728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 04 Februari 2017

    Logika Terbalik ‘Ahok Menang Jakarta Rusuh?’

    Masih ingat dengan perseteruan abadi antara FPI dan Ahok? Saat itu FPI kerap gencar menuntut Ahok turun dari kursi Gubernur, tapi tentu saja Ahok tidak bergeming. Lalu FPI ‘mengangkat’ Fahrurrozi sebagai ‘gubernur tandingan’ Jakarta. Entah melalui proses apa sampai Fahrurrozi bisa ‘terpilih’, karena di Indonesia, pemilihan kepala daerah sudah diatur oleh Undang-Undang, yaitu lewat Pilkada, dimana rakyat yang memenuhi syarat dan terdaftar di DPT (daftar pemilih tetap) dapat menggunakan hak pilihnya untuk ikut berpartisipasi dalam memilih sendiri para pemimpin atau wakil rakyatnya. Ini tiba-tiba saja sudah ‘disiapkan’

    Gubernur tandingan atau Gubernur pengganti, padahal Gubernur yang sah masih ada, ckckck… Tentunya Gubernur tandingan itu seharusnya sadar, kalaupun sampai Ahok mundur dari kursi Gubernur, tidak mungkin dia yang serta merta menggantikan. Memang terkadang suka konyol tindakan FPI ini, hiiih bikin gemezzz deh, hihihi

    Di perhelatan Pilkada Jakarta ini, terkuak lah suatu skandal, eh, maaf, masih terbawa-bawa balada cinta yang onoh, hehehe…  Terkuak sebuah tali persaudaraan, antara Cawagub nomor urut satu, Sylviana Murni dengan Gubernur tandingan versi FPI, Fahrurrozi. Hal ini terungkap saat menghadiri acara yang digelar oleh Majelis Taklim Arrohmah di rumah Fahrurrozi, di Jalan Masjid, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur pada Kamis 2 Februari 2017 pagi. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
    Saat kedatangan Sylviana ke rumahnya, Fahrurrozi sempat melontarkan seruan kepada peserta acara untuk memilih cagub-cawagub nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni pada Pilkada DKI 2017.

    Berikut kutipan pernyataan Fahrurrozi :

    “Hidup nomor satu. Kita pilih nomor satu, Agus-Sylvi,” kata Fahrurrozi sambil meminta peserta acara untuk mengacungkan simbol satu jari ke atas.”
    Sementara itu, Sylvi mengucapkan terima kasih kepada Fahrurrozi yang telah mengundangnya untuk datang.
    “Kita tahu ustaz Fahrurrozi sudah sering diundang dari pengajian ke pengajian, dari majelis taklim ke majelis taklim dan beliau juga bagian dari MUI,” kata Sylvi.


    Ditemui seusai acara, Fahrurrozi mengatakan bahwa memang ia punya hubungan saudara dengan Sylvi. “(Kenal) dari kecil, saudaraan, sepupu jauh,” kata Fahrurrozi.

    Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sylvi. “Saudaraan,” kata Sylvi singkat.

    Ternyata oh ternyata… Pantas saja selama ini Paslon Agus Sylvi memang tampak sangat ‘mesra’ dengan FPI. Dukungan sudah tidak malu-malu lagi ditunjukkan oleh Fahrurozzi FPI terhadap Paslon Agus Sylvi. Ini bukan fitnah ya, memang fakta seperti itu. Berbagai spanduk dukungan FPI terhadap Agus Sylvi bertebaran dimana-mana, berikut contoh fotonya
    Selain spanduk dukungan, kemesraan FPI dan paslon Agus Sylvi juga sempat tertangkap kamera, berikut beberapa fotonya :

    Ahok menang Jakarta rusuh? 

    Disini saya melihat suatu ‘logika terbalik’ yang gencar ditanamkan di benak rakyat Jakarta. Apa itu? Bahwa kalau sampai Ahok menang, Jakarta rusuh! Logika yang lucu bin blunder menurut saya. Jadi karena Ahok yang selalu digempur FPI, kalau sampai menang, maka FPI dan secingkrangnya akan mengamuk dan membuat kerusuhan dimana-mana, gituh? Ya ga mungkin lah! Kalaupun sampai terjadi protes, paling satu dua hari saja, kita serahkan saja pada yang berwajib untuk diproses hukum. Percayakan kepada aparat hukum dan pemerintah.

    Yang tidak terbayangkan oleh saya, kalau sampai Agus Sylvi yang menang. Apakah Jakarta langsung jadi aman dari serangan FPI? Oh tentu tidak, yang pasti memang FPI akan bersorak-sorai, merayakan kemenangan Agus Sylvi. Tapi kalau FPI senang, lalu damai gituh? Disinilah ‘logika terbalik’ itu, mana mungkin Jakarta aman kalau FPI merajalela? Ormas ini akan semakin jumawa, semakin arogan karena sudah punya ‘pelindung’ Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Urusan pungli akan kembali marak, parkir liar akan kembali bertumbuh dimana-mana, dan acara sweeping akan menjadi kegiatan yang rutin dilakukan,  awalnya mungkin cuma sekedar sweeping kafe remang-remang, lalu meningkat jadi sweeping acara ibadah agama lain. Oh noooooo….

    Jadi jangan tertipu pada ‘logika terbalik’ ini. Pilihlah lawan FPI! Jangan pilih kawan FPI kalau mau Jakarta aman! Merdeka!

    Do NOT choose the one who fights you…But choose the one who will fight FOR you!

    Penulis  : Yaya  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Logika Terbalik ‘Ahok Menang Jakarta Rusuh?’ Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top