah-oleh para Kyai NU saling serang, ada yang setuju dan tidak dengan tindakan ketuanya, dan bahkan disalah satu media Voa-Islam ditulis bahwa Kyai Said disidang kyai NU se Jawa Timur. Orang-orang berpaham Wahabi ini kemudian bereaksi keras untuk menolak sumbangan dana pesantren (YPP) milik Hary Tanoe dan menilai bahwa Kyai Said harus diadili.

    Lihatlah, mereka menolak si Kafir yang mendatangi pesantren, tapi dihari itu, mereka mengemis dengan mendatangi DPP Perindo tanggal 14 November. Ingat, bukan didatangi, tapi mendatangi. Apa itu artinya? Mereka yang minta dukungan bukan yang ditawari dukungan.

    PKS memang menjilati ludah sendiri. Mereka mati-matian menolak Ahok, tapi malah mendekat pada orang yang jelas non Muslim dan haus kekuasaan, Hary Tanoe.  Mereka menolok-olok Ahok karena dikhawatirkan tidak akan membela kepentingan umat Islam dan Jakarta ditangannya hanya berpihak pada cukong-cukong China saja. Partai yang petingginya doyan poligami ini seolah menutup mata bahwa di bawah pemerintahan Ahoklah justru orang Islam mendapat hak nya. Dia membagun masjid dan memberi hadiah para marbot umroh, orang-orang selama ini tidak pernah dihiraukan jasanya.

    Sudah paham kan, jika partai yang mengaku Islam ini orang-orangnya senang uang, tapi sering berpura-pura jaga kesalehan. Pemimpinnya disebut-sebut ‘Ustadz’, tapi nilep uang rakyat dan sekarang mereka melakukannya lagi, teriak kafir tapi minta perlindungan dari orang kafir.

    Siapa Penista Surat Al Maidah Ayat Sesungguhnya?

    Mari kita kaji lagi surat Al Maidah ayat 51

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

    Kata auliya’ di sini bisa diartikan pemimpin, teman akrab, pelindung, dan penolong. Untuk pemimpin, Anda mungkin sudah membacanya dari berbagai sumber, lalu bagaimana dengan penolong?

    Kalau kita lihat Anies-Sandi minta dukungan atau minta pertolongan dari HT untuk ‘menendang’ lawan politiknya, dan nantinya masuknya Hary Tanoe bisa mempengaruhi kebijakan Anies, bukankah itu termasuk perbuatan yang dilarang juga sesuai ayat ini?

    HT ini punya uang banyak dan penguasa media. Parpol manapun yang kerja samanya bisa melejit. Lihat saja Nasdem dan Hanura, setelah dimasuki HT keduanya bisa mengibarkan sayap. Lalu jika PKS dan Gerindra kerjasama dengan Perindo, dan bisa memuluskan si HT untuk menjadi Presiden atau Wakil, bukankah ini lebih berbahaya?

    Jadi kalau Ahok tidak dibolehin jadi Gubenur, sementara Anies-Sandi malah mengambil penolong dari orang Nasrani, padahal mereka sudah tau konsekuensinya, si HT bakal ‘minta jatah kursi kekuasaan’, lalu siapa yang disebut menista? Ah, sudah lah dari sini kalian bisa lihat sendiri, seperti apa keIslaman Partai Dakwah ini.

    Saya sendiri sih ogah, jika harus memilih Anies, karena itu tadi, kelakuan PKS. Kalau boleh objektif, sebenarnya saya tidak masalah jika harus memilih Anies, tapi jika partai pengusungnya Gerindra saja. Tanpa PKS. Tapi sejak PKS bergabung dengan Geridra untuk jadi partai oposisi, kelakuan Gerindra seolah-olah sama dengan PKS. Hobi jualan dan memplintir ayat untuk kekuasaan. Kalau gitu, pilih siapa? Ahok ajalah. Idiologi Wahabi ini lebih berbahaya dari orang Kristen. Toh, semua agama apapun itu, termasuk Kristen, tidak ada yang memperbolehkan kekerasan, tapi kalau Wahabi? Lihat saja peperangan Arab, dalangnya tidak lain Wahabi.

    Terakhir ini masih menurut saya, kalau untuk Gubernur tidak apa-apa dari Non Muslim, tapi tidak untuk Presiden, sebab Indonesia mayoritas Muslim. Toh Gubernur kalau tidak cocok bisa dihentikan dan kewenangannya sangat terbatas pada daerah pemerintahannya saja, berbeda dengan Presiden yang kekuasaannya sangat luas, melingkupi negara. Dan Ahok sudah berjanji untuk tidak ikutan nyalon Presiden. Lalu apa yang harus ditakutkan?

    Ayolah, jangan pilih orang yang didukung oleh kelompok ekstrim, saya tidak bisa membayangkan kalau Jakarta harus menempati kota yang paling intoleran menyusul Jabar.

    Penulis :

    FB: Anisatul Fadhilah

    WA: 08963-2527286.


    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Partai Munafik: Benci China-Kafir, Tapi Paslonnya Kok Didukung oleh China-Kafir? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top