728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 20 Februari 2017

    Meski Nanti Tak Didukung Partai Pendukung Agus-Sylvi, Ahok Masih Punya Harapan Ini

    Pilkada DKI Jakarta sudah selesai, namun hanya setengh perjalanan karena hasilnya menunjukkan bahwa Pilkada akan berlangsung dua putaran. Belum ada pemenang, tapi yang pasti pasangan Agus-Sylvi sudah kalah karena menempati posisi paling belakang dengan hanya meraup suara sekitar 17 persen.

    Dalam politik, biasanya jika ada dua putaran, maka yang belum tersingkir akan melakukan lobi-lobi atau berusaha melakukan langkah koalisi untuk memperkuat kekuatan demi memenangkan Pilkada. Ketika Agus-Sylvi kalah, maka otomatis partai pendukung pun mulai mencari tempat baru untuk dukungannya, dan di sisi lain yang lolos ke putaran kedua akan berusaha merayu agar masuk ke dalam tim pendukung.

    PAN, Demokrat, PKB dan PPP tentunya akan berusaha dirayu baik oleh kubu Anies-Sandi maupun Ahok-Djarot. Meski semuanya masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dukungan, tapi beberapa sudah memberikan sinyal.

    Contohnya Roy Suryo yang diminta memberikan tanggapan mengenai sikap Partai Demokrat terkait Pilkada putaran kedua, memberikan kode. Kode tersebut adalah Ruhut Sitompul yang menjadi juru bicara pasangan Ahok-Djarot memakai baju kotak-kotak dan jaket bomber. “Saya tak ingin jawab dengan kata-kata, terjemahkan dengan baju saya ini,” katanya yang saat itu memakai baju putih. Apakah itu sinyal akan mendukung Anies-Sandi? Mungkin saja meski dirinya tidak mengatakan secara gamblang dan terang-terangan.

    Bagaimana dengan PAN? Rasanya sulit bagi partai ini untuk mendukung Ahok karena dari dulu sudah tidak ada kecocokan satu sama lain bagaikan air dan minyak yang sulit bersatu. Dengan kondisi demikian, kemungkinan besar PAN akan lebih condong ke pasangan Anies-Sandi. Menurut politikus PAN Yandri Susanto, “Dari pantauan kami SMS/WA itu simpatisan pengurus bukan saja dari DKI tapi banyak dari Kalimantan, Jawa, Sulawesi ya kalau bisa jangan ke Ahok.” Meski demikian masih belum ada keputusan resmi mengenai dukungan.

    Satu lagi pendukung Ahok, Teman Ahok. Teman Ahok sudah menemani Ahok dan sudah bekerja keras dalam menggalang sejuta KTP agar Ahok mencalonkan diri secara independen. Singgih Widyastomo, pendiri Teman Ahok mengatakan, “Kami kan sudah dua tahun ngurusin Bapak (Ahok), mungkin merasa mulai agak capek ya.” Ngurusin Ahok? Mungkin maksudnya mengurus Ahok, karena kalau ngurusin Ahok berarti Ahok gemuk sehingga harus dikurusin, hahahaha.

    Singgih juga menyatakan belum pasti akan membantu Pak Ahok hingga selesainya Pilkada putaran kedua. Meski belum ada keputusan resmi, mereka menyatakan bahwa Teman Ahok akan istirahat sejenak (butuh liburan). Kalau pun nanti terlibat, Teman Ahok menjadi tim pendukung saja, sedangkan partai pendukung yang akan menjadi garda terdepan untuk memenangkan Ahok.

    Melihat situasi demikian, kemungkinan besar para pendukung Agus-Sylvi akan beralih ke Anies-Sandi. Dengan demikian, dukungan ke Ahok akan berkurang dan dukungan ke Anies-Sandi akan makin bertambah. Ini yang menjadi salah satu penyebab Ahok sepertinya berat berjuang di putaran kedua. Lantas apa yang harus dilakukan Ahok? Meski berat, masih ada harapan.

    Sedikit banyak yang membantu Ahok hingga saat ini adalah rekam jejaknya yang fantastis dan sulit dikejar paslon mana pun. Di saat yang lain berwacana, Ahok sudah membuat sederet perubahan untuk Jakarta. Inilah portofolio yang bisa jadikan modal untuk menarik simpati warga. Kalijodo yang katanya akan diresmikan Ahok akan menjadi reminder yang dahsyat. Melihat dan mendengar Kalijodo, saya yakin orang-orang akan menyebut nama Ahok, ini sudah semacam trademark yang tak terbantahkan.

    Jika pada nantinya tidak ada partai pendukung Agus-Sylvi yang mengalihkan dukungan ke Ahok, maka partai pendukung Ahok harus bekerja ekstra keras dan merapatkan barisan. Mereka mau tidak mau harus memikirkan strategi yang lebih baik karena menggunakan cara yang sama sepertinya tidak efektif lagi. Saya yakin partai sebesar PDIP dan Golkar tentunya sudah memikirkan ini jauh-jauh hari. Saya percaya, dengan strategi yang tepat, tujuan apa pun bisa tercapai.

    Cara lainnya adalah memanfaatkan debat dengan sebaik-baiknya. Sepertinya akan ada satu kali debat pada Pilkada putaran kedua untuk mempertajam visi misi. Di sinilah Ahok bisa memanfaatkan ini, karena lawannya hanya tinggal Anies-Sandi. Publik akan mudah menilai siapa di antara kedua paslon ini yang lebih baik. Ahok-Djarot sepertinya akan berada di atas angin di debat ini seperti yang sudah dilakukannya dalam tiga debat sebelumnya. Ini juga bisa menjadi senjata buat Ahok-Djarot untuk meyakinkan warga.

    Tim Ahok-Djarot bisa memanfaatkan suara golput yang berkisar 23 persen. Lumayan banyak suara yang golput (karena berbagai alasan), sehingga apabila Ahok-Djarot mampu menggaet sebagian besar kelompok ini dan meyakinkan mereka untuk memilih, maka Ahok-Djarot bisa mendapatkan limpahan suara yang cukup signifikan dan memenangkan Pilkada.

    Dan yang tidak kalah penting adalah, mengatasi kecurangan yang pernah terjadi pada hari pemilihan lalu. Banyak beredar di media sosial kecurangan-kecurangan saat pemilih akan mencoblos. Tentunya ini sangat merugikan. Tinggal dua bulan lagi, maka tim sebaiknya potensi kecurangan dan ditiadakan atau setidaknya diminimalisir. Potensi kecurangan terhadap Ahok-Djarot cukup besar dan ditakutkan akan berpengaruh pada perolehan suara mengingat persaingan merebut kursi DKI-1 akan makin sengit nantinya.

    Harapan lain ada di pundak masyarakat yang mendapatkan hak pilih. Meski banyak partai memilih mendukung Anies-Sandi, warga lah yang akan melakukan pencoblosan. Hasil akhirnya tetap pada coblosan yang dilakukan warga. Yang pasti kubu Ahok harus kerja ekstra keras jika tidak ingin kecolongan lagi. Tidak lama lagi kita akan saksikan apakah Jakarta masih butuh pemimpin lama untuk melanjutkan program-programnya atau butuh pemimpin baru. Beda suara antara keduanya hanya sekitar 3-4%, sudah pasti akan sengit.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Meski Nanti Tak Didukung Partai Pendukung Agus-Sylvi, Ahok Masih Punya Harapan Ini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top