728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 Februari 2017

    M-Anies Di Bibir, Pintar Ber-Sandi Wara

    Membangun Jakarta menurut Anies harus dengan cara yang santun, dimana sikap tegas diiringi kata-kata yang baik dan sopan. Baru-baru ini ada kejadian yang saya rasa ini adalah sebuah permainan playing victim yang cantik dilakukan oleh Anies, Anies playing victim. Terucap sindirannya, namun melupakan data.

    Playing victim apa yang dilakukan oleh Anies? Konsep playing victim adalah sebuah sikap yang seolah-olah dirinya adalah orang paling menderita sedunia, dalam kasus kali ini 20 Februari yang lalu Anies mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, disana Anies menyamakan dirinya sebagai warga, yang sedang terkena musibah banjir, dan mengatakan bahwa program banjir yang dijalankan pemerintah DKI jakarta tidak berhasil, beritanya bisa dibaca disini

    Seakan-akan bahwa dirinya ini sudah sangat sengsara terhadap musibah seperti ini, dan penguasa dalam maksudnya adalah Ahok, kerjanya tidak benar, alias gagal. Sungguh drama kali ini membuat drama Korea mungkin bisa turun rating, karena hal seperti ini membuat semua warga Jakarta akan melirik dan mempertanyakan maksud dari Anies ini.

    Jawaban Elegan Dari Ahok

    “Ah gak usah ngomong lah, capek jadi politik. Kamu ngerti matematik enggak sih? dari dua ribuan (titik banjir) jadi 400 an, dari 400 tinggal 80, kalau itu normalisasi enggak bener, apakah bisa turun tinggal 80?,” kata Ahok,

    “Kalau normalisasi enggak bener, berarti seluruh orang-orang di negeri ini salah semua pak, PU pusat pinter-pinter merancang ini, berarti salah semua. Profesor juga banyak loh disana,” ujar Ahok.
    Semua perkataan diatas bisa langsung dilihat pada laman berikut ini

    Bukti manis bibir, dengan rasa sandiwara, dilawan dengan bukti nyata

    Dengan jawaban telak seperti diatas itu, M-anies memang bibirnya, tapi juga pintar ber-sandi wara, mengatakan bahwa program banjir pemprov ini gagal, kalau memang benar gagal berarti benar apa yang dikatakan Ahok, para profesor dan orang pintar yang merancang ini, dan seluruh orang-orang cerdas di negri ini terlebih yang merancang semua salah, semua gagal, cuma Anies yang bakal bisa bikin bener.

    Logikanya dimana pak? Banjir memang banjir, berapa lama tapi durasinya? Berminggu-minggu? atau berjilid-jilid seperti Aksi Wirosableng lamanya?  Tentu tidak bukan?

    “Sudah lumayan kemajuannya. Sekarang tinggal 80 titik yang banjir dan daerah-daerah yang banjir pun rata-rata airnya surut hanya dalam 3 jam,” ujar Ahok berikut beritanya

    Banjirnya cepat, lebaynya juga hebat, seakan-akan banjir ini adalah suatu kegagalan dalam kinerja bapak Ahok sebagai Gubernur. Berarti cara normalisasi yang dilakukan Ahok salah?

    Ahok Relokasi VS Anies Tidak Perlu Relokasi.

    Solusi pemprov DKI yang merelokasi warga untuk menormalisasi sungai, di vonis gagal oleh Anies Baswedan dalam singkat cerita “Blusukan” yang dilakukannya kemarin.

    Anies mengangap bahwa warga hanya cukup ditata ulang lingkungannya, tanpa harus dipindahkan dan itu bisa dikerjakan, asal ada kemauan, dan tingal kemauannya aja kok Dalam berita ini.

    Retorika lagi ? Atau bisa dikasih bukti? Belum bisa saya mengerti bagaimana caranya menata lingkungan di bantaran sungai yang pasti akan terlewati banjir kalau tidak warganya dipindah? Teori mengeser sedikit atau di apungkan apa itu referensi lingkungan yang dimaksud?

    Satu-satunya jawaban yang logis adalah “Ahok menantang untuk taruhan” pada laman ini

    “Nanti kalau misalnya nih, kita enggak tahu yah siapa yang jadi gubernur, kita ngomong sini dulu. Kalau Pak Anies diizinkan Tuhan jadi Gubernur DKI, kalau dia enggak lakukan normalisasi seperti yang saya lakukan, bohong dia itu. Berani taruhan kita. Benar enggak? Ini kita ngomong sini dulu nih,” terang Ahok.

    “Siapapun jadi Gubernur DKI kalau dia enggak lakukan normalisasi pasti dia enggak kerja. Kamu pilih banjir atau normalisasi? Jadi kalau dibilang satu pihak enggak mau normalisasi, satu pihak enggak mau banjir, saya enggak tahu ilmu dari mana itu. Ini saya bicara dengan PU pusat ini. Kalau ada teori yang lain, berarti PU pusat teorinya enggak benar,”

    Kalau ga nomalisasi artinya ya ga kerja. Begitulah kura-kura sekian dan Terimakasih. Inget pilihlah yang santun?, Hmm tapi saya akan lebih memilih yang “nyata” aja deh daripada yang sandiwara.


     Penulis : Bani Sumber Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: M-Anies Di Bibir, Pintar Ber-Sandi Wara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top