728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 20 Februari 2017

    Mengapa Relawan Ahok Lebih Kuat Dari FPI

    Yang saya maksutkan Relawan  Ahok, bukan hanya terbatas pada Teman Ahok, atau tim sukses yang lain yang terdaftar secara teknis. Tapi seluruh pihak yang terkait yang secara sadar atau tidak sadar telah membantu kampanye sekaligus menjatuhkan pihak lawan. Relawan Ahok ini saya rasa bersifat sporadis dan masif. Mereka bukan hanya terdiri dari orang-orang yang berkumpul di Jakarta. Mereka ada di mana-mana dan masing-masing dari mereka memiliki kesadaran untuk memperjuangkan Ahok. Sekarang pertanyaannya adalah, kenapa? Apa pentingnya memperjuangkan Ahok bagi mereka yang berada di luar Jakarta? Jawabannya adalah karena adanya kesamaan musuh bersama.

    Maksutnya bagaimana? Kita tahu bahwa dewasa ini, Ahok seakan-akan menjadi bulan-bulanan bagi sejumlah pihak yang mencoba memaksakan hukum. Yang mencoba untuk menjadikan hukum sebagai mainan untuk memukul kepala musuh mereka. Termasuk FPI, GNPF MUI, dan personal lainnya yang saya rasa sangat memuakkan. Dalam beberapa waktu yang lalu, saya merasa bahwa hanya sayalah yang merasa muak dengan mereka.

    Saya mencoba untuk mematut-matutkan bahwa saya merasa demikian karena terpengaruh dari faktor pengalaman, pendidikan, dan ideologi saya sendiri. Tapi ketika saya mengetahui terbentuknya Relawan Ahok, dan pergerakan masif di media sosial, yang ternyata akun di dalamnya bukan hanya terbatas pada Teman Ahok, atau mereka yang berdomisili di Jakarta. Melainkan mereka yang di luar daerah, anak muda dan orang dewasa. Ramai bercuit di Facebook dan Twitter, menulis analisa dan saling share sehingga terasa tak terbendung lagi pergerakan mereka, dan hasilnya sungguh signifikan dalam penyerangan balik lawan politik Ahok dan memengaruhi objetifitas warga Jakarta sehingga tidak tergantung partai.

    Memang benar FPI dan secingkrangnya, serta entah siapa dalang di balik pergerakan itu, telah berhasil membawa massa yang cukup banyak untuk melakukan “jalan-jalan” di Jakarta dan menjadi perhatian media massa. Tapi saya rasa justru di sinilah sumber dari pergerakan sporadis dan masif dari para relawan Ahok memenuhi laman media massa. pergerakan FPI yang terlalu frontal dan terlalu ekstrim mengundang perhatian publik dan selanjutnya menjadikan mereka yang hadir pada aksi 411, 212 dan 112 menjadi musuh bersama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Jika anda membaca buku Ary Ginanjar yang berjudul ESQ 165 Way, anda akan mengetahui bahwa hal ini disebut sebagai “Anggukan Universal”.

    Anggukan Universal ini, diterangkan lebih lanjut oleh Ary Ginanjar adalah kesamaan perasaan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Misalnya saja, setiap manusia memiliki kesamaan perasaan dasar tentang rasa menjaga dan memelihara. Karena itu kita akan merasa marah, atau tidak suka jika melihat ada orang yang merusak bunga atau tumbuhan di taman yang Indah. Atau tentang kesamaan perasaan cinta dan kasih sayang, yang membuat kita akan menghujat dan mengutuk mereka yang membunuh sesama manusia, atau bahkan menyiksa binatang.

    Jika oleh Ary Ginanjar disebut sebagai “Anggukan Universal”, maka saya akan menyebutnya sebagai aspek kemanusiaan. Hal-hal mendasar seperti di ataslah yang membuat kita tetap menjadi manusia seutuhnya. Dan apa yang telah dilakukan FPI, dan dalang di balik aksi tersebut, saya sepakat jika dikatakan tidak manusiawi. Okelah, mereka menamakan aksi damai. Tapi sadar atau tidak, kita setuju bahwa aksi yang mereka jalankan sempat membuat panas suasana perpolitikan Jakarta dan membuat panas mereka yang menyaksikan atau membaca berita tersebut. Maka jika ditanya salah siapa yang membuat Indonesia terpecah, maka salahkan mereka. Bukankah mereka koordinatornya..


    Sebagian yang saya sebut memang spesies Angry Bird dengan mudah terpancing dan ikut-ikutan membenci Ahok. Tapi mereka yang menjadi manusia seutuhnya yang melihat permasalahan secara objektif membuat perlawanan. Dengan adanya media sosial, mereka tidak hanya terbatas menjadi penerima informasi. Mereka juga dapat membuat informasi seenak udel mereka. Dan akhirnya, timbullah banyak status, cuitan, meme, dan analisa yang mengritik dan menyerang FPI dan seluruh yang terkait pada aksi tersebut. Dan ironinya, karena disiarkan di seluruh Indonesia, maka relawan Ahok, yang mendukung Ahok ini muncul di seluruh Indonesia. Dan inilah jawaban kenapa relawan Ahok lebih kuat dari FPI, GNPF MUI, atau bahkan seluruh partai pendukung dijadikan satu. Bahkan jika benar didukung oleh Hokage ke-6.

    FPI se-Jakarta, melawan relawan Ahok se-Indonesia Raya. Mau apa mereka? Memang jika kita amati pergerakan paling besar adalah di media sosial. Pergerakan di media sosial, benar-benar kuat dan total. Bahkan akun-akun pendukung FPI dan yang satu speies mencoba untuk update status, bercuit, atau menulis analisa, mereka akan diserang habis-habisan oleh para relawan Ahok. Menurut dari pengamatan saya, mulai dari Seword, Kompasiana, Mojok, Kumpara, dan Tirto, bahkan belakangan portal online mencoba untuk bersatu padu mengkritik FPI dan menghancurkan mereka pelan-pelan.

    Hal tersebut, tidak mungkin jika hanya karena uang. Tidak mungkin mereka semua bersatu melawan FPI karena ada beberapa pihak pragmatis yang membayar mereka. Lebih tepat jika kita katakan karena faktor “Anggukan Universal” itu tadi. Dan pergerakan relawan Ahok ini, tidak terhenti pada media massa. Tapi menjalar pada aksi fisik seperti penolakan Rizieq di beberapa daerah seperti Surabaya, dan demonstrasi pembubaran FPI. Hal ini sesuai dengan teori Pergerakan Sosial, dimana semua elemen yang memiliki tujuan sama, akan bersinergi dengan porsi dan caranya masing-masing.

    FPI, mencoba untuk menarik perhatian massa. Dan kini massa benar-benar memperhatikan mereka. Tapi alih-alih bukan karena simpati, justru ingin menghancurkan mereka. Dan jika FPI ini tetap mencoba untuk mencari perhatian dengan mengadakan aksi-aksi meskipun dengan embel-embel damai, dal lainnya dengan tujuan Ahok. Maka relawan Ahok di media sosial akan tetap berkoar-koar, dan aksi nyata di lapangan akan terbentuk kuat. Sebesar-besarnya anggota FPI memangnya ada apanya jika dibandingkan massa yang bersatu padu di seluruh Indonesia?

    Salam, Pecandu Kopi


     Penulis : Rohmat Tri Santoso   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mengapa Relawan Ahok Lebih Kuat Dari FPI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top