728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 Februari 2017

    Kompak, Anas Kirim Serangan Kecil, Antasari Kirim “Bom”

    Persamaan di antara Anas Urbaningrum dan Antasari Azhar adalah keduanya terpaksa harus menerima nasib sebagai pesakitan yang harus tinggal di balik jeruji besi pada saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa. Anas terjerat kasus korupsi, sedangkan Antasari Azhar terjerat kasus pembunuhan.

    Meskipun begitu keduanya juga memiliki perbedaan. Anas sekarang masih harus menjalani sisa hukumnya di LP Sukamiskin, sedangkan Antasari Azhar sudah mendapat grasi bebas penuh dari Presiden Joko Widodo.
    Namun akhir-akhir ini baik Anas maupun Antasari semakin menunjukkan persamaan, mereka berusaha mencari keadilan yang tidak mereka dapatkan ketika SBY berkuasa, jelas sekali saat ini mereka berdua sedang menunjukkan bahwa ada perlakuan tidak beres dari SBY yang menyebabkan mereka harus hidup di bui.

    Anas yang masih mendekam di balik jeruji besi berkali-kali memberikan tanggapan terhadap cuitan SBY yang tidak rasional di mata Anas. Mulai dari ketika Anas menyamakan SBY sebagai cakil, lalu mempertanyakan berapa kali Anas didemo massa.

    Cuitan Anas berlanjut ketika SBY berkali-kali mencuit bersikap Islami dan sok membela Islam. Silakan tengok sendiri status twitter mantan presiden pilihan saya. Satu hal yang pasti, Anas rupanya Anas agak tersinggung ketika Islam dibawa-bawa untuk tujuan politik SBY. Tak heran ia mencuit panjang lebar, biasanya hanya tujuh poin, Anas menulis hingga sepuluh poin, di antaranya adalah sebagai berikut
    Benar sekali apa yang dikatakan Anas, keimanan seseorang hanya Allah yang tahu, manusia hanya bisa niteni perilaku hidup seseorang tersebut. Anas hanya menulis, silakan tengok kebijakan SBY yang membela Islam. Sulit, kata Anas.

    Serangan Anas tersebut ibarat hujan kerikil dari anak-anak Palestina terhadap tank-tank Israel akibatnya SBY hanya menanggapi dengan senyuman.

    Hadapi dengan senyuman
    apa yang terjadi biar terjadi
    hadapi dengan senang jiwa
    semua kan baik-baik saja 

    Anas sengaja mengirim kerikil sebab ia hanya menuntut permintaan maaf dari SBY. Jika tidak segerta meminta maaf, menurut Anas, SBY akan segera menikmati karma atas perbuatannya. Artinya kerikil yang dilempar anas kerikil bermuatan doa orang terzalimi.

    Serangan Mematikan Antasari Azhar

    Berbeda dengan Anas yang hanya mampu melempar kerikil, mungkin karena amunisinya juga terbatas, Antasari Azhar tanpa basa-basi langsung mengirim “bom” dengan daya ledak melebihi C4 tepat satu hari sebelum pencoblosan gubernur DKI.

    “Saya minta Susilo Bambang Yudhoyono jujur. Beliau tahu perkara saya. Beliau jujur cerita apa yang beliau alami dan apa yang beliau lakukan. Beliau memerintahkan siapa untuk rekayasa dan mengkriminalisasi Antasari,” kata Antasari dalam konferensi pers di kantor sementara Bareskrim Polri pada 14 Februari 2017.  

    “Ada orang malam-malam ke rumah saya. Orang itu siapa? Orang itu Hary Tanoe, diutus Cikeas supaya saya tidak menahan Aulia Pohan. ‘Saya bawa misi dari Cikeas Pak, saya mohon Bapak tidak menahan Aulia Pohan’ katanya dia begitu. Saya bilang tidak bisa,” kata  Antasari. 

    Jleger..tentu saja SBY dibuat kalang kabut karena serangan tersebut mengarah langsung ke muka santun SBY yang sedang sibuk menggelar jalan bagi anaknya untuk jadi Gubernur DKI.  Sontak ia menulis di twitter.

    Tak perlu heran terhadap cuitan SBY, ia pasti sedang mengatakan bahwa ia sedang difitnah dan dizalimi oleh penguasa saat ini. Ia lupa bahwa ia sendiri pernah berkuasa dan memiliki potensi untuk menzalimi. Setidaknya itulah yang dialami oleh Anas Urbaningrum dan Antasari Azhar.

    Mengenai konferensi pers Antasari yang disebut SBY sebagai fitnah, masyarakat pasti bisa menilai kualitas seorang seperti Antasari Azhar, mantan ketua KPK yang mengerti seluk beluk hukum dengan baik. Jadi sangat kecil kemungkinannya untuk berbohong. Atau paling tidak ada sesuatu yang akan diungkap lagi oleh Antasari Azhar.

    Terserah SBY mau bilang bahwa ia sedang dizalimi, difitnah atau dijegal, yang jelas Antasari Azhar sudah tak peduli apakah pernyataannya tersebut menyebabkan SBY kalang kabut. Ia pernah merasakan hidup di bui bertahun-tahun, berpisah dengan orang-orang yang dicintainya. Tingkat penderitaan yang dialami oleh Antasari Azhar tidak ada apa-apanya dengan seandainya nanti Agus gagal menjadi Gubernur.
    Artinya, tujuan dari Antasari bukanlah agar Agus gagal menjadi Gubernur melainkan agar Antasari dapat memperoleh keadilan terhadap dirinya pada pemerintahan Jokowi saat ini, sebuah hal yang tidak ia dapatkan pada masa SBY berkuasa.

    Ia ingin membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa ia tak bersalah. Langkah SBY yang akan menempuh jalur hukum atas pernyataan Antasari tentu sudah diperhitungkan masak-masak oleh Antasari Azhar. Data dan fakta tentu sudah disiapkan oleh Pak Antasari Azhar dan Mas Boyamain sebagai kuasa hukumnya untuk membongkar kesantunan palsu presiden RI sebelum Jokowi.

    Sukur-sukur nanti ada persidangan yang disiarkan secara langsung seperti yang terjadi pada Jessica.
    Selamat berjuang Pak Antasari dan Mas Anas ! Tegakkan keadilan meskipun langit runtuh !

    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kompak, Anas Kirim Serangan Kecil, Antasari Kirim “Bom” Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top