728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Februari 2017

    Menteri Agama, Calon Menteri Agama dan Bhinneka Tunggal Ika

    Apakah agama itu penting ? Hal sejati yang lebih penting adalah nilai-nilai agama. Nilai agama yang diterapkan dalam menyikapi kehidupan. Karena agama bukanlah nama, agama adalah nilai. Agamaku Islam, maka aku percaya agamaku bukanlah agama yang mempunyai nilai kekerasan, pembunuhan, kemarahan, mencemooh dan mengancam keamanan dalam perbedaan SARA. Rahmatan lil ‘Alamiin adalah menyelamatkan segala yang ada.

    Apakah mereka yang mempunyai nilai-nilai negatif sebagaimana disebutkan diatas harus dipertanyakan kualitas penghambaannya kepada Tuhan ? Tidak perlu dipertanyakan, kita hanya ditugaskan untuk saling mengingatkan dan mendengarkan penjelasan. Iman adalah kepercayaan kepada Tuhan dan Takwa adalah pengimplementasian ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Berbuat kebaikan.

    Orang islam wajib mencontoh Nabi Muhammad, Islam turun kepada beliau, bukankah beliau memaafkan para penyembah berhala yang melempari batu ketika di Thaif ? Jika beliau menyetujui tawaran Jibril untuk menjatuhkan gunung-gunung kepada para pelempar batu, sebagai seorang muslim saya tidak akan percaya dengan sempurna kepada agama Islam dan saya akan menganggap benar aksi kekerasan yang dilakukan orang Islam.

    Di pemeriksaan ke-9, KH. Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa yang merangkum fatwa penistaan agama adalah tim MUI. Apakah penandatanganan oleh KH. Ma’ruf Amin yang tanpa menonton video bukti di kepulauan seribu adalah hal yang diskenariokan ? Saya tidak mau berasumsi (anggapan) karena akan lebih baik jika perangkum fatwa ini mengklarifikasi. Terlebih MUI tidak bermusyawarah dengan pihak yang dituduh penista.

    Apakah kasus penistaan, aksi bela agama dan kampanye memilih satu agama adalah hanya untuk pemenangan Pilkada ? Para pemilih dan pengamat runut berita tentu bisa melihat apakah ini murni agama atau pemakaian agama untuk kepentingan elit politisi.

    Beberapa saudara muslim dengan tulus mengikuti aksi bela agama, yang perlu diingat adalah jangan sampai ada provokasi kebencian yang menuai kegaduhan. Kita harus sadar, setiap kita, agama dan nilai-nilai agama yang luhur jangan sampai dipermainkan untuk kemenangan Pilkada DKI Jakarta. Umat islam itu merahmati dan menciptakan kerukunan.

    Dalam ulang tahun TV One ke-9 di acara penyambung suara rakyat, Menteri Agama Bapak Lukman Saifuddin menyatakan ;

    “Orang islam ada yang memilih pemimpin karena agama ada juga yang memilih yang berbeda agama.”



    Bapak Ali Maschan Moesa di PP. Luhur Al Husna Jemur Wonosari (21/2) menyatakan;

    “Memilih pemimpin ubudiyah (ritual ibadah keagamaan) itu jelas harus yang sama agama, kalau pemimpin tentang permasalahan dunia tidak apa-apa. Kalau baik, mempunyai keahlian tidak apa-apa. Kita harus mencontoh Nabi, Nabi bersabda, kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian. Sabda lainnya barang siapa memusuhi/menyakiti orang non Islam (Dzimmi) yang baik, yakni mau bersepakat untuk hidup rukun dalam satu wilayah maka sesungguhnya mereka memusuhiku (Nabi).”

    Beliau kemudian banyak bercerita kisah ketika menjabat Ketua PWNU Jawa Timur, pada tahun 2005 ada konflik agama, beliau berhasil mengajak 5000 massa berjalan dari Graha Adi ke Tugu Pahlawan Surabaya dengan membawa alat kesenian masing-masing. Beliau menjelaskan, pada waktu itu terlihat sekali indahnya kedamaian dalam keberagaman. Ada kisah juga ketika orang FPI meratakan Masjid Ahmadiyah di Parung, kami minta media tidak memberitakan akan tetapi pihak FPI harus tetap diproses hukum. Di Batu, ada seorang umat Kristen menginjak Al-Qur’an, kami juga memohon agar tidak dimediakan, akan tetapi pelaku tetap diproses secara hukum.

    “Kita hanya ingin Indonesia satu.”

    Beliau adalah calon menteri agama yang diajukan oleh PKB kepada Jokowi-Jk. Pemakaian agama dalam Pilkada dan Pilpres akan terus berlanjut. Apabila Jokowi-JK tidak merampungkan Dewan Kerukunan Nasional (DKN) yang digagas Bapak Wiranto, isu SARA akan menghancurkan Kesatuan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang dikagumi oleh seluruh dunia.

    Dengan sangat hormat, dengan penuh kebanggaan menjadi warga negara Indonesia, kami memohon kepada aparat pemerintah agar dengan segera merampungkan DKN. Menjadi instansi yang netral, instansi yang diisi oleh orang-orang baik dari orang Kong Hucu, Islam, Budha, Hindu, Kristen – Berkomitmen untuk meneguhkan Bhinneka Tunggal Ika.

    Apresiasi yang sangat besar bagi bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla beserta seluruh menteri Kabinet Kerja yang sudah 2 tahun mengalami suka-duka selama di pemerintahan. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Rezim Jokowi-JK, Menteri Kabinet Kerja dan para orang baik yang memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Terima kasih karena sudah menghabiskan waktu dan energi untuk negeri yang besar ini. Kami mengharap DKN menjadi simbol Bhinneka Tunggal Ika, mewujudkan kedamaian dan kerukunan di tengah permainan isu SARA, sebagai kekuatan Indonesia Raya.

    Tulisan ini hanya sebuah tindakan kecil bahwa kami mencintai negeri Bhinneka Tunggal ika ini. Kami sadar bahwa kami tidak banyak berbuat seperti yang Bapak Jokowi-JK Dkk lakukan. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya, sempatkan waktu untuk berbahagia bersama keluarga dan berikanlah yang terbaik untuk negeri ini.

    Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla, piye kabare ? Asyik jamanmu tho ? Hehehehe. Salam Indonesia Hebat

    Penulis : Ainul Hayat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menteri Agama, Calon Menteri Agama dan Bhinneka Tunggal Ika Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top