728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 Februari 2017

    Ma’ruf Amin Maafkan Ahok, yang Mendadak Jadi NU Kabur

    Kemarin sore Ahok meminta maaf secara terbuka kepada KH Ma’ruf Amin atas kesalahpahaman dalam pernyataannya pada persidangan dua hari yang lalu. Permohonan maaf dari Ahok itu disampaikannya melalui surat dan rekaman video. Ahok mengakui banyak orang berpikir bahwa dia akan melaporkan Ma’ruf ke polisi, padahal yang ia maksudkan dengan melapor itu adalah saksi pelapor seperti Novel dan Gusjoy. Sementara KH Ma’ruf Amin bukanlah saksi pelapor, maka beliau tidak mungkin dilaporkan oleh Ahok.

    Mula-mula saya merasa heran mengapa tiba-tiba ada orang yang marah terhadap Ahok dan menganggap bahwa dia telah berlaku kasar kepada Ma’ruf. Setelah saya membaca secara cermat komentar-komentar dari pihak yang marah itu, saya akhirnya mengerti karena ternyata dalam persidangan dua hari yang lalu itu nada suara Ahok memang dirasa cukup keras dan lantang. Ahok tampak terbawa emosi saat membuat pembelaan.

    Tetapi saya juga tidak bisa sepenuhnya mempersalahkan Ahok sebab bisa jadi cara dia berbicara memang sudah seperti itu adanya, kedengarannya keras dan lantang, tetapi sebenarnya tidak bermaksud kasar. Untuk bisa mengerti intonasi suara Ahok, kita mesti jeli melihat latar belakangnya sebab setiap orang dari berbagai latar belakang daerah yang berbeda-beda mempunyai cara yang berbeda-beda pula dalam menunjukkan sikap sopan santun dalam berbicara. Boleh jadi, bagi kita yang berasal dari daerah lain cara berbicara Ahok dua hari yang lalu itu terbilang keras, tetapi belum tentu bagi orang yang sedaerah dengan dia.

    Apapun itu, saya senang bahwa Ahok sudah meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin. Bagi saya, permintaan maaf Ahok kepada Ma’ruf itu ibarat permintaan maaf seorang anak kepada ayahnya sendiri. Sebagaimana anak pada umumnya, kadang-kadang berbicara keras dan lantang terhadap orang tua, begitulah mungkin sikap Ahok kepada Ma’ruf. Maka, sebagai anak, sudah sepantasnyalah Ahok meminta maaf kepada Ma’ruf atas ucapannya itu; dan syukurlah hal itu sudah dilakukan oleh Ahok.

    Jika Ahok tidak meminta maaf seperti itu, saya curiga jangan sampai ada orang ketiga yang akan memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu. Makanya jangan heran jika sejak persidangan itu selesai, orang-orang mulai menonjolkan posisi KH Ma’ruf Amin sebagai tokoh NU ketimbang sebagai Ketua MUI. Mengapa? Sebab ada orang yang senang jika Ahok dibenturkan dengan NU karena selama ini NU-lah yang tidak mudah diprovokasi. Apalagi hubungan antara Ahok dengan NU juga cukup baik, bahkan Ahok berkali-kali mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati sesepuh NU sama seperti dia menghormati Gus Dur maupun Gus Mus.

        Jika Ahok berhasil dibenturkan dengan NU, maka orang-orang yang sudah berniat mengadu domba itu akan berada di atas angin dan merasa keluar sebagai pemenang. Jika itu terjadi, kelarlah perjuangan Ahok sebab orang Muslim pada umumnya akan menuruti tokoh-tokoh NU. Untunglah, gejala itu sudah terbaca dengan baik sehingga banyak orang berharap agar kesalahpahaman itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

    Harapan itu pun terpenuhi tadi malam. Seperti tokoh NU pada umumnya, KH Ma’ruf Amin tampil sebagai seorang ayah yang baik. Ia tidak membiarkan hati anaknya terluka, apalagi jika anak itu sudah meminta maaf. Ia memaafkan Ahok yang sudah terlebih dahulu meminta maaf kepadanya.

    Sikap yang ditunjukkan oleh KH Ma’ruf Amin ini patut diacungi jempol. Sikap seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berhati mulia. Maka tidak ada lagi gambaran lain yang cocok untuk menggambarkan sikap beliau tadi malam selain gambaran seorang ayah yang baik. Beliau adalah seorang ayah yang baik yang bersedia memaafkan anaknya yang sudah meminta maaf.

    Saya juga mengacungkan dua jempol buat teman-teman Ansor dan Banser NU yang selalu mengedepankan cara-cara dialog dan usaha damai. Selama ini mereka sudah membuktikan bahwa merekalah panutan banyak umat, bukan hanya umat Islam tetapi juga umat non-Islam. Dalam menanggapi kesalahpahaman yang terjadi dua hari yang lalu itu pun mereka terbukti tidak tergesa-gesa mengambil tindakan. Menurut saya, itu luar biasa.

    Sekarang, orang-orang yang tadinya sudah siap mengadu domba, akhirnya harus mundur secara teratur. Mereka yang mendadak jadi NU langsung kabur entah ke mana. Biarlah mereka tahu bahwa NU dan kita semua menjadi kelompok yang berdiri di garda terdepan dalam mempertahankan NKRI dan menjaga perdamaian di tanah air kita tercinta ini. Semoga negeri kita ini tidak dikacaubalaukan oleh orang-orang yang dengan sengaja memanfaatkan segala suasana.

    Penulis : Jufri Kano Sumber : Seowrd .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ma’ruf Amin Maafkan Ahok, yang Mendadak Jadi NU Kabur Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top