728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Februari 2017

    Menggiurkan! Beredar Foto Pamer Uang Berkoper-koper

    Hari ini sebenarnya kita sedang memasuki hari tenang. Tak boleh ada keributan dan tak boleh ada kampanye lagi. 15 Februari nanti 101 daerah akan menentukan pimpinan baru untuk 5 tahun mendatang, Jakarta hanya salah satunya.

    Dari beberapa kali memperhatikan Pilkada dan pemilu, baru serkarang saya sadar bahwa minggu tenang adalah minggu pergerakan. Para timses, relawan dan seluruh simpatisan pasti sedang bersiap, siaga, dan melalui rapat-rapat panjang agar pada hari H nanti tidak kecolongan.

    Tapi selain itu masa tenang juga merupakan masa serangan fajar. Di setiap pemilu, bagi-bagi uang secara rutin jelang pencoblosan, terutama pagi hari saat pemilih baru bangun, selalu ada yang namanya bagi-bagi uang. Sudah jadi rahasia umum dan ternyadi di banyak tempat.

    Beberapa hari ini beredar foto berkoper-koper yang dipegang oleh dua orang. Dibuka dan dipamerkan. Hal ini sebenarnya biasa saja. Sebab bagi orang yang belum pernah pegang uang sebanyak itu, memang akan dijadikan objek foto-foto sebagai kenangan. Menjadi bermasalah karena minggu ini kita akan menyambut Pilkada. Terlebih mengenakan jaket nomer satu ala Agus Yudhoyono calon Gubernur Jakarta.

    Menurut informan seword, sebenarnya foto tersebut awalnya untuk kalangan terbatas yang dibahas oleh intelijen, mengingat tidak mudahnya untuk menarik atau mengumpulkan uang tunai sebanyak itu. Namun kemudian bocor ke beberapa pihak sehingga muncul dan menyebar di banyak sosial media, seperti facebook dan twitter.

    Banyak yang bertanya-tanya siapa orang dalam foto tersebut? Setelah saya tanyakan ke informan seword, rupanya dia adalah Darmanto dan Harti Hartidjah. Darmanto merupakan tim pemenangan Agus Sylvi dan Harti adalah kader Partai Demokrat yang pada 2014 lalu maju sebagai calon DPRD Jakarta. Lokasinya foto diketahui di Wisma Proklamasi. Untuk menguji kebenaran info ini, tentu saja harus dilakukan investigasi lebih lanjut.

    Pengaruh terhadap hasil Pilgub

    Beredarnya foto ini pasti memiliki pengaruh terhadap hasil Pilgub. Positifnya, jika benar memiliki uang banyak maka Agus mungkin akan memiliki banyak pemilih bayaran, sehingga kalau hasil survey menunjukkan Agus terendah, bukan tidak mungkin simsalabim akan maju ke putaran kedua atau bahkan menang mutlak satu putaran.

    Siapa yang tak tergiur dengan uang? Anda boleh idealis, boleh meyakini bahwa Ahok atau Anies lebih baik, tapi perut yang lapar tak pernah punya pilihan untuk bersikap idealis. Jangankan diberi gratis, dipinjami rentenir dengan bunga tinggi saja kadang diterima. Sehingga peralihan suara hasil bagi-bagi uang ini sangat mungkin terjadi. Sementara dari sisi kelompok yang belum menentukan pilihan atau pemilih Agus yang belum loyal, pasti akan beralih ke Ahok atau Anies.

    Sekarang pertanyaannya apakah rakyat Jakarta masih akan tergiur bayaran agar memilih Agus, atau sudah sejahtera dan cukup sehingga menginginkan Ahok kembali jadi Gubernur. Apakah Jakarta masih seperti dulu yang serba keras dan tidak ada yang gratis? Sehingga uang bisa sangat menentukan untuk segala hal, termasuk Pilkada. Hal ini dapat kita lihat pada 15 Februari nanti.

    Tapi buruknya kalau foto tersebut ternyata tidak benar atau hoax, maka Agus menjadi korban kampanye hitam yang sangat memprihatinkan.

