728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 Februari 2017

    Kecurigaan Terhadap Kedekatan Jokowi dan Ahok


    Kedekatan Presiden Jokowi dengan Ahok dalam dua hari terakhir ini menimbulkan beragam ekspresi. Ada yang adem-ayem, banyak yang apresiatif, tapi ada juga yang reaktif penuh curiga. Semua ekspresi itu berawal dari kunjungan kerja Jokowi di lokasi proyek Simpang Susun Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017). Jokowi disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saat itu menjadi perhatian publik tertuju kepada Ahok sebagai Gubernur yang kemudian mendampingi Jokowi meninjau proyek tersebut.

    Dalam kunjungan tersebut, Jokowi memuji kinerja Pemprov DKI Jakarta. Jokowi mengatakan bahwa Simpang Susun Semanggi ini nantinya bisa mengurangi kemacetan di sekitar kawasan Semanggi hingga 40 persen.

        “Nanti tolong ditanyakan langsung teknologi yang dipakai apa. Karena saya lihat pembangunan sangat cepat sekali dan pembiayaan juga sangat efisien, sangat murah. Dan tanyakan habisnya berapa? Saya dengar dari Menteri PU dan Gubernur DKI Rp 360 miliar. Saya acungi jempol pada cara-cara kerja cepat Wika dalam menyelesaikan Simpang Susun Semanggi ini,” jelas Jokowi. (detiknews.com)

    Sebagian orang curiga melihat kedekatan itu. Mereka reaktif penuh curiga mengatakan bahwa Ahok yang menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta sedang kampanye untuk Pilkada putaran kedua. Kecurigaan juga dialamatkan kepada bapak Jokowi yang dianggap ambil bagian dalam pemenangan Ahok sebagai gubernur. Bahkan kunjungan kerja dan peninjauan proyek pemerintah selalu dipandang sebagai kampanye untuk Ahok. Apa pun yang dilakukan Jokowi di DKI sering kali dicurigai sebagai bagian dari program Timses Cagub no.2.

    Orang-orang yang selalu negatif thingking terhadap kedekatan tersebut, semakin kebakaran jenggot setelah melihat Ahok dalam perjalanan dari Semanggi menuju Setiabudi melihat Ahok menumpang mobil dinas kepresidenan berpelat RI 1 yang digunakan Jokowi. Lagi-lagi kedekatan dalam mobil itu ditanggapi dengan penuh kecurigaan. Sikap Jokowi dianggapnya tak pantas jika berkaca pada dinamika politik di Pilkada DKI Jakarta. Bahkan wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah berkata penuh kecurigaan:

        “Jadi rasa etika Jokowi hancur sebetulnya di situ. Itu disayangkan sekali harusnya Pak Jokowi punya etika yang benar,” kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2/2017).

        “Orang sudah jadi terdakwa bicara sama Presiden, masuk mobil Presiden, dan Presiden seperti enggak melihat apa-apa,” lanjut dia.

        “Semua yang dilakukan Gubernur DKI kampanye sekarang. Dia gunting pita ke sana kemari, meresmikan masjid. Itu semua kampanye,” kata Fahri.

     Apakah yang salah dari kunjungan itu? Mengapa Fahri mempersalahkan Jokowi dengan perbuatan baik yang merupakan tugas dan kewajibannya? Dalam tataran psikologi, kecurigaan semacam ini merupakan sebuah penyakit yang sering disebut, paranoid. Ini merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang selalu curiga terhadap perbuatan dan kinerja orang lain. Orang paranoid cenderung merasa diperlakukan dengan buruk sehingga membuat dia selalu mencurigai pada orang lain.

    Seseorang yang mengalami gangguan paranoid terlalu sensitif, cenderung kaku, tidak fleksibel. Ia selalu banyak alasan dan melihat orang lain dari sisi negatifnya. Dalam hubungan sosial orang-orang demikian akan sangat gampang cemburu, iri dan curiga tanpa alasan yang jelas, dan melihat orang lain dalam kaca mata yang cenderung salah. Apakah Fahri bagian dari gangguan kejiwaan paranoid? Masing-masing orang bisa memberi kesimpulan.


    Kedekatan Ahok dan Jokowi mestinya harus dipandang sebagai komunikasi pemerintahan yang baik antara pusat dan daerah. Jokowi tentu saja punya kepentingan memperhatikan proyek di Jakarta, karena menjadi ibu kota negara. Ahok tentu saja punya kewajiban menemani Presiden, sebagai kepala Negara. Tapi mengapa hal itu dicurigai banyak orang, khususnya orang-orang yang konon adalah “wakil rakyat”? Semakin jelas dalam pandangan kita, ternyata banyak wakil-wakil rakyat yang mengalami gangguan kejiwaan demikian.



    Salam Seword…In Carmelo


    Penulis : Kardiaman Simbolon   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kecurigaan Terhadap Kedekatan Jokowi dan Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top