728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 17 Februari 2017

    KPU DKI Jakarta Tidak Becus Ngurusin Pilkada

    Ketua KPU DKI Harus Bertanggung Jawab

    Perhelatan pilkada DKI telah usai, dari hasil perhitungan suara sementara tak satupun paslon yang berhasil keluar menjadi pemenang. perolehan suara dari masing-masing paslon tidak ada yang mencapai 50% +1. Paslon Agus-sylvi dengan nomor urut 1 hanya memperoleh suara 17%, sementara paslon Ahok-Djarot nomor urut 2 memperoleh suara 43% dan terakhir paslon Anies-Sandi dengan nomor urut 3 memperoleh suara 39%. Karena tidak adanya paslon yang menjadi pemenang maka dengan sendirinya akan diadakan pemilihan ulang putaran kedua.

    Kita tentu mengucap syukur bahwa pilkada DKI Jakarta dapat berjalan dengan baik dan sedikit kondusif, walau memang harus kita akui bahwa ada sedikit kecurangan dan keributan-keributan kecil yang dipicu oleh petugas atau panitia penyelenggara namun tidak sampai menimbulkan kerusuhan. Ini bisa jadi dikarenakan warga Jakarta sudah dewasa dalam menyikapi berbagai-bagai permasalahan sosial yang terjadi akhir-akhir ini akibat ketamakan dan kerakusan ingin berkuasa. Kekhawatiran sebagian masyarakat Jakarta bahwa pilkada DKI akan rusuh ternyata tidak benar. Dan kedepannya juga untuk pilkada putaran ke dua kita berharap hal yang sama, aman dan terkendali. Tentu ini berkat kesiapan TNI dan POLRI untuk mengamankan Pilkada DKI Jakarta.

    Akibat dari “kecurangan dan keributan-keributan kecil” itu maka kita wajib bertanya dan mengkritisi kinerja KPU DKI Jakarta sebagai penyelenggara. Mengapa bisa seperti itu? Apakah KPU DKI Jakarta tidak independen lagi? Apakah KPU DKI sengaja membiarkan itu terjadi? Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan ke independensian KPU DKI sebagai penyelenggara.

    KPU DKI Harus Klarifikasi Kejadian ini

    Dari berbagai laporan yang saya terima, baik melalui WA, SMS dan Video menunjukkan ketidak becusan KPU DKI Jakarta dalam menangani pilkada DKI. Untuk itu harapan kami sebagian warga diperlukan klarifikasi dari Ketua KPU DKI Jakarta.

    Berikut List TPS yang kertas suaranya habis, tidak diberikan C6 hingga pada hari H, TPS baru buka jam 12:30, dan keanehan-keanehan lainnya

    1. TPS 21 Pegadungan
    2. TPS 97 Kampung Gusti Teluk Gong
    3. TPS Rusun Petamburan
    4. TPS 04 Jamblang Jakarta Barat
    5. TPS 89 Cengkareng
    6. TPS 88 Cengkareng
    7. TPS 13 Meruya Utara
    8. TPS 47 Kelapa Gading
    9. TPS 28 Apt. Medit II
    10. TPS 22 Sawah Lio
    11. TPS 33 Kemayoran
    12. TPS 96 Cengkareng
    13. TPS 18 & 19 Petojo Utara

    Tentu warga Jakarta tidak mau menuduh KPU DKI Jakarta ada bermain “mata” dengan pasangan calon tertentu, namun sebaliknya warga Jakarta punya hak pilih untuk menentukan pilihannya, untuk itu perlu ada klarifikasi dari KPU DKI Jakarta sebagai penyelenggara, menjelaskan kepada warga DKI Jakarta mengapa dan bagaimana hal ini bisa terjadi? satu presenden buruk di era demokrasi kita yang sedang menuju kedewasaan.bila hal-hal semacam ini masih terjadi dihari-hari yang akan datang.

    Dan sudah barang tentu kejadian ini akan merugikan pasangan paslon lain yang seharusnya bisa mememangkan pertarungan pemilihan Gubernur akhirnya harus menelan pil pahit kekalahan oleh karena kelakuan jahat dari pada panitia penyelenggara dalam hal ini KPU DKI Jakarta.

    Awasi Kinerja KPU DKI Jakarta

    Warga Jakarta bukanlah masyarakat sibodoh-bodoh yang bisa digoreng sana sini, warga Jakarta pada umumnya sudah melek akan politik busuk yang dimainkan oleh siapapun itu. Warga Jakarta juga sudah kritis atas apa yang mereka alami dan rasakan selama ini, juga atas apa yang mereka inginkan untuk kebaikan seluruh warga Jakarta.

    Entah kalimat apa yang tepat untuk menggambarkan kekecewaan warga Jakata dalam pilkada yang kemarin berlangsung.Tetapi yang jelas umpatan dan makian  bercampur dengan isi kebun binatang ragunan akan ditujukan kepada panitia penyelenggara, mulai dari tingkat paling rendah sampai ke ketua KPU DKI Jakarta.

    Untuk itu kedepannya pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan diadakan di bulan April mendatang, pemandangan seperti ini tidak terulang lagi. Biarkan warga Jakarta menentukan sendiri calon pemimpin mereka lima tahun kedepan. Jangan pernah membelokkan suara rakyat menjadi suara siluman, karena suara rakyat adalah suara Tuhan.

    Begitulah Kura-Kura

    Salam Tidak Becus


    Penulis : Anak Desa    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: KPU DKI Jakarta Tidak Becus Ngurusin Pilkada Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top