728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 01 Februari 2017

    Ma’ruf Amin Tidak Wakili NU Tetapi MUI

    Kiai Ma’ruf Amin yang kini juga menjabat Rais Am Syuriah PBNU tidak bisa disebut mewakili NU dalam fatwa yang dikeluakan MUI maupun dalam persidangan kasus Ahok sebagai saksi, karena dalam persidangan kasus yang menimpa Ahok, Ma’ruf Amin jelas mewakili sebagai ketua umum MUI.

    Mengenai adanya pernyataan, tentang warga NU DKI adalah pendukung Paslon No.1 adalah bullshit. Hal ini bisa saja menjadi tipu muslihat atau siasat adu domba. MUI yang meski sudah tak menganggap GNPF adalah bagian dari struktur MUI jelas masih terlihat tampak mesra dengan GNPF.

    Dipersidangan Ahok, Ma’ruf Amin jelas dan sangat jelas sekali merupakan perwakilan dari MUI, karena ini menyangkut soal fatwa. Jika ada wacana ia merupakan wakil dari NU dalam Isu isu yang memanaskan suhu politik belakangan ini adalah omong besar dan adalah politik adu domba.

    Karena jelas sekali Said ketua NU tidak menyutujui FPI bahkan menentang FPI.

    “Seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama. Masa orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu. Kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali aja. Mustinya kan taklim, kalau tiap hari isinya menghasut ya bukan ulama,” kata Said di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/17).

    “Apalah artinya, apalah tujuannya, dan apa sih hal yang bisa kita petik untuk kemajuan bangsa ini dengan demo itu. Menurut saya, demo itu bisa mengganggu ketertiban, mengganggu orang bekerja, yang sekolah enggak sekolah, yang kerja enggak kerja,” ujarnya.

    Kemudian masih ingatkah kita tentang tanggapan dari Gusmus yang kemudian enggan ditanggapi oleh Ma’ruf Amin.

    Dimana Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin enggan menanggapi pernyataan mantan Rais Am Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) yang mengeritik MUI sebagai organisasi tak jelas.

    “Tidak perlu kami mengomentari. Karena dari dulu memang begitu. Jika ada apa-apa, MUI yang dimintai tanggapan,” kata Kiai Ma’ruf Amin.

    Kiai Ma’ruf Amin yang kini juga menjabat Rais Am Syuriah PBNU menjelaskan, MUI adalah organisasi representasi dari organisasi massa (ormas) Islam yang ada di seluruh Indonesia. MUI sejak dulu dibentuk pemerintah untuk menampung ormas-ormas yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

    “Di MUI semua ada, NU ada, Muhammadiyah ada, Al Washliyah, Tarbiyah ada. semuanya. Silakan tanya ke pemerintah,” tutur Kiai Ma’ruf Amin.

    Artinya Gusmus saja menyebutkan tidak jelas dan mengkritisi tindakan MUI selama ini.

    Disisi lain para banser NU dan kelompok NU seperti di Surabaya, Kalimantan dan Bali mendukung penuh setiap ada usutan terhadapa para petinggi FPI dan Ormas FPI yang memecah belah bangsa dan Intoleren.

    Jadi ketika Ma’ruf Amin sebut-sebut NU maka Ma’ruf Amin adalah titik-titik. Tindakan yang dilakukannya selama ini dari mobilisasi massa sampai ke fatwa dan menjadi saksi dipersidangan Ahok, jelas sekali tidak netral. Sementara NU sendiri adalah organisasi besar di Nusantara ini yang sangat mencintai keberagaman, toleransi dan cinta kasih serta garda terdepan untuk melawan kelompok radikalisme atau kelompok yang berkarakter barbar.

    Banyak pihak dan oknum tertentu yang sengaja mengkaitkan Ma’ruf Amin dengan nama NU. Hal ini jelas siasat terselubung untuk memecah belah NU.

    Masih ingatkah kita dengan surat terbuka dari santri NU yang ditujukan kepada Ma’ruf Amin, yang sempat menjadi viral dan tumpah di berbagai media, berikut saya sajikan ulang dan singkat saja :

    “…. Kiai diharapkan oleh kami bisa mengambil jarak dengan politik praktis atau hal-hal yang dapat ditafsirkan bernuansa politis. Bahkan sejatinya Kiai dapat memberikan solusi yang dapat memperkokoh kualitas demokrasi kita dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh elemen bangsa, apa pun agama dan keyakinannya untuk mengabdi kepada negeri.

    Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Sebab itu, Islam yang kita pahami sebagai kekuatan moral untuk memperkokoh solidaritas kemanusiaan dan solidaritas kebangsaan kita.

    Coba Kiai lihat apa yang terjadi sekarang, situasinya sangat tidak kondusif bagi demokrasi yang sebenarnya sudah membaik dan membuahkan hasil. Bahkan taruhannya adalah kebersamaan kita sebagai bangsa sedang dalam ujian serius.

    Kiai Ma’ruf yang saya hormati,
    Izinkanlah saya menyampaikah dua hal yang terus mengganjal nurani saya untuk mempertanyakan komitmen MUI dalam mengusung Islam Moderat di Tanah Air. Meminjam ungkapan KH Mustofa Bisri, MUI makin tidak jelas. Saya pun mempunyai pandangan yang sama.”

    ———-

    So, Ma’ruf Amin hendaknya berani untuk koreksi diri dan melakukan evaluasi besar-besaran. Apalagi Ma’ruf Amin sudah diketahui berada dipihak salah satu Calon Gubernur DKI. Padahal MUI adalah lembaga ataupun organisasi yang netral.

    Tidak ada kaitan Ma’ruf Amin dengan NU dalam kasus Ahok ataupun dalam mengeluarkan fatwa belakangan ini. Jadi jika ada pihak-pihak yang bawa nama NU tak lain adalah tipu muslihat untuk adu domba. Jelas yang dilakukan Ma’ruf Amin bernuansa politis yang baunya menyengat. Lihat saja dalam persidangan, ia berkata bahwa fatwa tentang Ahok karena desakan. haha.

    Oleh Losa Terjal Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ma’ruf Amin Tidak Wakili NU Tetapi MUI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top