728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 Februari 2017

    Mas Agus Mau Melangkah Kemana? Jadi Gimana Selanjutnya Mas Agus?

    Proses Pilkada DKI Jakarta 2017 memang belum berakhir, penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU malah belum dilakukan. Tetapi kita semua sudah mengetahui bahwa akan ada putaran kedua dan sayangnya Mas Agus dan pasangannya hampir dipastikan tidak ikut serta. Terkecuali ada badai politik atau bahwa semua lembaga survei yang ada salah semua dalam memeberikan data. Pertanyaaannya dengan realita yang ada didepan mata sekarang. Mas Agus mau melangkah kemana? Jadi Gimana selanjutnya Mas Agus?

    Sejak dimunculkannya nama Mas Agus di kancah perpolitikan khususnya dalam pilkada DKI Jakarta, sebenarnya banyak orang menyayangkan, termasuk saya juga. Sudah mantap berkarier di dunia militer. Semua syarat sudah terpenuhi sebenarnya tinggal menjalankan saja. Okelah mungkin sekarang terlihat karier mas Agus agak mentok. Tetapi bukankah itu adalah suatu proses, sama juga ketika saat sang ayahanda masih duduk mejadi Presiden, karier Mas Agus begitu bagus.Dikirim kesana sini, diminta belajar kesana sini sampe keluar negeri segala. Kalau mau bersabar menunggu setidaknya 5 tahun lagi niscaya karier militer Mas bakal sangat berbeda dengan saat ini. Bintang 1 minimal sudah digenggaman, tinggal menunggu perubahan politik, maka bintang 4 sangat layak disematkan di pundak. Nasi sudah jadi bubur tidak mungkin untuk kembali lagi ke dunia militer yang Mas Agus geluti sejak lama. Bukankah hal ini seharusnya sudah menjadi pertimbangan saat memutuskan keluar. Sekedar mengingatkan Mas, diluar sana berribu – ribu pemuda yang lulus SMA mempunyai cita cita mulia masuk Akmil, bahkan ada yang mempersiapkan segalanya sejak masuk SMP baik fisik maupun materi tetapi karena berbagai faktor terutama seleksi yang sangat ketat mereka gagal. Melihat begitu mudahnya Mas Agus keluar dari militer pasti saya jadi berguman “eman – eman  le…”.

    Apalagi pilihan pertama untuk terjun ke dunia politik adalah mengikuti Pilkada DKI, ini sesuatu yang bukan main – main. Harus melawan sang petahana yang saat itu prosentasi keterpilihannya sangat tinggi. Serta juga harus melawan sang Mantan menteri. Mas Agus melangkah dengan gagah berani karena merasa mendapat dukungan dari keluarga mencoba ikut bermain disana. Saya ibaratkan adalah seperti pemain sepakbola junior di Indonesia memang hebat memang punya kualitas, kemudian tiba tiba karena koneksi uang dipaksa masuk ke tim utama Barcelona dan langsung bertanding. Semua akan tau bahwa pemain tersebut bukannya tidak bisa bermain bagus. Tetapi cuma satu kekuranganya. Kurang jam terbang. terlalu dipaksakan. Belum waktunya saatnya kalau mau dibilang. Maka karena tidak dapat menunjukkan prestasi pemain tersebut dikirim balik ke Indonesia. Hancur masa depannya dan yang pasti malunya itu.

    Setelah kembali ke militer tidak bisa, pilihan cuma ada satu bagi Mas Agus,s udah kepalang tanggung. Maka dunia politiklah yang harus Mas Agus hadapi. Jangka pendek mungkin Mas Agus akan kembali mencoba peruntungan ikut pilkada daerah lain, Jawa Timur mungkin, kalau tidak menjadi Gubernur. Usul sayakalau memang mau maju ke Pilakda mengapa tidak mencoba menjadi Bupati dahulu, Bupati pacitan mungkin lebih realistis. Tidak salah membangun kota kecil dahulu. Kalau sudah berhasil akan gampang menakkan harga jual.

    Jangka panjang yang paling realistis adalah mengurusi Partai Demokrat, bahu membahu dengan sang adik dan tentu saja dibawah bimbingan ayahanda. Mas Agus harus mampu mengangkat harkat martabat pertai Demokrat yang semakin tenggelam hari demi hari. Ditambah saat ini dimana pasangannya kalah di Pilkada DKI Jakarta. Mengurusi Partai Demokrat kiranya adalah pilihan yang baik daripada harus ikut bertarung di Pilkada lainnya. Masih ada waktu 2 tahun untuk Pilpres dan Pileg 2019. Mas Agus harus memastikan bahwa suara Demokrat harus masih terdengar, bukan hanya terdaftar. Karena kalo sampai hasil di 2019 tidak sesuai harapan maka kemungkinan besar Partai Demokrat hanya akan menjadi bagian sejarah di kancah perpolitikan di Inonesia. Bubar jalan, lalu menghilang perlahan lahan.

    Kalau boleh saran buat Mas Agus. Mas Agus tentunya sering melihat iklan – iklan dan motivator motivator yang ada di televise khan? Saran saya sih cuma satu “Be Yourself”. Cieee…. Bahasa Inggris coi… khan Mas Agus jagonya Bahasa Inggris. Jadilah diri sendiri Mas. Petik pelajaran dari peristiwa yang membuat Mas Agus dalam posisi begini. Kalau memang mau jadi politisi jadilah politisi yang mempunyai gaya “Trade Mark” sendiri. Jangan ikut orang lain, apalagi orang tua. Karena saat ini tugas terberat bagi Mas Agus adalah lepas dari bayang bayang orang tua. Percayalah Mas Agus dengan segala potensi yang ada didalam diri Mas, pasti bisa melakukan itu semua.

    Contohlah anak Presiden kita itu. Bagai bumi langit sama bapaknya. Punya style sendiri punya jalan hidup sendiri yang tidak perlu harus ikut ambisi dan keinginan orang tua dan para “paman dan tante” disekelilingnya. Yang paling penting adalah apa yang diperbuat tidak menyusahkan orang lain. Dan bisa berguna pertama buat keluarga kalau sudah berguna buat keluarga tetnunya juga buat bangsa dan Negara. Berbakti kepada Negara bukan cuma saat menjadi pemimpin saja.

    Salam jauh dari mantan pengagummu.

    Penulis : Leonardi    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mas Agus Mau Melangkah Kemana? Jadi Gimana Selanjutnya Mas Agus? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top