728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 28 Februari 2017

    Isyarat Memilih Pemimpin Dari Aksi Bom Bandung

    Masyarakat Indonesia di mana saja berada pasti merasa sedih atas peristiwa Bom Panci di Bandung tersebut. Kesedihan lebih karena aksi terorisme masih juga terjadi di negara ini. Masalah terorisme menjadi satu Pekerjaan Rumah yang mesti diseriusi oleh pemerintah.

    Meningkatnya aksi-aksi intoleransi belakangan ini menjadi satu isyarat penting bagi pemerintah bahwa bangsa ini sedang dalam kondisi rapuh. Masyarakat Indonesia kelihatan sangat mudah dipengaruhi. Meskipun tidak paham dengan persoalan yang dibicarakan, orang dengan mudah bergabung dalam gerakan intoleran yang menggunakan label agama. Hal ini diperkuat oleh kehadiran kaum oportunis dalam politik di Indonesia yang memanfaatkan isu primordial untuk meraih suara dalam Pilkada.


    ISIS yang diketahui sebagai teroris dan sangat berbahaya sekalipun mampu menarik minat masyarakat Indoensia untuk bergabung. Demikian pun aksi-aksi intoleran yang selama ini dilakukan oleh FPI, justru menjadikan FPI sebagai satu gerakan yang semakin banyak diikuti masyarakat. Masyarakat Indoensia bukannya menghindar dari kelompok-kelompok intoleran seperti FPI malah bergabung dan mengikuti aksi-aksinya.

    Adalah semakin mengkhawatirkan ketika orang-orang yang bergabung dalam aksi-aksi intoleran itu bukan hanya masyarakat kecil dan kurang pendidikan. Orang-orang terdidik dan tokoh masyarakat pun bergabung dalam aksi-aksi bersama kelompok intoleran. Untuk orang-orang terdidik dan tokoh masyarakat, bergabung bersama aksi kelompok intoleran seperti FPI dengan massa yang banyak adalah satu strategi untuk mendapatkan dukungan suara dalam pilkada. Kehadiran Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beserta tokoh lainnya dalam aksi 112 adalah salah satu contohnya.

    Peristiwa Bom Panci di Bandung adalah peringatan penting bagi bangsa ini. Jika kelompok-kelompok intoleran masih tetap dibiarkan melakukan aksi intoleran, bukan tidak mungkin akan semakin banyak orang yang bertambah radikal untuk menggunakan cara-cara yang lebih menakutkan dari sekadar demo atau sweeping. Semakin dibiarkan, kelompok intoleran akan merasa semakin berkuasa untuk melakukan apa saja. Maka aksi main hakim sendiri akan semakin menjadi-jadi dan penggunaan Bom Panci bisa jadi meningkat.

    Kelompok intoleran ini seperti sedang mendapat tambahan energi untuk bergerak saat ini. Setelah beberapa tahun tidak terlalu sering terdengar, kini kelompok intoleran hampir selalu mengisi ruang berita media massa setiap harinya. Hal ini berkat tambahan bahan bakar yang mereka terima dari dukungan para tokoh politik yang haus kekuasaan. Kunjungan Anies pada kelompok intoleran yang dulu dikritiknya saat pilpres 2014 adalah bentuk dukungan terhadap kelompok intoleran sekaligus meminta dukungan dari kelompok itu dalam konstelasi pilkada DKI Jakarta.

    https://i0.wp.com/kahfi.net/wp-content/uploads/2016/09/bantahan-dukungan-ulama-ke-anis-sandi.jpg?fit=800%2C441&ssl=1

    Saat aksi-aksi intoleran meningkat, masyarakat Indonesia harusnta tidak diam. Masyarakat tidak boleh menjadi penonton sementara mereka yang tergabung dalam kelompok-kelompok intoleran terus melakukan aksi. Masyarakat pun jangan hanya diam ketika kelompok-kelompok intoleran menyebarkan ajakan-ajakan kebencian yang mempengaruhi orang lain untuk ikut serta melakukan aksi intoleran.

    Jika kita diam, bukan tidak mungkin ada anggota keluarga kita yang menjadi pelaku bom bunuh diri atau telah bergabung dengan kelompok seperti ISIS. Kekuatan menghadapi bahaya intoleransi yang menguat dan bahaya terorisme adalah pada masyarakat sendiri. Ada banyak orang yang bergabung dengan kelompok intoleran karena terbuai bujukan sesat, namun keluarga bisa menjadi satu benteng yang kuat untuk menghalau bujukan untuk menjadi teroris atau intoleran.

    Selain itu, masyarakat sendiri yang menentukan arah kehidupan bersama ketika memilih pemimpin. Pemimpin yang memiliki kedekatan dengan kelompok intoleran tentu menunjukkan arah model kepemimpinannya jika terpilih. Memilih Anies Sandi yang gamblang menunjukkan kedekatan dengan FPI adalah memilih agar kelompok intoleran seperti itu tetap ada di Indonesia. Maka Bom Panci di Bandung adalah juga suatu peringatan bagi masyarakat untuk cerdas memilih pemimpin.


    Penulis : Flori Ge   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Isyarat Memilih Pemimpin Dari Aksi Bom Bandung Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top