728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 23 Februari 2017

    Ini Jaman Kerja Pak, Bukan Merangkai Kata



            Ada pepatah Jawa kuno yang bilang “kakehan gludug,kurang udan,” pepatah ini memiliki arti bahwa jangan kebanyakan bicara kalo membuktikan saja tidak bisa. Pepatah ini seharusnya dipahami oleh Pak Mantan Menteri yang pernah hidup di lingkungan adat istiadat Jawa selama mengenyam pendidikan Perguruan Tinggi.

    Pak Mantan Menteri ini sepertinya sedang haus akan kekuasaan segala cara dilakukan demi mendapatkan. Mulai dari blusukan di Majelis Taklim, rela antar anak pakai sepeda motor biar dibilang mirip pak Jokowi waktu masih menjabat Walikota Solo yang sering kemana-mana pakai sepeda motor, sampai akhirnya Byurr…Byur..Byur basah semua. Apa nggak sekalian aja Pak sekalian nyanyi lagu diobok-obok nya Mas Joshua pak?

    Saya juga tidak sependapat dengan wacana Bapak dengan program beli rumah dengan DP Rp.0. Setelah saya mendengarkan penjabarannya versi Bapak jelas tidak make sense Pak. Dalam argumen Bapak, rakyat bisa beli rumah dengan DP Rp.0, tapi caranya nabung dulu selama 6 bulan dengan asumsi dapat memenuhi kuota batas minimun TDP kredit rumah. Coba bayangin dulu deh Pak, semisal rakyat itu punya gaji UMR dengan memiliki kebutuhan:

        2 anak sekolah (uang transport): 20 ribu/hari, kalo dihitung totalnya 20.000X2X25= 1 Juta,
        Kewajiban sewa kontrakan seharga 600ribu
        Uang Listrik Token 100ribu
        Uang Transport Kerja 50ribu/hari. Ditotal ya: 25×50.000= 1.25 Juta
        Uang Bayar PDAM 60ribu

    Nah coba deh ditotal Pak, kira-kira penghasilannya sisa berapa Pak? Jawabannya paling top 500ribu Pak.

    Kalo misalnya dana sisa diasumsi untuk DP Rp.0 emang bisa pak? Nih coba dihitung pak 500ribu x 6 bulan cuma terkumpul 3 Juta Pak. Terus ini udah memenuhi kuota 10 % dari harga jual rumah bersubsidi yang harganya dibanderol 130 Juta dengan luas tanah 60m Pak. Nah,pertanyaannya beli tanah untuk rumah tapaknya dimana Pak, harga tanah di Jakarta udah mahal pak. Dikasih BLT lagi Pak, biar ketutup lagi kuota 10% TDP rumah bersubsidi ala DP Nol Rupiah. Sayangnya kalo ini terjadi nggak mungkin Pak, Bank sebagai lembaga pendanaan juga mikir ulang Pak, situ yang dipuji Bank yang disuruh tanggung jawab.

    Pak ini bukan dunia fantasi ala Bapak, Jakarta bukan tempat sekedar coba-coba Pak. Banyak jutaan rakyat yang mencari nafkah di sini Pak. Bapak mengkritik kinerja program Banjir ala Gubernur Petahana gagal pak? Lantas cara apa yang ingin Bapak gunakan untuk menanggulangi Banjir Pak? Kan Bapak bilang dan Janji nggak akan relokasi karena mereka sudah hidup berpuluh tahun di bantaran sungai. Seharusnya Bapak berpikir lebih cerdas dan kreatif Pak. Secara berpikir waras ya Pak, tempatnya udah banjir bagaimana bisa ada kehidupan lebih baik Pak, nih pak pasti setiap musim hujan pasti rakyat was-was nggak bisa tidur takut tiba-tiba rumahnya kerendam banjir. Kalo Bapak mungkin seneng kali ya? Bisa narsis di TV, blusukan sana-sini sambil berkata “Saya berempati atas musibah Banjir,nanti kita akan selesai kan secara solutif”. Dan akhirnya sampai kapan pun tetap banjir dan Pak Mantan Menteri terus berkata-kata di atas perahu karet.

    Belum lagi Bapak tetap bersikeras bahwa Ahok telah menista agama dan terus menyebar doktrin bahwa pemimpin kafir tidak pantas Pimpin DKI Jakart. Coba deh pak dicari makna kafir dalam Wikipedia. Dalam Wikipedia kafir diartikan orang yang bersembunyi atau menutup diri. Sedangkan dalam KBBI diartikan tidak percaya terhadap Allah dan Rasul-Nya. Jelas hal ini ditolak oleh banyak pihak jika Ahok seorang kafir. Nyatanya Ahok seorang Nasrani yang taat, Ahok juga telah membangun beberapa mesjid di era kepemimpinannya, memberangkatkan marbot umroh. Uniknya isu ini kok kenapa masih dijual yah,padahal Timses Bapak juga tahu dan paham bahwa DKI Jakarta ini bukan cuma milik muslim. DKI Jakarta itu miniatur Indonesia. DKI Jakarta itu tempatnya berbagai suku dan ras mencari penghidupan. Terus, apakah DKI Jakarta ini akan menjadi sebuah rumah yang angker bagi rakayat yang tidak sama Agama dan visi Bapak.

    Lantas, yakin Pak Jadi Gubernur DKI Jakarta?

    Penulis :  Azhari Hidayatsyah  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ini Jaman Kerja Pak, Bukan Merangkai Kata Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top