728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 05 Februari 2017

    Jokowi Ajak Rakyat Memata-Matai Piala Presiden, SBY Tetap “Merasa” Dimata-Matai

    Semalam jagat Indonesia diramaikan dengan dua pagelaran akbar. Satu adalah #KonserGue2, satu lagi adalah pembukaan turnamen Piala Presiden di Sleman. Dua tokoh fenomenal Indonesia, Ahok dan Jokowi jadi bintang utamanya. Yang lebih istemewa adalah Jokowi yang melakukan Video blog alias Vlog.
    Jokowi membikin Vlog soal Piala Presiden 2017. Dia mengunggah video itu di akun Facebook resminya, @Jokowi pada Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 19.00 WIB.

    “Vlog saya dari Piala Presiden 2017. Seru dan meriah,” tulis Jokowi di Facebooknya, diakhiri dengan emoticon senyum. Latar belakangnya adalah arena Piala Presiden 2017, Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Saat ini saya sedang menyaksikan pertandingan sepakbola turnamen Piala Presiden 2017, antara PSS Sleman dan Persipura Jayapura. Ayo kita lihat sejenak. Selamat menyaksikan. Maju terus sepakbola Indonesia,” kata Jokowi.

    Jokowi melakukan hal ini bukan tanpa sebab. Jokowi bukan sedang ikut-ikutan virus Vloga yang sedang mewabah di jagat maya atau ikut-ikutan anaknya Kaesang. Jokowi melakukan Vlog ini dengan sebuah pesan penting. Pesan yang juga disebutkannya pada saat acara Forum Rektor Indonesia yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).


    Jokowi dalam acara tersebut mengemukakan usulan dan idenya untuk dibukanya jurusan-jurusan kreatif di Universitas dan sekolah kejuruan yang sesuai dengan perkembangan jaman. Salah satunya menurut Jokowi adalah jurusan mengenai jaringan IT, misalnya membuat video blog.

    “Kalau di SMK, soalnya jurusannya dari saya kecil sampai sekarang mesti jurusan mesin, jurusan bangunan, jurusan listrik. Itu-itu saja. Padahal dunia sudah berubah cepat sekali. Padahal seharusnya bisa mempelajari mengenai jaringan IT, membuat video blog, membuat aplikasi, membuat animasi,” tambahnya.

    Jokowi memang selalu memberikan terobosan baru dan update dengan kondisi jaman. Dia tidak berhenti belajar mengikuti pergerakan jaman dan bahkan menerapkannya dalam kinerja pemerintahan. Ketika Vlog sedang mewabah, Jokowi pun tidak sungkan melakukannya. Jika sebelumnya selalu ditemani Kaesan atau Kahiang, kini Jokowi melakukannya seorang diri.

    Meski aktif di dunia jagat maya, setiap hal yang diposting jokowi selalu memberikan pengaruh positif dan berisi ajakan-ajakan yang membangun. Pesan dalam Vlognya tersebut sangat jelas ajakan Jokowi untuk kita kembali lagi ramai-ramai menyaksikan pertandingan Sepakbola Indonesia. Jokowi berharap ke depan Sepakbola kembali menjadi alat untuk mempersatukan.

    “Saya berharap turnamen ini sebagai momentum kebangkitan persepakbolaan Indonesia. Saya ingin sepakbola menjadi alat untuk mempersatukan, sekali lagi sepakbola yang menyatukan Indonesia,” ucap Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya. 

    Itulah mengapa Jokowi mengajak rakyat Indonesia memata-matai Piala Presiden. Tidak usah sembunyi-sembunyi atau takut datang ke stadion, melainkan berbondong-bondong menghadirinya di stadion. Sehingga sepakbola kita bisa hidup lagi dan menghidupi banyak orang yang terlibat didalamnya.

    Berbeda dengan Jokowi. SBY, sang mantan, di hari yang sama juga tampil di jagat maya. Sesuai dengan ciri khasnya, SBY kembali menyampaikan sebuah kicauan yang tidak membangun dan memberikan pengaruh negatif. Cuitan yang disampaikan SBY dalam twitternya bukan menyejukkan dan meredakan suasana, malah kembali memansakan suasana dengan tuduhan yang tidak berdasar. Dalam cuitannya, SBY merasa dia dan Ketum MUI, KH Maaruf Amin dimata-matai.

    “Bpk Ma’ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. Jika kita dimata-matai, sasarannya bukan Bpk. Kita percaya Allah Maha Adil *SBY*” cuit SBY lewat akun @SBYudhoyono, Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

    SBY seperti tidak mau peduli dengan pendapat kuasa hukum Ahok dan transkrip penjelasan yang sudah berseliweran di jagat maya. Tidak ada yang menyadap dan tidak ada yang memata-matai mereka. Bahkan publik sudah melihat sendiri bukti pemberitaan yang dimaksudkan kuasa hukum Ahok. Tetapi tampaknya SBY tetap pada pendiriannya.

    Mengapa SBY melakukan hal ini?? Karena SBY masih kukuh menerapkan strategi play as victim dalam dunia perpolitikan. Dia ingin sekali lagi tampil menjadi korban politik. Dia juga ingin menampilkan anaknya adalah korban di Pilkada DKI. Strategi usang yang tidak ampuh ini malah membuat SBY jadi bahan tertawaan.

    SBY seperti tidak sadar, bahwa doanya di Twitter malah dilanggarnya sendiri. Ketika dia berdoa dalam sebuah ratapan karena di negeri ini Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa & merajalela, eh malah dia menjadi salah satu juru fitnah dan penyebar “hoax” tersebut. Dasar merasa dimata-matai pun tidak jelas dan sampai saat ini tidak ada buktinya.

    SBY memang aneh. Sampai kapanpun, sepertinya sang mantan ini akan menjadi pemanas situasi dan pembuat gaduh. Kelakuan yang malah membuat orang curiga apa yang sedang diperjuangkan atau yang ditakuti oleh SBY. Apakah karena kasus yang mengaitkan dirinya atau Pangeran Cikeas sebentar lagi terkuak?? Atau sedang kalut karena pertaruhannya kepada Agus tidak menghasilkan apa-apa??

    Kita bersyukur karena punya Presiden yang selalu memberikan semangat dan aura positif dalam setiap pernyataannya. Selalu ada dorongan dan cambukan agar terus bekerja sama melakukan kerja nyata bagi Republik ini. Meski kita juga harus tetap waspada dengan mantan yang terus berusaha merongrong kemesraan Presiden dengan rakyatnya ini. Supaya kita tetap bersatu dan membangun serta tidak terprovokasi oleh kelakuan sang mantan.

    Salam Mata-Mata.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Ajak Rakyat Memata-Matai Piala Presiden, SBY Tetap “Merasa” Dimata-Matai Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top