    Bagaimanapun foto ini harus segera dicari tahu kebenarannya dan diantisipasi. Jika foto tersebut benar maka Anies dan Ahok harus mengantisipasi. Tapi jika foto tersebut hoax, maka Agus atau SBY harus mengklarifikasi. Setelah dua hari beredar, saya belum membaca ada bantahan dari Agus dan timnya.

    Anda boleh berusaha, tapi kadang saldo yang menentukan

    Dalam banyak cerita percintaan, adalah sebuah kewajaran kalau perempuan memilih lelaki yang isi dompetnya lebih tebal. Bagi saya dan banyak orang yang terlahir dari keluarga biasa-biasa dan miskin, bisa dibilang mustahil bisa dilirik oleh anak-anak pejabat, pengusaha atau artis yang sudah jadi nasabah prioritas.

    Dalam sejarah pemilu di Indonesia, pun hampir sama, semua tentang kekuatan uang untuk keperluan logistik. Jangan bermimpi bisa maju sebagai anggota DPR atau pemimpin daerah kalau tak punya dana. Mereka yang berhasil maju dan duduk di kursi pemimpin daerah itu pasti menghabiskan banyak dana, sekalipun mungkin sebagiannya dari hasil sumbangan relawan seperti halnya Jokowi dan Ahok.

    Analisis reaksi KPU dan Timses Ahok

    Sehari sebelum gambar memamerkan koper uang tersebut, merupakan debat final Pilgub DKI. Dalam sambutannya, Sumarno ketua KPU DKI mengatakan agar tidak digoda dengan uang.

    “Jangan goda kami dengan rayuan, iming-iming apa pun. Karena petugas kami bukan tukang balon yang bisa menggelembungkan suara dan bukan tukang timbangan yang bisa menaik-turunkan suara. Tentu di ujung jalan demokrasi kita ada akhir dan kalah-menang, terpilih atau tidak terpilih, marilah kita terima apa pun hasilnya. Yang menang tidak perlu jemawa, yang kalah tidak merasa dikalahkan. Siapa pun yang terpilih, yang menang masyarakat Jakarta,” kata Sumarno.

    Entah apakah ini ada hubungannya dengan gambar yang semula untuk kalangan terbatas tersebut, tapi andaipun ini kebetulan, tetap saja cukup bodoh dan miris. Bagaimana mungkin seorang tim pemenangan sengaja berfoto dengan uang berkoper-koper? Kalau foto tersebut diambil jauh sebelum final debat sehingga mungkin ada kaitannya dengan “curhat” ketua KPU. Jikapun diambil setelah final debat, betapa tidak sensitifnya dua orang ini?

    Di sisi lain Grace Natali atau ketua PSI mengatakan “Untuk setiap laporan kecurangan yang berhasil dibuktikan akan diberikan kompensasi sebesar Rp 20 juta.”

    Pernyataan ini dibuat sore tadi, sehingga saya melihat ini sengaja dilakukan untuk membuat relawan Ahok dan para pemilihnya untuk siaga. Merespon foto uang yang berkoper-koper dan sangat menggiurkan tersebut.

    Sebagai penutup, saya ingin mengutip pernyataan Jose Mourinho saat masih jaya-jayanya bersama Chelsea. “Pada akhirnya sejarah hanya akan mencatatkan skor akhir, bukan bagaimana anda bermain.” Pernyataan ini adalah jawaban atas kritik cara bermain Chelsea yang sangat pragmatis dan parkir bus.

    Apapun hasil 15 Februari nanti, semoga berakhir dengan pengakuan dan tak perlu lagi ada kelompok gagal move on jilid dua. Agus anaknya SBY, Ahok punya relawan militan, dan Anies punya Sandiaga Uno. Semoga hasilnya benar-benar murni suara rakyat Jakarta.

    Begitulah kura-kura.


    Penulis : Alifurrahman   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menggiurkan! Beredar Foto Pamer Uang Berkoper-koper Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top