728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 Februari 2017

    Liburan ke Bali, Raja Salman Permalukan FPI

    Awalnya saya percaya dengan berita hoax terkait kedatangan Raja Salman ke Indonesia untuk menemui Habib Rizieq FPI, bukan untuk menemui Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Yang membuat saya percaya termakan isu kabar hoax itu karena saya banyak membaca postingan beberapa teman yang berhaluan kaum bumi datar yang kerap kali menyebarkan informasi melalui media sosial facebook mengenai Habib Rizieq yang akan kedatangan tamu penting dari Arab Saudi, yaitu Raja Salman.

    Kemudian saya telusuri kebenaranya, dan ternyata kabar burung itu benar-benar hoax. Jangankan diagendakan ketemu Habib Rizieq, direncanakan saja tidak. Saking girangnya kaum bumi datar itu menganggap mimpi mereka itu sebagai kenyataan. Ya memang kenyataan, namun kenyataan pait, sepait obat puyer sakit kepala cap Oskadon.

    Kemudian saya tunggu-tunggu informasi yang sebenar-benarnya, tak lama saya gelisah akhirnya saya mendapatkan kabar secara resmi dari Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim. Kepada sejumlah awak media Lukman Hakim menjelaskan bahwa kedatangan Raja Salman ke Indonesia hanya untuk bertemu Presiden Joko Widodo, bukan bertemu dengan Habib Rizieq seperti yang media hoax beritakan.

    Mendengar pernyataan resmi dari Menag Lukman Hakim tersebut, kaum bumi datar seperti tersambar petir disiang bolong, alias kebakaran jenggot. Mereka kecewa bercampur malu karena sama sekali tak ada agenda Raja Salman untuk bertemu dengan Habib Rizieq di Indonesia. Mereka harus benar-benar menelan pil pait sebab rasa kekecewaannya itu.

    Kalau kaum bumi datar dapat  berpikir secara rasional, seharusnya mereka tak percaya begitu saja dengan kabar burung terkait kedatangan sang Raja Arab ke Indonesia untuk bertemu dengan junjunganya, Habib Rizieq. Rasional saja kita berpikir. Memangnya Habib Rizieq itu siapa? kok mengharap banget akan ditemui Raja Salman.

    Di Indonesia Habib Rizieq bukan siapa-siapa. Pejabat bukan, Menteri juga bukan. Lantas apa untungnya Raja Salman jika memang benar akan bertemu dengan Habib Rizieq? Sama sekali tak ada untungnya kan, yang untung malah mereka, mereka akan merasa lebih diakui dibanding Presiden.

    Habib Rizieq hanyalah pimpinan ormas saja, tak penting sama sekali untuk Raja Salman. Bahkan Raja Salam pun mungkin juga tak mengenal siapa itu Habib Rizieq. Raja Salman adalah pimpinan negara, pastinya kedatangan ia ke Indonesia juga untuk bertemu dengan Kepala Negara. Ya pastinya agenda kedatangan Raja Salman untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

    Pertemuannya dengan Presiden Jokowi direncanakan awal Maret bulan depan ini selama satu minggu. Informasinya ke Indonesia nanti Raja Salman akan membawa 25 Pangeran dan sebanyak 1.500 rombongan dari Arab Saudi.

    Banyak hal yang akan dibahas dengan Presiden Jokowi, salah satunya kerja sama dibidang ekonomi. Beredar juga sebuah kabar bahwa Raja Salman akan berinventasi bisnis di Indonesia dengan nilai anggaran yang tidak sedikit, yakni 325 Trilliun rupiah.

    Semoga saja nilai 325 Trilliun itu benar adanya, alias bukan kabar hoax. Mengingat Arab Saudi yang sedang mengalami kebangkrutan akibat harga minyak dunia terus menurun, saya sedikit meragukan nilai investasi yang katanya mencapai angka 325 Trilliun tersebut.

    Selain akan menjalin kerja sama dengan pemerintah Republik Indonesia, Raja Salman diagendakan juga akan berwisata dipulau dewata Bali. Pulau yang mana selalu dianggap tempat maksiat oleh kaum bumi datar. Menurut saya itu adalah tamparan keras untuk kaum bumi datar, lagi-lagi mereka harus menelan pil pait.

    Artinya Raja Salman berhasil mempermalukan kaum bumi datar. Yang mana tempat yang selalu dianggap mereka sebagai sarang maksiat malah digunakan untuk liburan oleh sang Raja Salman junjungan mereka itu. Mereka mengira Raja Salman akan liburan ditempat yang religi alias Islami. Dan ternyata tau sendiri kan, bahwa Arab itu tidak mesti harus Islam, dan Islam tidak mesti harus Arab. Antum paham?

    Apalagi baru-baru ini Munarwan sang petinggi FPI menghina Pecalang di Bali. Dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali atas kasus dugaan penghinaan Pecalang itu.

    Itu kesalahan kaum bumi datar sendiri yang selalu menganggap Arab pasti Islam dan Islam pasti Arab. Akhirnya mereka kecewa lagi.

    Dikabarkan setelah kedatangannya di Indonesia Raja Salman akan meneruskan perjalanannya ke negeri tirai bambu, Cina. Analisa saya Raja Salman ingin menyelamatkan ekonomi di Arab Saudi hingga memaksa dia harus berteman dengan siapa saja, termasuk Cina, negara yang selalu dianggap sarang Komunis oleh kaum bumi datar.

    Namun perlu kita ketahui, kaum bumi datar itu kaum yang pinter ngeles, pinter memutarbalikan fakta, dan pinter membela diri. Mereka sangat jago untuk beralibi.

    Kira-kira apa nanti reaksi kaum bumi datar jika Raja Salman benar-benar akan melanjutkan perjalanannya ke negara Cina? Akankah Raja Salman akan dikomuniskan atau dikafirkan juga oleh kaum bumi datar? Silahkan sahabat pembaca ‘seword.com’ menjawab dikolom komentar.

    Sekian.

    Penulis : Saeun Muarif    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Liburan ke Bali, Raja Salman Permalukan FPI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top